Rabu, 18 Februari 2015

Rasa yang tak terungkap

Teringat tepat setahun lalu, pagi itu hujan rintik-rintik. Aku masih ingat persis, jam pelajaran pertama, mata pelajaran matematika. Aku tak konsen lagi dengan rumus-rumus kalkulus itu. Tak sabar rasanya menunggu jam pulang sekolah untuk jalan berdua denganmu Dewi, ya... kau Dewi ku, meskipun belum jadi kekasihku, aku selalu berfikir bahwa kau adalah Dewi ku. Aku tak sabar menunggu siang itu, sudah kupersiapkan rangkaian kata indah untuk mengungkapkan perasaanku padamu. Senyuman dan tawa renyahmu pasti akan hangatkan suasana di tengah rintik hujan sepanjang hari.

Namun takdir berkata lain Dewi ku. Kata demi kata itu belum sempat terungkap. Sekarang aku, duduk tepat di sebelahmu, namun ku hanya bisa memandangmu. Tepat di depan gerbang sekolah, mobil itu begitu kencang hingga menyambar tubuhku begitu dahsyat, menghancurkan semua badanku. Dua menit kemudian kau datang Dewi, di saat jiwaku telah terlepas dari raga. Aku akan tetap setia, menunggumu Dewi, untuk mengungkapkan segala rasaku, walau 1000 tahun lamanya.

Tulisan ini dibuat dalam rangka #FF2in1 dari @tiket dan @nulisbuku
Kereta Senja

Sore itu aku tergesa, meninggalkan kantor dengan terburu-buru. Terpaksa kutinggalkan meeting sore itu, setelah mengirimkan pesan ke bos, menunggunya membuka ponselnya , dan memberi kode kepadaku. Sesampainya di depan kantor, langsung kutunggangi motor bang ojeg, belum aku bilang apa-apa, bang ojeg berkata padaku, "gak jauh kan neng, saya buru-buru" hmmm mungkin semua orang di kota metropolitan ini buru-buru.

Demi menghemat biaya, aku memutuskan untuk naik bis ke stasiun, sisa waktu masih cukup, pikirku, meskipun harap cemas juga dengan kemacetan jakarta. Bis penuh sesak sore itu, semua dengan wajah berkerut, kecemasan menggelayut. Bukan hanya aku yang cemas.

Sesampainya di stasiun, aku tunjukkan tiket ke petugas, dan aku hampir pingsan ketika dia berkata "neng, kreta senja solo sudah berangkat, 10 menit lagi keret senja jogja". Ibu-ibu di belakangku berteriak, "What... saya salah jadwal!" . Omg... again... i'm not the only one...

Tulisan ini dibuat dalam rangka #FF2in1 dari @tiket dan @nulisbuku



Rabu, 21 Januari 2015

Nilai seorang anak dan Kebahagiaan seorang ibu

Nilai seorang Anak dan Kebahagiaan seorang Ibu
 
Seluruh individu menjadi pribadi yang sekarang ini tidak dapat dipungkiri sudah pasti ada andil seorang ibu. Semua anak adalah maha karya seorang ibu, dimulai sejak membesarkannya di dalam kandungan, perjuangannya dalam melahirkan, mengajaknya bicara seperti orang gila pada saat bayi kecilnya hanya bisa menggeliat-geliat dan memandangi dirinya tanpa suara, kesabarannya yang tak berbatas pada saat anaknya acapkali tidak sepakat dengan nasehat-nasehatnya, serta doa-doanya yang tidak pernah lepas dari bibir dan juga hatinya.
 
Entah apa yang ada di benak Ibuku pada saat membesarkanku, semakin diriku dewasa rasanya aku justru semakin lupa untuk menanyakan kepadanya, apa yang membuatnya bahagia. Aku hanya mencoba menjadi anak yang berbakti dan orang yang sukses menurut pandangan orang-orang atau buku-buku yang aku baca, supaya dapat membuatnya bangga dan tentu saja bahagia. Tapi apakah apa yang aku perbuat sudah benar-benar membuat beliau bahagia? Saat ini aku bersama pekerjaanku sebagai karyawan, acapkali dihadapkan pada keadaan dimana aku harus memberikan penilaian pada seseorang atau suatu hal. Terbersit keinginanku untuk menanyakan kepadanya, seandainya Ibu memberikan nilai untukku sebagai seorang anak, dalam skala 1 sampai 100, berapa nilaiku, dan kenapa dia memberiku nilai tersebut.
 
Menurut Ibuku, nilainya adalah 95. Not bad. Karena menurut beliau hampir semua yang beliau ajarkan kepadaku bisa dimengerti dan dikerjakan. Ternyata beliau sangat puas dengan nilai-nilai pelajaran formalku. Yaaa… mungkin ada baiknya lain waktu aku  tanyakan nilai softskill-ku ya. Beliau merasa sangat bersyukur dapat membimbingku selama ini.
 
Demikianlah, dengan banyak kata ataupun hanya dengan sikap dan kesabarannya dalam bertahan hidup, seorang Ibu sudah pasti berperan sebagai ‘guru’ bagi anak-anaknya. Besar dengan didikannya, sampai dengan setua ini pun diriku dengan suami dan dua gadis kecil kami, aku masih sering berselisih faham dengan ibuku. Kadang aku berfikir kenapa sudah setua ini masih harus berdebat, perlukah? Tapi sepertinya aku lebih sering tidak peduli dan memilih mempertahankan pendapatku tanpa memperhatikan perasaan Ibuku. Aku menanyakan kepada dirinya, pada saat kami berselisih faham, apakah beliau merasa gagal sebagai seorang ibu?
 
Menurut Ibuku, tidak sama sekali. Tidak ada rasa gagal pada saat diriku berselisih faham dengan dirinya, karena beliau yakin bahwa suatu saat seorang anak pasti dapat memahami apa yang diharapkan oleh Ibunya, walaupun terkadang memilih cara yang berbeda untuk memenuhi harapan tersebut.
 
Meskipun Ibu tidak pernah merasa gagal, namun aku tahu pasti suatu saat beliau pasti pernah kecewa. Sebagai seorang ibu, meskipun masih newbie dengan usia anak-anakku yang masih di bawah 10 tahun, aku mulai memahami bahwa sebagai seorang ibu tidak selamanya kita bahagia, pasti ada susah dan senangnya dalam membesarkan seorang anak. Akhirnya aku memutuskan untuk menanyakan juga kepada ibuku, bila kebahagiaan sebagai seorang ibu dalam skala 1 sampai 100, berapa nilai kebahagiaan ibu, apa yang harus aku perbuat supaya Ibu lebih bahagia?
 
Menurut Ibuku, nilainya lagi-lagi 95. Yaaa… bisa jadi karena kita semua menyadari bahwa kesempurnaan hanya milik Allah, jadi tidak ada nilai yang sempurna untuk ciptaan-Nya. Yang membuatku terkejut, kenapa nilainya sedemikian tinggi, ternyata karena beliau lebih banyak mengingat bagian ‘senang-senang’nya saja. Mungkin ini adalah bukti nyata dari gambar mural yang seling kita jumpai di belakang truk di jalanan, ‘kasih ibu sepanjang jalan’. Walaupun jalannya terjal, banyak tanjakan dan tikungan di sana-sini, Ibu akan selalu mengasihi anaknya, karena mungkin yang beliau ingat hanyalah pemandangan yang indah di sepanjang jalan.
 
Demikianlah seorang Ibu, selalu bahagia bila mengingat anaknya. Jawaban-jawaban Ibuku membuat aku sangat bersyukur memiliki seorang Ibu seperti beliau. Meskipun aku tahu nilaiku tidak akan pernah mencapai 100, tetapi sebagai rasa terima kasih dan baktiku, aku berjanji pada diriku untuk membuatnya lebih bahagia, seperti kata beliau, dengan cara membuatnya selalu merasa dibutuhkan, meskipun hanya dengan hal-hal kecil seperti berbagi cerita, suka dan duka yang aku alami sehari-hari. Yaaa… terkadang memang berbagai kesibukanku membuatku lupa menyapanya, mengacuhkan telepon darinya, sekarang aku semakin sadar bahwa sudah waktunya aku berubah. Selain itu tentunya aku ingin lebih mengkhusyukkan diri dalam setiap doa-doaku untuknya. Bagiku seorang Ibu adalah anugerah dari Allah yang paling mulia. Setinggi apapun harapan seorang Ibu, sudah pasti diiringi dengan doa-doanya. Jangan pernah kita menyalahkan seorang Ibu karena harapannya terhadap anaknya yang kadang menurut kita terlalu tinggi, namun berterima kasihlah, karena tanpa doa dan keikhlasan seorang Ibu, tidak akan tercipta kebahagiaan dan kemuliaan seorang anak.
 
"Tulisan ini disertakan dalam kegiatan Nulis Bareng Ibu. Tulisan lainnya dapat diakses di website http://nulisbarengibu.com”

Sabtu, 20 Desember 2014

2014 ?

Ini mungkin posting pertama dan terakhir di 2014

Setelah buka web femina, dan lihat salah satu syarat join salah satu sesi writing clinic (yang udah lewat juga sih...) harus ada karya yang pernah dipublikasi, setidaknya di blog, hmmmm kayanya jadi trigger buat jenguk blog lagi and entry lagi...

Semoga kecapaian deh salah satu dream yang ini, jadi penulis :)

Nah ini opening belum nyambung sama isi

Last entry yang ada di sini, happy new year 2013, OMG... ngapain aja gw ya selama ini...

2014 is very awesome, beberapa momen pentingnya kalau boleh di list ya...

- Maret, setelah dapet bonus (hehe...thanks our main promotor pt bank ... dan pt ...tambang...) kami mulai renovasi rumah (yaaa yaa...mungkin ini yg paling menguras waktu, pikiran dan rekening tentunya, jadi gak sempet nge blog lagi...rrrr...)
- April, dapet kesempatan join FGD untuk artikel femina dalam rangka women's day, and then 1st time jadi figuran di artikel majalah femina tentang wanita dan karir :)
- Juni, alhamdulillah rumah sudah kelar, dan kami ada syukuran kecil2an sekalian syukuran ultah hubby dan adek pika, yang ultahnya samaan sama ayahnya ituu lho...
- Juli, kakak Alya masuk SD! yaaayy...welcome to elementary kak! pulang jam 2 tiap hari! Ayah, jangan lupa transfer SPP nya tiap awal bulan! :)
- September, dapet kesempatan bustrip Surabaya dan mampir ke taman bungkul yang kondang itu... Selain itu celebrating kakak Alya's birthday with Frozen theme! It's very dadakan but it's pretty cool! Aku share juga di web TUM lho, kapan-kapan bisa diintip ya... Alya's Frozen Birthday
- November, family holiday ke Carita, why so special? Yes, this is our 1st time :)
- Desember, tunggu kejutan lagi deh... nanti di update lagi insyaAllah...

Sooooo much thanks to Allah SWT, it's an awesome year!



Selasa, 19 Februari 2013

New Year Post




Is it too late?
1st post in this 2013 :)

Sebenarnya banyak yang ingin di-share mulai dari pengalaman buka bisnis kuliner kecil-kecilan, pengalaman ASI exclusive 6 bulan, pengalaman pertama bawa 2 balita travelling, pengalamann travelling ke luar negeri bawa pompaan asi dan gimana caranya sempetin mompa di sela-sela jadwal tour yang padet di negeri orang... dan beberapa opini melihat fenomena posting-an aktivis social media akhir-akhir ini... banyaaaak bener yang pingin di-share sebenernya tapi belum sempet -__-"

Resolusi no.1 mestinya buat ku sih memperbaiki manajemen waktu...terutama waktu sholat yang pasang surut, kadang on time...kadang nggak, oh sooo bad :(

Resolusinya dipasang terus karena tahun baru-nya toh masih kurang 1 yang belum lewat...tahun baru Saka :) Anyway sampai hari ini sudah melewati 3 tahun baru, yang pertama masehi, lalu tahun baru islam, yang terakhir tahun baru Cina, bulan depan tahun baru Hindu (Saka)
Masih ada tahun baru yang lain? :)

Resolusi setiap tahun mestinya jadi hamba Allah yang lebih baik...luruskan niat lagi untuk segala aktiitas, segala hembusan nafas, semuanya demi menegakkan tauhid kita...
Dari hari ke hari menambah bekal untuk kehidupan hakiki kita, yaitu di akherat kelak.

Salah satunya saat ini mulai coba mengoptimalkan utilisasi gadget supaya memberi benefit ke arah situ... cari-cari ilmu singkat ataupun motivasi untuk di-share via soc-med yang sekarang sangat mudah diakses via gadget yang selalu ada di genggaman, alih-alih menggunakan media untuk hal-hal yang kurang berguna, contohnya simple...mengeluh :)

Yang di-share salah satunya adalah quote yang bisa memotivasi... Sebelum keitk-ketik posting ini, sempet googling dengan keyword "new year quote" ada salah satu quote yang cukup berkesan dari brainyquote.com :

"Resolution One: I will live for God. Resolution Two: If no one else does, I still will."
Jonathan Edwards

Cukup sekian posting tahun baru ini
Semoga next nya sempat nulis hal-hal lain yang lebih bermanfaat :)
Happy new year! :)

Senin, 09 Juli 2012

(Another pretty girl) Sabya Afiqa Risandi




Tulisan ini mungkin bisa disebut sequel ? :)


Sudah aku tulis di tulisan sebelumnya...salah satu doaku adalah supaya si kecil lahir di tanggal yang sama dengan ayahnya...dan Allah mengabulkan permintaanku :) salah duanya karena kami sudah dikaruniai seorang putri, tentunya doa kami adalah supaya si kecil ini laki-laki :) namun ternyata yang ini Allah berkehendak lain...


Beberapa fakta ini aku cuplik dari artikel-artikel yang kubaca di beberapa web...
Kelahiran anak laki-laki, hingga kini, dianggap sebagai pelanggeng garis keturunan keluarga. Tak sedikit pula yang menjadikannya penanda kehormatan. Sebaliknya, berbagai belitan kesedihan dan rasa malu menghantui pasangan yang ‘hanya’ dikaruniai anak perempuan. Padahal, dalam Islam, jika anak-anak perempuan itu dimuliakan yang terurai dalam sikap kasih sayang, memberikan pendidikan dan pengajaran agama yang baik, janji surga telah menantikannya.


Beberapa hadist tentang anak perempuan :


“Barangsiapa yang mencukupi kebutuhan dan mendidik dua anak perempuan hingga mereka dewasa, maka dia akan datang pada hari kiamat nanti dalam keadaan aku dan dia (seperti ini),” dan beliau mengumpulkan jari jemarinya. (HR. Muslim no. 2631).


“Barangsiapa yang memiliki tiga orang anak perempuan, lalu dia bersabar atas mereka, memberi mereka makan, minum, dan pakaian dari hartanya, maka mereka menjadi penghalang baginya dari api neraka kelak pada hari kiamat.” (Dikatakan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Adabil Mufrad no. 56: “Shahih”).


“Barangsiapa yang memiliki tiga orang anak perempuan yang dia jaga, dia cukupi dan dia beri mereka kasih sayang, maka pasti baginya surga.” Seseorang pun bertanya, “Dua juga, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Dan dua juga.” (Dikatakan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Adabil Mufrad no. 58: “Hasan”).


Dari Abu Abdulloh bin ‘Amr Rodhiyallohu ‘Anhuma bahwa Rosulullooh Sholalloohu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Dunia ini adalah perhiasan/kesenangan dan sebaik-baik perhiasan/kesenangan dunia adalah wanita sholihah.” [HR. Muslim: 3649, Nasai, Ibnu Majah, dan Ahmad] WANITA DAN KEINDAHAN


So... memiliki keturunan adalah juga nikmat Allah... Dikaruniai Sabya Afiqa Risandi pun nikmat... nikmat ini apakah akan didustakan? InsyaAllah tidak... Allah menitipkan kepada kami "bakal" perhiasan dunia...insyaAllah kami akan menjadikan perhiasan yang sesungguhnya...semoga diberikan hidayah dan petunjuk kepada kami...آميْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْ

(The birth of) Sabya Afiqa Risandi

Sabya Afiqa Risandi
Nama itulah yang kami berikan untuk putri kami yang kedua... Sabya pilihan ayahnya dan Afiqa pilihan ibunya... Sabya means enchanting... Afiqa taken from word Afiq, means honest... Risandi, sama seperti nama kakaknya...supaya dia selalu ingat pada orangtuanya :) Doa kami supaya dia kelak tumbuh menjadi sholehah dengan sifat yang secantik namanya.

Putri kami ini semoga akan senantiasa menjadi barokah dari Allah SWT dan ladang pahala lagi untuk kami. Seperti Allah mengkaruniakan kakaknya... Allah memberikan kepada kami keturunan yang kedua ini tanpa kami harus menunggu. Subhanallah... Pada saat kami berencana, Allah berkehendak yang sama... Bahkan di hari lahirnya, adalah salah satu hari yang terindah dalam hidupku... (mungkin juga untuk suamiku :)

Menurutku di saat menunggu dan setelah kelahirannya adalah hari yang paling romantis...lebih dari sekedar hari jadian atau malam pertama... upss :p Sejak dinyatakan positif hamil, salah satu doaku adalah si kecil akan lahir di tanggal yang sama dengan hari lahir ayahnya. Dan yang terjadi, pagi hari sehari sebelum ulangtahun suamiku, perutku mulai mules... Tidak seperti saat menunggu kelahiran kakaknya waktu itu banyak yang menemani, uti dan kakung, tantenya bahkan uyutnya... kali ini menunggu kelahiran si adik dari siang, sore hari sampai malam yang penuh "perjuangan" itu kami lewati berdua saja... (bertiga dengan alya sih sebenarnya...)

Pagi itu hari sabtu, kami sudah berencana untuk ambil rapor alya di sekolah, setelah itu senam hamil... Perutku memang sudah terasa kontraksi sejak jam 8 pagi, namun karena kontraksinya masih berfrekuensi jarang-jarang...aku tetap beraktivitas sesuai rencana... Setelah senam hamil aku lapor ke bidan kalau sudah kontraksi dan sedikit flek... bidan bilang tidak perlu cek pembukaan, namun dianjurkan ke rumah sakit nanti saja bila kontraksi sudah sering... Setelah senam hamil kami mampir makan siang dulu di solaria - lotte mall...lalu pulang ke rumah... Sampai akhirnya kontraksi makin sering dan jam 10.30 malam kami memutuskan untuk berangkat ke rumah sakit, sekitar jam 11 malam kami sampai di rumah sakit.

RS Premier Bintaro, 17 Juni 2012, jam 1.11 dini hari, hari yang sama dengan hari lahir ayahnya... si adik cantik ini lahir dengan persalinan normal... spontan birth... Detik, menit, serta jam-jam yang indah tak lama setelah kelahirannya, yang awalnya kami lewati bertiga, lalu berdua saja setelah si kecil dibawa ke ruang bayi... will always memorable... tidak akan pernah hilang dari ingatanku :) Subhanallah... What a gift... Thank You Allah :)

Artikel lainnya :