Another hello, another goodbye...
Menjadi seorang ibu bekerja, salah satu tantangannya adalah tidak menjadi cengeng pada saat melepas seorang "anak angkat", atau katakanlah "anggota keluarga". Apalagi model seperti saya, the mellow-er.
Siapa?
Tentu saja asisten. Ya, asisten adalah ibaratnya seorang anak angkat buat saya. Di sela tugasnya yang beragam, layaknya seorang anak angkat, saya selalu berusaha mengajarkan hal baru, dan menganggapnya sebagai keluarga sendiri.
Ini adalah ke-5 kalinya saya me"lulus"kan asisten saya. Yang sebelum2nya resign karena menikah, kali ini karena ingin mencoba pekerjaan lain. Ada yang beda pada asisten saya yg terakhir ini dengan yang sebelum2nya, asisten yang ini sembari bekerja, juga mengambil kelas kejar paket setara SMA pada setiap weekend. Mungkin kali ini dia ingin memanfaatkan ijazahnya pada petualangan barunya. Asisten yang kali ini juga cukup update teknologi, untuk resep masakan, saya cukup copas dari hasil browsing lalu saya bbm atau wa ke dia. Bahkan kalau saya lupa, dia inisiatif browsing sendiri.
Yang kali ini sudah 2 tahun dia tinggal bersama kami. Dari pengalaman yang sebelum2nya juga, saya pikir bekerja menjadi seorang ART ada miripnya dengan (maaf) PSK. Mereka sangat profesional, bekerja tanpa perasaan. Bayangkan saja setiap hari bermain, bercanda, tidur bareng, menyuapi, mengajari anak2 saya, selama rata2 10 jam saya tidak ada di rumah, namun dengan santainya mereka meninggalkan keseharian itu. Seperti ga punya perasaan kan? Hehe...
Saya... kehilangan, ya tentu saja. Karena harus mulai dari awal lagi, itu suatu hal. Namun hal lainnya karena saya harus lepaskan seorang anak manusia yang sehari2nya saya pantau, saya nasehati, saya bantu bila ada kesulitan. Saya tidak pernah yakin apakah kehidupannya setelah ini bisa lebih menyenangkan. Bisa masak makanan enak setiap hari, tidur siang tiap hari, bisa tidur di kasur yang empuk dan kamar yang nyaman, bisa jalan ke mall setiap weekend.
Ngomong soal bantuin asisten yang satu ini, baru kali ini juga di tengah meeting seru di kantor tetiba ada bbm masuk "bu, tolong transferin ke kampung dong, ibu saya kehabisan duit, nanti uangnya saya ganti di rumah" , atau "bu, temen saya lagi di jalan kehabisan duit, tlg transferin dulu ya bu, 100rb aja" :D
Tapi kadang juga saya dibantuin dia, di tengah meeting yang pelik, bisa semangat lagi setelah liat bbm masuk, foto anak saya yang kecil... "bu, adek bisa selfi sendiri", haha live report. Banyak lagi yang lainnya, "Bu, adek minta pake rok" atau "Bu, adek minta difoto sama ayam" :)
Anyway, goodluck deh mbak... thank you for the awesome 2 yrs... we miss you already...
At the end, i'll try to be as dr seuss said...
"Don't cry because its over, but smile because it happened"
Saya yakin ini waktunya saya membantu anak manusia yang lain lagi, dan tentu saja keluarganya. Seperti biasa, Allah sudah mengatur semuanya, tugas manusia ikhtiar dan berdoa.
:)
seperti kupu-kupu... warna-warni nya cantik... terbang bebas kemana saja... berkolaborasi dengan bunga-bunga... salah satu yang membuat indah dunia...
Jumat, 17 Juli 2015
Rabu, 15 Juli 2015
Book review month-6, The Lost Story of Ka'bah
The Lost Story of Ka'bah
By : Irfan L Sarhindi
Buku ini ditulis dengan memaparkan berbagai sumber dan pertimbangan penulis dalam menentukan keyakinannya.
Buku yang bagus, beralur runtut, sayangnya tdk dilengkapi dengan gambar.
“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” (QS. Al Imron : 96)
Menurut salah satu kisah, Ka'bah pertama kali dibuat oleh malaikat, 2000 thn sblm adam diciptakan
Sebelum adanya baitullah yang dibangun di bakkah, malaikat bertawag di baitul makmur. Baitullah dibangun atas perintah Allah sbg bangunan yang sama seperti baitul makmur
Adam adalah manusia yang pertama merenovasi dan bertawaf di baitullah. Salah satu kejadian penting di Mekah adalah bertemunya adam dan hawa di jabal rahmah. Selanjutnya renovasi dilakukan oleh Nabi Syits.
Renovasi yang selanjutnya oleh nabi Ibrahim dan putranya Ismail. Pada saat inilah renovasi dengan batu dari 5 gunung, hira, tsabir, lebanon, thur dan khair. Pada setiap renovasi, pondasi kabah yang menyerupai punuk unta selalu dipertahankan.
Nabi Ibrahim adalah yang pertama diberikan ajaran ritual haji oleh malaikat Jibril mulai dari wukuf, thawaf, sai, tahalul dan melempar jumrah, mabit dan kurban. Ibrahim, Ismail dan kaumnya adalah yang pertama menjalankan ibadah haji.
Hajar aswad dan Maqam Ibrahim adalah 2 jenis batu yang tidak disembah oleh kaum penyembah berhala. Maqam Ibrahim adalah batu dengan bekas tapak kaki nabi Ibrahim ketika dulu membangun kabah, sedangkan hajar aswad adalah batu dari surga yang dibawa oleh malaikat jibril ke bumi. Alkisah batu itu dulunya berwarna putih namun dosa2 manusia mengubah warnanya menjadi hitam. Batu ini pernah dicuri bahkan pecah, hingga akhirnya dapat disatukan kembali.
Dikisahkan pula penggali sumur zamzam adalah Harits atas perintah ayahnya Abdul Muthalib yg mendapat petunjuk dari Tuhan pemilik kabah.
Dikisahkan pula tentang masjid qiblatain di Madinah, yang asal mulanya adalah rumah seorang Arab, Umm Bashar al Barra, dimana di rumah itulah Nabi memperoleh wahyu dari Jibril untuk merubah arah sholat dari Baitul Maqdis (Yerusalem) ke Masjidil Haram.
Umrah Qada, adalah umrah pertama yang dilakukan setelah perjanjian hudaibiyah, umrah tanpa ancaman yg dilakukan Rasulullah saw bersama 2.000 jemaah.
Bersama dengan Fathu Mekkah, pembebasan dari berhala oleh Rasulullah, setelah kemenangan dari kaum Quraisy
Haji wada, adalah haji terakhir yg dipimpin Rasulullah bersama 30.000 jemaah. Seusai ritual, nabi saw memberikan khutbah terakhir di Arafah. Pada saat itulah turun wahyu terakhir, QS Al Maidah : 3
By : Irfan L Sarhindi
Buku ini ditulis dengan memaparkan berbagai sumber dan pertimbangan penulis dalam menentukan keyakinannya.
Buku yang bagus, beralur runtut, sayangnya tdk dilengkapi dengan gambar.
“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” (QS. Al Imron : 96)
Menurut salah satu kisah, Ka'bah pertama kali dibuat oleh malaikat, 2000 thn sblm adam diciptakan
Sebelum adanya baitullah yang dibangun di bakkah, malaikat bertawag di baitul makmur. Baitullah dibangun atas perintah Allah sbg bangunan yang sama seperti baitul makmur
Adam adalah manusia yang pertama merenovasi dan bertawaf di baitullah. Salah satu kejadian penting di Mekah adalah bertemunya adam dan hawa di jabal rahmah. Selanjutnya renovasi dilakukan oleh Nabi Syits.
Renovasi yang selanjutnya oleh nabi Ibrahim dan putranya Ismail. Pada saat inilah renovasi dengan batu dari 5 gunung, hira, tsabir, lebanon, thur dan khair. Pada setiap renovasi, pondasi kabah yang menyerupai punuk unta selalu dipertahankan.
Nabi Ibrahim adalah yang pertama diberikan ajaran ritual haji oleh malaikat Jibril mulai dari wukuf, thawaf, sai, tahalul dan melempar jumrah, mabit dan kurban. Ibrahim, Ismail dan kaumnya adalah yang pertama menjalankan ibadah haji.
Hajar aswad dan Maqam Ibrahim adalah 2 jenis batu yang tidak disembah oleh kaum penyembah berhala. Maqam Ibrahim adalah batu dengan bekas tapak kaki nabi Ibrahim ketika dulu membangun kabah, sedangkan hajar aswad adalah batu dari surga yang dibawa oleh malaikat jibril ke bumi. Alkisah batu itu dulunya berwarna putih namun dosa2 manusia mengubah warnanya menjadi hitam. Batu ini pernah dicuri bahkan pecah, hingga akhirnya dapat disatukan kembali.
Dikisahkan pula penggali sumur zamzam adalah Harits atas perintah ayahnya Abdul Muthalib yg mendapat petunjuk dari Tuhan pemilik kabah.
Dikisahkan pula tentang masjid qiblatain di Madinah, yang asal mulanya adalah rumah seorang Arab, Umm Bashar al Barra, dimana di rumah itulah Nabi memperoleh wahyu dari Jibril untuk merubah arah sholat dari Baitul Maqdis (Yerusalem) ke Masjidil Haram.
Umrah Qada, adalah umrah pertama yang dilakukan setelah perjanjian hudaibiyah, umrah tanpa ancaman yg dilakukan Rasulullah saw bersama 2.000 jemaah.
Bersama dengan Fathu Mekkah, pembebasan dari berhala oleh Rasulullah, setelah kemenangan dari kaum Quraisy
Haji wada, adalah haji terakhir yg dipimpin Rasulullah bersama 30.000 jemaah. Seusai ritual, nabi saw memberikan khutbah terakhir di Arafah. Pada saat itulah turun wahyu terakhir, QS Al Maidah : 3
Selasa, 26 Mei 2015
Book review month-5 : Filosofi Kopi

Bulan ke 5 ini sengaja pilih buku ringan buat selingan, setelah 2 bulan baca buku sejarah.
Buku yang dibuat dengan cover baru sama dengan visual film nya yang baru tayang.
Karena bukan pecinta prosa, saya hanya terkesan dengan beberapa karya dee di buku ini, filosofi kopi, mencari herman, lara lana, dan yang paling kocak, rico de coro.
Filosofi kopi mengingatkan manusia bahwa ilmu manusia tdk seberapa bahkan sangat kecil, kesempurnaan hanya milik sang pencipta.
Lara lana, mengingatkan pembaca bahwa imajinasi manusia belum tentu benar :)
Rico de Coro, mengingatkan manusia bahwa masih ada kehidupan sesama makhluk hidup, yang lain, binatang maksudnya :) dan dengan ijin sang pencipta, kekuatan cinta dapat menembus batasnya
Minggu, 17 Mei 2015
Book review month-4, Fatimah Az Zahra
Foto itu adalah hari terakhir novel Fatimah Az Zahra bertumpuk dengan yang lain. Yaaa... mereka ini ga jauh-jauh dari kasur karena mereka yang kami baca tiap hari di bulan-bulan ini, yang atas sendiri dompet ya, di bawahnya Al Quran, lalu buku pengantar tidur Alya, 25 Nabi yang sekarang sudah masuk ke seri 2 nya, di bawahnya lagi buku 'belajar' nya Afiqa pastinya... Cerita Binatang, karena kalimatnya sedikit dan hurufnya tercetak cukup jelas, yang bawah sendiri biasa dibaca kalo anak-anak udah pada tidur, sekarang alhamdulillah udah selesai dan segera diganti buku lainnya.
Fatimah Az Zahra karya Sibel Eraslan ini sangat kaya cerita. Meskipun sedikit lambat alurnya tetapi begitu banyak sekarah di dalamnya. Selain kisah Fatimah, juga dikisahkan berbagai peperangan yang menguji kesabaran Fatimah dan Ali. Dan berbagai kisah hikmah, bagaimana Fatimah dan Ali dengan kedermawanannya dan Allah swt membalas semuanya dengan berlipat. Bagaimana Fatimah begitu memuliakan ayahnya, dan Nabi saw memuliakan putri terkasihnya dengan tetap menghargai suaminya yang telah dipilihkan Allah untuknya.
Banyak kisah yang dapat ditauladani dari Fatimah Az Zahra, melalui novel ini.
Kamis, 30 April 2015
Behind the scene : Belitung Superb Beach
Ada puluhan foto atau mungkin ratusan foto yang saya jepret selama di Belitung, di sini saya ingin berbagi foto-foto paling berkesan di setiap spot, yang cukup bisa berbicara, 'Belitung Superb Beach'
1. Tanjung Kelayang, "Where story begins"
"Welcome to Belitong", tulisan besar yang menyambut setiap pengunjung pantai ini. Pantai Tanjung Kelayang adalah pantai tempat kapal-kapal wisata kepulauan belitung barat berlabuh, dan bersandar dengan mengikat pada tonggak kayu yang banyak ditancapkan di pinggir pantai, seperti yang terlihat di foto :)
Untuk menjelajah kepulauan Belitung Barat, kapal-kapal kecil take off dari pantai ini.
2. Pantai Lengkuas, 'Survivor and The Light House'
Setelah terombang-ambing digoyang ombak selama sekitar 30menit, akhirnya sampailah kami di persinggahan pertama "Hopping Island" Belitung, yaitu pulau terluar di antara gugusan kepulauan kecil di Belitung Barat, yaitu Pulau Lengkuas. Di pulau ini ada saung kecil yang punya tempat duduk dan meja. Yang ingin duduk-duduk di situ dikenakan charge Rp 5.000/ orang. Untuk yang ingin snorkeling, langsung mengambil peralatan dan menuju kapal, berlayar lagi ke tengah laut, hanya dalam waktu sekitar 5menit, nahkoda kapal mengantar para survivor ke spot dengan kehidupan alam bawah laut yang menakjubkan. Pada saat para survivor menyembul di atas permukaan, seorang tour guide berhasil menjepret kami dengan latar belakang Pulau Lengkuas dengan mercusuarnya.
3. The Light House @Pulau Lengkuas, 'View from the top'
Ciri khas pulau ini yang tidak ada di kepulauan lainnya di area ini adalah adanya 'Light House', Mercusuar, bangunan tua yng berdiri pada abad 18, terdiri dari 18 lantai dan 313 anak tangga. Setelah snorkeling dan makan siang di Pulau Lengkuas, kami nekat melakukan 'uji fisik' dengan naik ke puncak mercusuar. Gempor....sudah pasti :) Namun dengan doa, niat dan sungguh-sungguh [lebay] , akhirnya kami berhasil sampai di puncak. Pemandangan dari puncak memang sangat menakjubkan. Hamparan lautan dengan air yang jernih, pulau dan kapal dan manusia di sekeliling pulau, mengingatkan lagi betaa kecilnya manusia ini, yang terbesar adalah kuasa Allah swt sang maha pengatur.
3. Pulau Batu Berlayar, "Story of turtle and coral reefs"
Pulau ini terdiri atas berbagai batu besar dan sangat besar dengan berbagai bentuk yang kokoh dan menjadi seolah sebuah mahakarya seni yang indah dari Sang Maha Pencipta. Di pulau ini kami melepaskan penyu, yang dibawa dari penangkaran di darat. Untuk menjaga penyu dari kepunahan, penyu dibesarkan dulu di darat, setelah cukup umur dan dinilai bisa survive di lautan, penyu baru dilepas. Selain itu kami juga melepas terumbu karang. Tanpa disadari, terumbu karang juga sangat penting dibudayakan karena terumbu karang adalah salah satu species penghasil utama oksigen. Foto ini adalah foto bersama teamwork di kantor, judulnya mungkin sedikit ga nyambung dengan fotonya, tapi bisa juga dibilang, kami ini para penyu yang berusaha survive di tengah persaingan bisnis, bersama teman-teman unit lain di kantor kami :)[lebay]
4. Pulau Pasir, 'Meet the starfish'
Pulau ini cukup unik, karena hanya muncul di permukaan pada pagi hingga siang hari. Masuk ke sore hari hingga malam hari, acapkali pulau ini hilang tertutup air laut. Diprediksi pulau ini suatu saat bisa selamanya tak terlihat lagi bila volume air laut bertambah sehingga ketinggiannya mencapai tinggi pulau. Keunikan pulau ini adalah kita bisa bertemu dengan bintang laut yang banyak terdampar di pulau ini.
5. Pantai Tanjung Tinggi, 'Laskar Pelangi'
Setelah kembali ke pantai tanjung kelayang, kami membersihkan badan, ganti baju kering, dan melanjutkan perjalanan darat menuju pantai Tanjung Tinggi. Pantai ini menjadi terkenal karena merupakan salah satu lokasi syuting film Laskar Pelangi. Di pinggir pantai dikelilingi gugusan batu besar yang sangat unik. Bahkan beberapa susunannya bisa membentuk gua kecil. Oiya untuk yang berwisata ke Belitung, pada saat singgah ke pantai tanjung tinggi bisa menunaikan sholat, ada mushola kecil di dekat lokasi parkir kendaraan.
6. Danau Kaolin, 'Tosca'
Saat membaca itinerary, saya pikir danau kaolin ini seperti kawah putih, atau tangkuban perahu, bus akan berhenti di tempat parkir khusus, lalu kita harus berjalan masuk ke lokasi wisata. Tetapi ternyata danau ini seperti penambangan intan di Kalimantan Selatan. Bukan tempat wisata, hanya suatu danau di pinggir jalan raya, namun keindahannya luar biasa. Airnya berwarna tosca, dikelilingi pasir putih. Di beberapa bagiannya bahkan menyembul gundukan seperti pulau-pulau kecil di tengah danau. Di belakangnya ada beberapa alat berat. Namun ternyata keindahan itu sesungguhnya adalah salah satu bentuk kerusakan lingkungan.
Dari salah satu web pariwisata Belitung, dikisahkan...
Kaolin (clay) adalah salah satu kekayaan tambang dari Belitung. Penambangan ini memberi banyak sekali lapangan pekerjaan untuk masyarakat Belitung. Seluruh hasil tambang kaolin dikapalkan ke luar pulau Belitung untuk bahan baku pabrik cat dan kosmetik. Tetapi dampak negatif dari penambangan ini seperti yang anda lihat, adalah kerusakan lingkungan, sama seperti penambangan timah. Kerusakan menjadi lebih parah ketika kegiatan tambang ini juga mengotori aliran sungai-sungai besar di Belitung. Hal ini tentu saja bertentangan dengan kampanye pelestarian keindahan Belitung yang selalu kami serukan Belitung Superb Beach: Let's Keep It UnSpoiled !.
Belitung Adventure Apr 2015 ini dibantu oleh Imaji Tour, klik di sini
1. Tanjung Kelayang, "Where story begins"
"Welcome to Belitong", tulisan besar yang menyambut setiap pengunjung pantai ini. Pantai Tanjung Kelayang adalah pantai tempat kapal-kapal wisata kepulauan belitung barat berlabuh, dan bersandar dengan mengikat pada tonggak kayu yang banyak ditancapkan di pinggir pantai, seperti yang terlihat di foto :)
Untuk menjelajah kepulauan Belitung Barat, kapal-kapal kecil take off dari pantai ini.
2. Pantai Lengkuas, 'Survivor and The Light House'
Setelah terombang-ambing digoyang ombak selama sekitar 30menit, akhirnya sampailah kami di persinggahan pertama "Hopping Island" Belitung, yaitu pulau terluar di antara gugusan kepulauan kecil di Belitung Barat, yaitu Pulau Lengkuas. Di pulau ini ada saung kecil yang punya tempat duduk dan meja. Yang ingin duduk-duduk di situ dikenakan charge Rp 5.000/ orang. Untuk yang ingin snorkeling, langsung mengambil peralatan dan menuju kapal, berlayar lagi ke tengah laut, hanya dalam waktu sekitar 5menit, nahkoda kapal mengantar para survivor ke spot dengan kehidupan alam bawah laut yang menakjubkan. Pada saat para survivor menyembul di atas permukaan, seorang tour guide berhasil menjepret kami dengan latar belakang Pulau Lengkuas dengan mercusuarnya.
3. The Light House @Pulau Lengkuas, 'View from the top'
Ciri khas pulau ini yang tidak ada di kepulauan lainnya di area ini adalah adanya 'Light House', Mercusuar, bangunan tua yng berdiri pada abad 18, terdiri dari 18 lantai dan 313 anak tangga. Setelah snorkeling dan makan siang di Pulau Lengkuas, kami nekat melakukan 'uji fisik' dengan naik ke puncak mercusuar. Gempor....sudah pasti :) Namun dengan doa, niat dan sungguh-sungguh [lebay] , akhirnya kami berhasil sampai di puncak. Pemandangan dari puncak memang sangat menakjubkan. Hamparan lautan dengan air yang jernih, pulau dan kapal dan manusia di sekeliling pulau, mengingatkan lagi betaa kecilnya manusia ini, yang terbesar adalah kuasa Allah swt sang maha pengatur.
3. Pulau Batu Berlayar, "Story of turtle and coral reefs"
Pulau ini terdiri atas berbagai batu besar dan sangat besar dengan berbagai bentuk yang kokoh dan menjadi seolah sebuah mahakarya seni yang indah dari Sang Maha Pencipta. Di pulau ini kami melepaskan penyu, yang dibawa dari penangkaran di darat. Untuk menjaga penyu dari kepunahan, penyu dibesarkan dulu di darat, setelah cukup umur dan dinilai bisa survive di lautan, penyu baru dilepas. Selain itu kami juga melepas terumbu karang. Tanpa disadari, terumbu karang juga sangat penting dibudayakan karena terumbu karang adalah salah satu species penghasil utama oksigen. Foto ini adalah foto bersama teamwork di kantor, judulnya mungkin sedikit ga nyambung dengan fotonya, tapi bisa juga dibilang, kami ini para penyu yang berusaha survive di tengah persaingan bisnis, bersama teman-teman unit lain di kantor kami :)[lebay]
4. Pulau Pasir, 'Meet the starfish'
Pulau ini cukup unik, karena hanya muncul di permukaan pada pagi hingga siang hari. Masuk ke sore hari hingga malam hari, acapkali pulau ini hilang tertutup air laut. Diprediksi pulau ini suatu saat bisa selamanya tak terlihat lagi bila volume air laut bertambah sehingga ketinggiannya mencapai tinggi pulau. Keunikan pulau ini adalah kita bisa bertemu dengan bintang laut yang banyak terdampar di pulau ini.
5. Pantai Tanjung Tinggi, 'Laskar Pelangi'
Setelah kembali ke pantai tanjung kelayang, kami membersihkan badan, ganti baju kering, dan melanjutkan perjalanan darat menuju pantai Tanjung Tinggi. Pantai ini menjadi terkenal karena merupakan salah satu lokasi syuting film Laskar Pelangi. Di pinggir pantai dikelilingi gugusan batu besar yang sangat unik. Bahkan beberapa susunannya bisa membentuk gua kecil. Oiya untuk yang berwisata ke Belitung, pada saat singgah ke pantai tanjung tinggi bisa menunaikan sholat, ada mushola kecil di dekat lokasi parkir kendaraan.
6. Danau Kaolin, 'Tosca'
Saat membaca itinerary, saya pikir danau kaolin ini seperti kawah putih, atau tangkuban perahu, bus akan berhenti di tempat parkir khusus, lalu kita harus berjalan masuk ke lokasi wisata. Tetapi ternyata danau ini seperti penambangan intan di Kalimantan Selatan. Bukan tempat wisata, hanya suatu danau di pinggir jalan raya, namun keindahannya luar biasa. Airnya berwarna tosca, dikelilingi pasir putih. Di beberapa bagiannya bahkan menyembul gundukan seperti pulau-pulau kecil di tengah danau. Di belakangnya ada beberapa alat berat. Namun ternyata keindahan itu sesungguhnya adalah salah satu bentuk kerusakan lingkungan.
Dari salah satu web pariwisata Belitung, dikisahkan...
Kaolin (clay) adalah salah satu kekayaan tambang dari Belitung. Penambangan ini memberi banyak sekali lapangan pekerjaan untuk masyarakat Belitung. Seluruh hasil tambang kaolin dikapalkan ke luar pulau Belitung untuk bahan baku pabrik cat dan kosmetik. Tetapi dampak negatif dari penambangan ini seperti yang anda lihat, adalah kerusakan lingkungan, sama seperti penambangan timah. Kerusakan menjadi lebih parah ketika kegiatan tambang ini juga mengotori aliran sungai-sungai besar di Belitung. Hal ini tentu saja bertentangan dengan kampanye pelestarian keindahan Belitung yang selalu kami serukan Belitung Superb Beach: Let's Keep It UnSpoiled !.
Belitung Adventure Apr 2015 ini dibantu oleh Imaji Tour, klik di sini
Minggu, 19 April 2015
Book review, Mar '15 : Khadijah
Khadijah, by Sibel Eraslan
Buku ini adalah hadiah di ulang tahun saya. Bahkan pemberinya pun seorang non-muslim. Rejeki memang tak pernah disangka dari mana datangnya.
Khadijah binti Khuwaylid, putri dari saudagar terkemuka di jamannya, ayahnya Khuwaylid dan ibunya Fatimah.
Khadijah telah dididik dengan ajaran bangun lebih pagi dan teguh dalam kesabaran. Beliau selalu berpijak pada kedua ajaran ayahandanya itu sepanjang hidupnya.
Sebelum menikah dengan Muhammad, Khadijah menikah 2x. Suami pertamanya adalah Abu Hala bin Zurara, yang dikarunai 2 anak laki2, Hala dan Hindun, setelah beliau meninggal, Khadijah menikah dengan suami kedua Atik bin Aziz, dikarunai seorang anak wanita bernama Hindun juga. Namun akhirnya berpisah karena tidak dapat bertahan dengan perangai keras Atik.
Setelah sekitar 8 tahun hidup sendiri bersama pembantunya Maesaroh dan saudaranya Asma, Khadijah bertemu dengan Muhammad yang awalnya adalah pemuda yang ditunjuk untuk membantu menjalankan bisnisnya. Akhirnya mereka menikah, dinikahkan oleh paman Khadijah yaitu Amru bin Asad.
Dikisahkan Khadijah yang begitu menyayangi suaminya, Khadijah yang tidak mau menikmati kenyamanan bila dia tahu Muhammad sedang dalam perjalanan. Khadijah yang selalu menjadi sandaran Muhammad setelah melalui hari-harinya menerima wahyu di gua Hira. Khadijah yang pertama kali bersyahadat, wudhu dan sholat.
Bersama Muhammad, Khadijah dikaruniai 6 orang anak. Anak pertamanya Qasim, laki2, meninggal dunia saat masih bayi, yang kedua Zainab, wanita. Yang ketiga Ruqayah, keempat Ummu Kultsum, setelah itu Fatimah dan Abdullah, namun Abdullah juga meninggal dunia karena sakit pada saat masih kecil. Selain membesarkan anak kandung mereka sendiri, yang dibesarkan oleh Khadijah dan Muhammad adalah Zaid bin Haritsah seorang budak berusia 8 tahun yang dihadiahkan seorang keponakan kepada Khadijah yang diangjat sbg anak setelah Qasim meninggal , Zubair bin Awwam putra bibi Muhammad dan adik laki2 Khadijah, dan Ali bin Abu Thalib putra dari paman Muhammad, Abu Thalib.
Khadijah meninggal karena sakit, setelah terjadi pemboikotan atas Kakbah, sebelum meninggal Khadijah terus-menerus memberi salam pada suaminya dengan menyebut nama-nama indahnya. Kepergian Khadijah dan Abu Thalib hanya berselang 3 hari.
Beberapa kutipan yang menggambarkan keindahan Khadijah di buku ini, Khadijah adalah pakaian para dermawan, Rumah Khadijah seperti surga, Khadijah adalah Sayyidatun Nisa, Sayyidayun Quraisy, Dzuriyya, Tahira, yaitu Ibunda para wanita, tuan putri bangsa Quraisy, wanita yang bersih dan mulia.
Sabtu, 18 April 2015
Book review, Feb '15 : Bulan Terbelah Di Langit Amerika
Bulan ke-2 tahun 2015, pilihan saya masih pada bukunya Hanum Rais, tapi kali ini karya fiksi kolaborasi dengan suaminya, Rangga Almahendra.
Buku ini bercerita tentang tragedi American Airlines Flight 11 vs Menara kembar World Trade Center - New York (hmmmmppff... sebelum baca lagi buku ini pun aku tak yakin WTC itu ada di amerika belahan mana), pada 11 September 2001, atau tragedi 9/11, "Nine-Eleven"
Inti cerita ini mengajak kita berandai-andai untuk menjawab pertanyaan : "Would the world be better without islam?". Dengan adanya tragedi itu, Islamophobia seolah telah menjangkit mayoritas penduduk dunia; tampak sulit untuk menjawab "No".
Buku ini membeberkan beberapa penggalan sejarah islam di amerika.
Malcolm X, seorang pejuang kulit hitam muslim. Jasanya diabadikan pada bangunan Malcolm X Memorial, The Shabazz Center, yang berlokasi di dekat Harlem, kawasan komunitas muslim di amerika.
Ground Zero Memorial, kompleks untuk mengenang tragedi 9/11. Di sana juga terdapat Ground Zero Mosque.
Koloni Melungeon, yang konon merupakan koloni yang terbentuk sebelum columbus sampai di benua amerika. Koloni yang merupakan pembauran kaum Moriscos, penduduk muslim dari Spanyol dengan pendatang Eropa, Afrika, dan juga suku Indian, penduduk asli benua amerika. Ada yang mengatakan, kuba berasal dari al-qubbah, karena dulu pada daerah tersebut columbus menemukan bangunan megah dengan bentuk menyerupai kubah masjid yang indah.
Intinya salah satu yang menyebabkan columbus menemukan amerika adalah karena mengejar kaum moriscos, muslim spanyol yang melarikan diri, asal muasal dari koloni melungeon.
Bahkan presiden Abraham Lincoln juga berdarah melungeon.
Berbicara sejarah amerika tidak akan bisa lepas dari sejarah islam.
Tragedi 9/11 adalah ujian kemanusiaan, diceritakan di buku ini, korbannya bukan hanya non muslim, tapi umat islam pun menjadi korban. Teroris hanyalah distorsi, bukan ajaran islam itu sendiri.
Islam dimaknai sebagai salam yang berarti kedamaian. Dunia tanpa islam adalah dunia tanpa kedamaian. Islam tanpa amalan adalah kehampaan. Amalan tanpa iman adalah kegelapan.
Buku ini bercerita tentang tragedi American Airlines Flight 11 vs Menara kembar World Trade Center - New York (hmmmmppff... sebelum baca lagi buku ini pun aku tak yakin WTC itu ada di amerika belahan mana), pada 11 September 2001, atau tragedi 9/11, "Nine-Eleven"
Inti cerita ini mengajak kita berandai-andai untuk menjawab pertanyaan : "Would the world be better without islam?". Dengan adanya tragedi itu, Islamophobia seolah telah menjangkit mayoritas penduduk dunia; tampak sulit untuk menjawab "No".
Buku ini membeberkan beberapa penggalan sejarah islam di amerika.
Malcolm X, seorang pejuang kulit hitam muslim. Jasanya diabadikan pada bangunan Malcolm X Memorial, The Shabazz Center, yang berlokasi di dekat Harlem, kawasan komunitas muslim di amerika.
Ground Zero Memorial, kompleks untuk mengenang tragedi 9/11. Di sana juga terdapat Ground Zero Mosque.
Koloni Melungeon, yang konon merupakan koloni yang terbentuk sebelum columbus sampai di benua amerika. Koloni yang merupakan pembauran kaum Moriscos, penduduk muslim dari Spanyol dengan pendatang Eropa, Afrika, dan juga suku Indian, penduduk asli benua amerika. Ada yang mengatakan, kuba berasal dari al-qubbah, karena dulu pada daerah tersebut columbus menemukan bangunan megah dengan bentuk menyerupai kubah masjid yang indah.
Intinya salah satu yang menyebabkan columbus menemukan amerika adalah karena mengejar kaum moriscos, muslim spanyol yang melarikan diri, asal muasal dari koloni melungeon.
Bahkan presiden Abraham Lincoln juga berdarah melungeon.
Berbicara sejarah amerika tidak akan bisa lepas dari sejarah islam.
Tragedi 9/11 adalah ujian kemanusiaan, diceritakan di buku ini, korbannya bukan hanya non muslim, tapi umat islam pun menjadi korban. Teroris hanyalah distorsi, bukan ajaran islam itu sendiri.
Islam dimaknai sebagai salam yang berarti kedamaian. Dunia tanpa islam adalah dunia tanpa kedamaian. Islam tanpa amalan adalah kehampaan. Amalan tanpa iman adalah kegelapan.
Semoga suatu saat bisa travelling ke US *wish*
Langganan:
Postingan (Atom)







