Asiyah "Sang Mawar Gurun Fir'aun" karya : Sibel Eraslan
Asiyah istri Pare-amon.
Kisah di novel ini dengan ending berbeda dengan kisah kebanyakan yang dibaca di web tentang asiyah istri firaun dimana Asiyah disiksa oleh suaminya.
Kisah di novel ini dimulai dari kota Armana yang merupakan perwujudan dari kenangan akan hari-hari nabi Yusuf, di antara kota memphis dan teb di negri mesir, yang saat itu dikuasai oleh seorang raja pengikut nabi Yusuf yaitu Akhenaten. Kota ini diserang oleh pemberontak bernama Horemheb yang akhirnya membunuh raja dan semua penduduknya. Dikisahkan bahwa dari penyerangan itu tersisa Apa, seorang guru yang ditugaskan mengajar anak2 yg tersisa dari pemberontakan Amarna di akademi kerajaan yang dibentuk oleh Horemheb sang penguasa baru di memphis, 4 orang anak didiknya di antaranga Yes, Ra, Ka dan Ha. Yes adalah Asiyah yang merupakan cucu dari raja Reyyan bin melik dari amalika yang menyelamatkan mesir dari kekeringan di masa nabi Yusuf, dan merupakan putri raja Muzahim putra pangeran Abidin.
Akhirnya tibalah waktunya Mesir harus menunjuk raja baru, Ra, atau Pareamon menjadi raja dan Yes menjadi ratu.
Ibis adalah salah satu hewan yang muncul pada cerita ini, dikisahkan pada saat pernikahannya perhiasan ratu yesiyis adalah burung ibis.
Ra sebagai Firaun, menahbiskan diri menjadi tuhan, sedangkan Yes tetap menjadi pengikut nabi Yusuf yaitu percaya pada Tuhannya yang satu. Yes tidak mencintai harta, hari-harinya dia lalui bersama Apa, melihat kehidupan mesir. Yes tidak menyukai kekerasan, salah satunya saat melihat rakyat diperbudak di kota sakkara, Yes sangat sedih.
Setelah Apa meninggal dunia, Yes mencari 2 abdi, dan akhirnya terpilihlah Tahnem dan Sare. Pada saat itulah Yes menginginkan bayi yg ditemukan di sungai Nil. Yes memberi nama bayi itu Musa, karena dia menariknya dari perairan.
Musa adalah putra pasangan Imran dan Yakobed, adik dari Harun dan Maryam. Pada saat itu bayi laki2 yg lahir hrs dibunuh sehingga Yakobed yang dikisahkan mendapat petunjuk dari Allah memutuskan untuk menjatuhkan anaknya ke sungai nil. Dikisahkan pada saat kelahiran Musa, berkah berlebih pada keluarga Imran. Hewan ternak kambing dan sapi terlahir kembar, air susu perahan melimpah dan pohon serta tanaman berbuah lebat.
Di istana, bayi musa menangis terus sehingga akhirnya Yes membawanya berkeliling mesir sampai ke kota gosen, kota tempat keluarga Imran tinggal dan Musa kembali dipertemukan dengan ibunya Yakobed dan dikenal sebagai ibu susu.
Sampai suatu ketika Musa dituduh sebagai pelaku pembunuhan di memphis dan akhirnya harus pergi untuk melarikan diri dari kejaran raja memphis.
Pada masa-masa itu Ra, Pareamon meninggal dunia dan penggantinya adalah Menmatre.
10 tahun kemudian Musa kembali ke memphis bersama istrinya. Selama 10 tahun Musa dipersiapkan untuk menjadi nabi. Musa diutus oleh Allah swt untuk mengajak rakyat Firaun menyembah Allah. Dikisahkan Musa dengan kuasa Allah dapat mendatangkan ular besar yang memakan semua ular para penyihir Firaun. Firaun sangat marah dan dalam kemarahannya itulah Asiyah , Tahnem dan Sare mengakui keimanannya kepada Allah. Tahnem akhirnya dibunuh oleh Firaun, Asiyah dan Sare dipenjara, sebelum akhirnya diikat di tonggak kayu di atas pasir panas dan dibakar, akhirnya meninggal dunia.
seperti kupu-kupu... warna-warni nya cantik... terbang bebas kemana saja... berkolaborasi dengan bunga-bunga... salah satu yang membuat indah dunia...
Minggu, 28 Februari 2016
Rabu, 27 Januari 2016
Book review month 12 : Ciputra, From Zero to Hero
Ciputra, From Zero to Hero
Ini adalah buku yang terakhir yang dibaca tahun inj
Buku enterpreneurship
Ciputra adalah salah satu contoh pengusaha yang berasal dari orang "susah". Kepandaiannya membawanya menjadi mahasiswa ITB, dan jiwa dagang yang sudah dipelajari sejak lahir membawanya menjadi seorang pengusaha.
Sepak terjangnya berawal dari proyek2 pemerintah... sehingga tak heran sampai saat ini pun perusahaan ciputra masih terkenal dengan birokrasinya yang tidak seluwes perusahaan properti besar yang lain.
Yang diperoleh dari buku ini adalah... yaa... seorang bintang bukan dilahirkan... tetapi dibuat... semua orang sukses pasti banyak ditempa pada masa lalunya sehingga bisa mencetak achievement demi achievement...
Dan salut dgn ciputra yang selalu melakukan langkah2 riil untuk menciptakan lebih bnyk lagi enterpreneur di indonesia
Ini adalah buku yang terakhir yang dibaca tahun inj
Buku enterpreneurship
Ciputra adalah salah satu contoh pengusaha yang berasal dari orang "susah". Kepandaiannya membawanya menjadi mahasiswa ITB, dan jiwa dagang yang sudah dipelajari sejak lahir membawanya menjadi seorang pengusaha.
Sepak terjangnya berawal dari proyek2 pemerintah... sehingga tak heran sampai saat ini pun perusahaan ciputra masih terkenal dengan birokrasinya yang tidak seluwes perusahaan properti besar yang lain.
Yang diperoleh dari buku ini adalah... yaa... seorang bintang bukan dilahirkan... tetapi dibuat... semua orang sukses pasti banyak ditempa pada masa lalunya sehingga bisa mencetak achievement demi achievement...
Dan salut dgn ciputra yang selalu melakukan langkah2 riil untuk menciptakan lebih bnyk lagi enterpreneur di indonesia
Selasa, 22 Desember 2015
Book review month 11 : "Aku bersyukur ibuku pikun" by Irna Permanasari
Aku Bersyukur Ibuku Pikun
By : Irna Permanasari
Buku ini sebenernya dibeli untuk bacaan ibuku, yang saat ini menghabiskan waktunya untuk merawat nenek yang pikun.
Banyak hal yang bisa diketahui dari buku ini, mulai dari ciri orang pikun dan penyebabnyanyang tidak pernah diketahu pasti secara medis.
Yang paling memprihatinkan adalah orang pikun hidup pada 2 masa, yaitu masa lalu dan pada waktu yang sedang dijalani. Yang sudah terlewat 5 menit yang lalu, lupa... karena bukan termasuk pada 2 masa tersebut...
Lantas kenapa Chili bersyukur? Karena dengan merawat orang pikun semakin mendewasakan dan menambah rasa sabar.
Yang pasti dengan membaca buku ini dan mengalami sendiri punya nenek pikun, akan menambah motivasi kita sbg anak untuk selalu memaksimalkan waktu yang ada untuk membahagiakan orang tua, karena kita tidak pernah tau, kapan pikun menyerang.
By : Irna Permanasari
Buku ini sebenernya dibeli untuk bacaan ibuku, yang saat ini menghabiskan waktunya untuk merawat nenek yang pikun.
Banyak hal yang bisa diketahui dari buku ini, mulai dari ciri orang pikun dan penyebabnyanyang tidak pernah diketahu pasti secara medis.
Yang paling memprihatinkan adalah orang pikun hidup pada 2 masa, yaitu masa lalu dan pada waktu yang sedang dijalani. Yang sudah terlewat 5 menit yang lalu, lupa... karena bukan termasuk pada 2 masa tersebut...
Lantas kenapa Chili bersyukur? Karena dengan merawat orang pikun semakin mendewasakan dan menambah rasa sabar.
Yang pasti dengan membaca buku ini dan mengalami sendiri punya nenek pikun, akan menambah motivasi kita sbg anak untuk selalu memaksimalkan waktu yang ada untuk membahagiakan orang tua, karena kita tidak pernah tau, kapan pikun menyerang.
Senin, 16 November 2015
Ungkapan simpati, salahkah?
Ungkapan Simpati, salahkah?
Akhir-akhir ini ribut banget sosmed dengan ganti PP bendera prancis.
Kebetulan saya ikut ganti PP, jadi kepingin nulis sedikit.
Memang saya tidak tulis tagar #prayforparis; Kenapa? Boro-boro berdoa buat orang yang jauh... yang deket aja belum tentu... doa buat diri sendiri dan keluarga aja rasanya ga habis-habis... Hmmm abaikan... mungkin ini karena manajemen waktu saya aja yang kurang baik. Dan kalau ditanya, apa anda tidak berdoa untuk palestina, yang tiap hari kekejian terhadap muslim terjadi di sana? Well, itu adalah hubungan vertikal antara saya dengan Allah, tdk perlu saya klarifikasi. Terlebih terkait doa dalam islam, akan lebih baik bila kita mendoakan orang lain secara diam-diam, tanpa orang yang kita doakan mengetahuinya.
Kembali ke PP fb... Kalau menurut saya ya, pasang pp itu adalah suatu opsi praktis untuk menunjukkan simpati duka cita. Ibaratnya ada orang meninggal di jakarta, di jakarta banyaaak sekali penjual karangan bunga, bahkan bisa tinggal telpon, atau online delivery, jadi orang yang tak sempat melayat atau bahkan tidak tau nomor kerabat si meninggal yang bisa dihubungi, bisa pesan karangan bunga dengan mudah, dan praktis. Beda dengan kondisinya misal ada rekan tinggal di pedalaman papua, meninggal dunia. Opsi menunjukkan simpati dengan karangan bunga akan jadi tidak ada karena tidak memungkinkan, maka mungkin kita hanya bisa kirim SMS aja ke kerabatnya yang berduka, itu juga kalo kita tahu nomernya, kalau nggak?? Setidaknya dengan para keluarga korban tau, banyak yang bersimpati, mungkin bisa menguatkan mereka.
Menurut saya dengan saya, sebagai muslim, bersimpati, akan menunjukkan bahwa ajaran muslim yang saya tahu tidak mendukung tindakan keji seperti itu.
Tentang negara prancis, yang notabene ternyata punya beberapa catatan tindakan keji terhadap islam, lalu apakah benar kalau kita bela si teroris? Kalau menurut saya pribadi dengan kita membela teroris sama aja kita juga teroris. Apakah para korban itu adalah keluarga para penjahat yang ada hubungannya dengan berbagai rentetan tindakan keji yang pernah dilakukan "prancis" terhadap "islam"? Bahkan kita tidak tau persis itu prancis dan islam yang mana??
Tetap yang terbaik adalah berkhusnuzhon bahwa para korban adalah orang baik, selama tidak ada yang membuktikan bahwa para korban telah sebelumnya berbuat jahat pada para bomber, dan belum ada yang mengabarkan bahwa para korban adalah penjahat.
Nia,
Catatan di akhir hari,
17 Nov 2015
Akhir-akhir ini ribut banget sosmed dengan ganti PP bendera prancis.
Kebetulan saya ikut ganti PP, jadi kepingin nulis sedikit.
Memang saya tidak tulis tagar #prayforparis; Kenapa? Boro-boro berdoa buat orang yang jauh... yang deket aja belum tentu... doa buat diri sendiri dan keluarga aja rasanya ga habis-habis... Hmmm abaikan... mungkin ini karena manajemen waktu saya aja yang kurang baik. Dan kalau ditanya, apa anda tidak berdoa untuk palestina, yang tiap hari kekejian terhadap muslim terjadi di sana? Well, itu adalah hubungan vertikal antara saya dengan Allah, tdk perlu saya klarifikasi. Terlebih terkait doa dalam islam, akan lebih baik bila kita mendoakan orang lain secara diam-diam, tanpa orang yang kita doakan mengetahuinya.
Kembali ke PP fb... Kalau menurut saya ya, pasang pp itu adalah suatu opsi praktis untuk menunjukkan simpati duka cita. Ibaratnya ada orang meninggal di jakarta, di jakarta banyaaak sekali penjual karangan bunga, bahkan bisa tinggal telpon, atau online delivery, jadi orang yang tak sempat melayat atau bahkan tidak tau nomor kerabat si meninggal yang bisa dihubungi, bisa pesan karangan bunga dengan mudah, dan praktis. Beda dengan kondisinya misal ada rekan tinggal di pedalaman papua, meninggal dunia. Opsi menunjukkan simpati dengan karangan bunga akan jadi tidak ada karena tidak memungkinkan, maka mungkin kita hanya bisa kirim SMS aja ke kerabatnya yang berduka, itu juga kalo kita tahu nomernya, kalau nggak?? Setidaknya dengan para keluarga korban tau, banyak yang bersimpati, mungkin bisa menguatkan mereka.
Menurut saya dengan saya, sebagai muslim, bersimpati, akan menunjukkan bahwa ajaran muslim yang saya tahu tidak mendukung tindakan keji seperti itu.
Tentang negara prancis, yang notabene ternyata punya beberapa catatan tindakan keji terhadap islam, lalu apakah benar kalau kita bela si teroris? Kalau menurut saya pribadi dengan kita membela teroris sama aja kita juga teroris. Apakah para korban itu adalah keluarga para penjahat yang ada hubungannya dengan berbagai rentetan tindakan keji yang pernah dilakukan "prancis" terhadap "islam"? Bahkan kita tidak tau persis itu prancis dan islam yang mana??
Tetap yang terbaik adalah berkhusnuzhon bahwa para korban adalah orang baik, selama tidak ada yang membuktikan bahwa para korban telah sebelumnya berbuat jahat pada para bomber, dan belum ada yang mengabarkan bahwa para korban adalah penjahat.
Nia,
Catatan di akhir hari,
17 Nov 2015
Rabu, 11 November 2015
Book review month 10 : "Rudy" by Gina S Noer
Rudy adalah salah satu buku kisah hidup BJ Habibie yang mengisahkan tentang perjuangannya untuk bersekolah, selain itu juga mengisahkan contoh cara yang dilakukan orang tua dengan finansial pas-pas an dan banyak anak, mencari solusi, mengambil keputusan dan berstrategi untuk mengusahakan pendidikan yang optimal bagi anak-anaknya.
Mungkin cerita dari orangtuanya dulu ya. Awalnya kisahnya begitu sempurna, tinggal di makassar, orangtua rudy adalah sepasang suami istri yang berasal dr keluarga terpandang, berpendidikan, dan ayah rudy adalah pejabat di jaman hindia belanda. Rudy bersekolah di sekolah indonesia hindia belanda. Orang tua rudy memiliki cita2 anak laki2 dr kel mereka kelak hrs jadi pemimpin. Keadaan berubah setelah pada usia belum smp, ayah rudy meninggal karena serangan jantung. Sebagai orang tua, tips yang bisa diambil dr decision yang diambil dr ibu Tuti Marini ibu Rudy adalah pada kondisi sulit mengambil keputusan terkait pendidikan harus sesuai kempuan, tdk hrs yg terbaik untuk semuanya, krn anaknya banyak... tapi ibu tuti melihat potensi dan mengutamakan anak laki2nya. Anak perempuan tetap sekolah meskipun bukan di sekolah terbaik.
Orang tua rudy jg tdk segan2 melakukan usaha ekstra demi biaya sekolah rudy di luar negeri. Rumah yang awalnya untuk kos, disulap menjadi hotel. Dalam buku ini dikisahkan jg pada bisnis, relationship sangat penting. Kos dan hotel sukses krn bu tuti memiliki jaringan pertemanan yang luas dan relationship yang baik.
Orang tua rudy pun layaknya orang tua jaman dahulu, ikut berperan dalam memilih jodoh. Konsisten pada tujuannya agar rudy menjadi pemimpin di indonesia, ibu tuti tidak mendukung bila rudy punya istri yang tidak bisa mengimbangi rudy, misalnya bukan org indonesia, atau tidak beragam islam, karena kelak tdk bisa mendukung rudy sbg istri seorang pemimpin indonesia.
Rudy juga meskipun kelak mjd intelektual dan sekaligus pemimpin, tapi masa mudanya jg sangat fun. Nonton, jalan2, main operet,dll. Jadi pesannya adalah sekolah harus serius, tapi fun tetap jalan.
Oya dan satu lagi d buku ini baru faham hubungan antara pendidikan dengan aktivitas politik negara. Dikisahkan rudy yang saat itu sedang mengerjakan salah satu proyek rahasia negara jerman sbg bahan tesis yaitu design kapal selam dengaj kemampuan khusus, tiba2 dihentikan di tengah jalannya proyek karena saat itu indonesia keluar dari NATO.
Akhir kata, sepertinya konsep harapan orang tua, seperti orang tua rudy yg mendoktrin anaknya untuk jadi pemimpin, harus lebih ditanamkan sejak anak masih kecil, bila sudah sepakat dgn konsep tsb, maka anak memiliki cita2 yang jelas dan aktivitasnya selalu terarah berjuang menggapai cita2nya.
Mungkin cerita dari orangtuanya dulu ya. Awalnya kisahnya begitu sempurna, tinggal di makassar, orangtua rudy adalah sepasang suami istri yang berasal dr keluarga terpandang, berpendidikan, dan ayah rudy adalah pejabat di jaman hindia belanda. Rudy bersekolah di sekolah indonesia hindia belanda. Orang tua rudy memiliki cita2 anak laki2 dr kel mereka kelak hrs jadi pemimpin. Keadaan berubah setelah pada usia belum smp, ayah rudy meninggal karena serangan jantung. Sebagai orang tua, tips yang bisa diambil dr decision yang diambil dr ibu Tuti Marini ibu Rudy adalah pada kondisi sulit mengambil keputusan terkait pendidikan harus sesuai kempuan, tdk hrs yg terbaik untuk semuanya, krn anaknya banyak... tapi ibu tuti melihat potensi dan mengutamakan anak laki2nya. Anak perempuan tetap sekolah meskipun bukan di sekolah terbaik.
Orang tua rudy jg tdk segan2 melakukan usaha ekstra demi biaya sekolah rudy di luar negeri. Rumah yang awalnya untuk kos, disulap menjadi hotel. Dalam buku ini dikisahkan jg pada bisnis, relationship sangat penting. Kos dan hotel sukses krn bu tuti memiliki jaringan pertemanan yang luas dan relationship yang baik.
Orang tua rudy pun layaknya orang tua jaman dahulu, ikut berperan dalam memilih jodoh. Konsisten pada tujuannya agar rudy menjadi pemimpin di indonesia, ibu tuti tidak mendukung bila rudy punya istri yang tidak bisa mengimbangi rudy, misalnya bukan org indonesia, atau tidak beragam islam, karena kelak tdk bisa mendukung rudy sbg istri seorang pemimpin indonesia.
Rudy juga meskipun kelak mjd intelektual dan sekaligus pemimpin, tapi masa mudanya jg sangat fun. Nonton, jalan2, main operet,dll. Jadi pesannya adalah sekolah harus serius, tapi fun tetap jalan.
Oya dan satu lagi d buku ini baru faham hubungan antara pendidikan dengan aktivitas politik negara. Dikisahkan rudy yang saat itu sedang mengerjakan salah satu proyek rahasia negara jerman sbg bahan tesis yaitu design kapal selam dengaj kemampuan khusus, tiba2 dihentikan di tengah jalannya proyek karena saat itu indonesia keluar dari NATO.
Akhir kata, sepertinya konsep harapan orang tua, seperti orang tua rudy yg mendoktrin anaknya untuk jadi pemimpin, harus lebih ditanamkan sejak anak masih kecil, bila sudah sepakat dgn konsep tsb, maka anak memiliki cita2 yang jelas dan aktivitasnya selalu terarah berjuang menggapai cita2nya.
Selasa, 27 Oktober 2015
Book review month-9 : Menjadi Haji Tanpa Berhaji, by Agus Mustofa
Menjadi haji tanpa berhaji
Kali ini membaca salah satu materi tasawuf modern dari Agus Mustofa, salah satu penulis yang banyak pro dan kontra.
Tertarik dengan buku ini karena belum menemukan buku lain yang menelaah tentang ibadah haji dalam bentuk cerita, dan dalam bahasa yang santai.
Dari judul bukunya saya pikir tadinya hanya akan mengingatkan tentang memaknai ibadah haji dengan benar, tetapi selain itu ternyata juga mengajak orang-orang yang belum dimampukan berhaji untuk memahami makna haji sehingga meskipun belum berangkat haji tapi faham makna, tujuan dari setiap ritualnya dan terinspirasi untuk berusaha menjadi seperti yang diharapkan pada umat islam yang sudah berhaji.
Banyak yang menarik meskipun kadang istilah yang digunakan mungkin kurang pas atau kurang sopan. Di bagian awal buku ini diingatkan supaya dalam berhaji memiliki niat yang benar, bukan tujuan duniawi semata. Diingatkan juga bahwa dalam setiap ritual ibadah haji hendaknya mengacu pada rukun ritualnya. Misalnya dikisahkan tentang seorang jamaah yang lupa doa towaf, dan ditelaah apakah doa towaf itu sesuatu yang sifatnya wajib dihafal? Atau sebenarnya inti towaf adalah dzikir?
Buku ini juga mengajak kita merenungkan lagi apakah tepat dengan adanya berbagai kemudahan yang terus berkembang pada ritual haji di masa kini, misalnya padang arafah dengan tenda ber AC, jamuan yang enak, jalanan yang semakin nyaman, dll, karena pafa hakikatnya haji adalah napak tilas segala peristiwa yang dialami nabi ibrahim as, supaya umat islam meneladaninya.
Dipaparkan bahwa wuquf di arafah dimaksudkan untuk perenungan diri untuk menentukan tujuan hidup, melempar jumrah adalah simbolisasi melawan setan dengan menyebut nama Allah, towaf mengumpamakan kehidupan manusia yang berbaur dengan berbagai karakter, sai adalah perjuangan yang tiada henti untuk mencapai tujuan. Salah satu ritual idul adha yaitu qurban mengajarkan umat untuk berserah diri dan senantiasa menjalankan perintah Allah meskipun kita tidak tau tujuannya.
Disimpulkan pada buku ini bahwa inti dari tujuan ibadah haji adalah berserah diri kepada Allah swt, selalu mengingat Allah pada segala keadaan. Lebih tinggi tingkatannya dari ibadah puasa ramadhan yang bertujuan supaya manusia bertaqwa, karena bekal untuk berserah diri adalah taqwa.
Kali ini membaca salah satu materi tasawuf modern dari Agus Mustofa, salah satu penulis yang banyak pro dan kontra.
Tertarik dengan buku ini karena belum menemukan buku lain yang menelaah tentang ibadah haji dalam bentuk cerita, dan dalam bahasa yang santai.
Dari judul bukunya saya pikir tadinya hanya akan mengingatkan tentang memaknai ibadah haji dengan benar, tetapi selain itu ternyata juga mengajak orang-orang yang belum dimampukan berhaji untuk memahami makna haji sehingga meskipun belum berangkat haji tapi faham makna, tujuan dari setiap ritualnya dan terinspirasi untuk berusaha menjadi seperti yang diharapkan pada umat islam yang sudah berhaji.
Banyak yang menarik meskipun kadang istilah yang digunakan mungkin kurang pas atau kurang sopan. Di bagian awal buku ini diingatkan supaya dalam berhaji memiliki niat yang benar, bukan tujuan duniawi semata. Diingatkan juga bahwa dalam setiap ritual ibadah haji hendaknya mengacu pada rukun ritualnya. Misalnya dikisahkan tentang seorang jamaah yang lupa doa towaf, dan ditelaah apakah doa towaf itu sesuatu yang sifatnya wajib dihafal? Atau sebenarnya inti towaf adalah dzikir?
Buku ini juga mengajak kita merenungkan lagi apakah tepat dengan adanya berbagai kemudahan yang terus berkembang pada ritual haji di masa kini, misalnya padang arafah dengan tenda ber AC, jamuan yang enak, jalanan yang semakin nyaman, dll, karena pafa hakikatnya haji adalah napak tilas segala peristiwa yang dialami nabi ibrahim as, supaya umat islam meneladaninya.
Dipaparkan bahwa wuquf di arafah dimaksudkan untuk perenungan diri untuk menentukan tujuan hidup, melempar jumrah adalah simbolisasi melawan setan dengan menyebut nama Allah, towaf mengumpamakan kehidupan manusia yang berbaur dengan berbagai karakter, sai adalah perjuangan yang tiada henti untuk mencapai tujuan. Salah satu ritual idul adha yaitu qurban mengajarkan umat untuk berserah diri dan senantiasa menjalankan perintah Allah meskipun kita tidak tau tujuannya.
Disimpulkan pada buku ini bahwa inti dari tujuan ibadah haji adalah berserah diri kepada Allah swt, selalu mengingat Allah pada segala keadaan. Lebih tinggi tingkatannya dari ibadah puasa ramadhan yang bertujuan supaya manusia bertaqwa, karena bekal untuk berserah diri adalah taqwa.
Senin, 05 Oktober 2015
Book review, month 8 : Aisyah
Aisyah
Karya : Sibel Eraslan
Aisyah adalah putri salah satu sahabat nabi, yaitu Abu Bakar. Menikah dengan Rasulullah pada usia 18thn, dan Rasulullah saat itu berusia 52thn. Acara pernikahannya dilakukan setahun dari pertunangannya. Pernikahan dilakukan di madinah, setelah hijrahnya Rasulullah. Aisyah adalah wanita yang hadir pada mimpi Rasulullah, yang berarti pernikahannya dengan Aisyah adalah perintah Allah.
Aisyah adalah satu-satunya wanita bukan janda yang dinikahi oleh Rasulullah
Pada percakapannya dengan Aisyah menggambarkan bahwa dalam memilih istri, Rasulullah lebih memilih yang masih perawan.
Di balik kecerdasannya sehingga banyak mencatat ilmu dari Rasulullah, Aisyah juga menggambarkan seorang perempuan biasa yang acapkali tergoda oleh gemerlap dunia, perhiasan untuk mempercantik diri di depan suaminya. Pada beberapa cerita dikisahkan Rasulullah selalu menasehatinya untuk menjaga diri dari godaan duniawi dan memilih perintah Allah dan Rasulullah.
Kisah tentang perhiasan salah satunya adalah pada saat sedang di perjalanan, kalung perak Aisyah terlepas dan hilang. Rasulullah meminta pasukan berhenti untuk mencari perhiasan itu, Aisyah pun sangat menyesal telah merepotkan. Dia sadar kalau memang perintah Allah menjauhi perhiasan adalah benar adanya. Pada saat itu pasukan mencari di suatu lembah pasir sampai kehabisan air dan tidak bisa berwudu. Saat itulah turun wahyu QS Al Maidah : 6, tentang bertayamum.
Aisyah adalah dengan wanita mana Rasulullah memperoleh wahyu ketika sedang di bawah selimut dengannya.
Aisyah adalah dimana Rasulullah wafat. Khotbah wada juga dikisahkan pada novel ini.
Di buku inipun diceritakan kehidupan Rasulullah bersama istri-istrinya. Dikisahkan Aisyah yang seringkali cemburu setiap kali Rasulullah menyebut Khadijah, istri yang paling dimuliakan; Selain itu istri yang lain adalah janda-janda yaitu Saudah, Hafsah putri Umar, Zainab, Ummu Salamah yang paling unggul pada hadis dan fiqih di antara istri yang lain, Ummu Habibah, Maimunah, Shafiyah. Dikisahkan juga Rasulullah yang selalu meminta Fatimah agar mencintai Aisyah, karena Fatimah juga mencintai apa yang dicintai Ayahandanya.
Pada akhir buku dikisahkan kehidupan pata ahli bait setelah Rasulullah meninggal dunia.
Karya : Sibel Eraslan
Aisyah adalah putri salah satu sahabat nabi, yaitu Abu Bakar. Menikah dengan Rasulullah pada usia 18thn, dan Rasulullah saat itu berusia 52thn. Acara pernikahannya dilakukan setahun dari pertunangannya. Pernikahan dilakukan di madinah, setelah hijrahnya Rasulullah. Aisyah adalah wanita yang hadir pada mimpi Rasulullah, yang berarti pernikahannya dengan Aisyah adalah perintah Allah.
Aisyah adalah satu-satunya wanita bukan janda yang dinikahi oleh Rasulullah
Pada percakapannya dengan Aisyah menggambarkan bahwa dalam memilih istri, Rasulullah lebih memilih yang masih perawan.
Di balik kecerdasannya sehingga banyak mencatat ilmu dari Rasulullah, Aisyah juga menggambarkan seorang perempuan biasa yang acapkali tergoda oleh gemerlap dunia, perhiasan untuk mempercantik diri di depan suaminya. Pada beberapa cerita dikisahkan Rasulullah selalu menasehatinya untuk menjaga diri dari godaan duniawi dan memilih perintah Allah dan Rasulullah.
Kisah tentang perhiasan salah satunya adalah pada saat sedang di perjalanan, kalung perak Aisyah terlepas dan hilang. Rasulullah meminta pasukan berhenti untuk mencari perhiasan itu, Aisyah pun sangat menyesal telah merepotkan. Dia sadar kalau memang perintah Allah menjauhi perhiasan adalah benar adanya. Pada saat itu pasukan mencari di suatu lembah pasir sampai kehabisan air dan tidak bisa berwudu. Saat itulah turun wahyu QS Al Maidah : 6, tentang bertayamum.
Aisyah adalah dengan wanita mana Rasulullah memperoleh wahyu ketika sedang di bawah selimut dengannya.
Aisyah adalah dimana Rasulullah wafat. Khotbah wada juga dikisahkan pada novel ini.
Di buku inipun diceritakan kehidupan Rasulullah bersama istri-istrinya. Dikisahkan Aisyah yang seringkali cemburu setiap kali Rasulullah menyebut Khadijah, istri yang paling dimuliakan; Selain itu istri yang lain adalah janda-janda yaitu Saudah, Hafsah putri Umar, Zainab, Ummu Salamah yang paling unggul pada hadis dan fiqih di antara istri yang lain, Ummu Habibah, Maimunah, Shafiyah. Dikisahkan juga Rasulullah yang selalu meminta Fatimah agar mencintai Aisyah, karena Fatimah juga mencintai apa yang dicintai Ayahandanya.
Pada akhir buku dikisahkan kehidupan pata ahli bait setelah Rasulullah meninggal dunia.
Langganan:
Postingan (Atom)