Selasa, 22 Desember 2015

Book review month 11 : "Aku bersyukur ibuku pikun" by Irna Permanasari

Aku Bersyukur Ibuku Pikun
By : Irna Permanasari

Buku ini sebenernya dibeli untuk bacaan ibuku, yang saat ini menghabiskan waktunya untuk merawat nenek yang pikun.

Banyak hal yang bisa diketahui dari buku ini, mulai dari ciri orang pikun dan penyebabnyanyang tidak pernah diketahu pasti secara medis.

Yang paling memprihatinkan adalah orang pikun hidup pada 2 masa, yaitu masa lalu dan pada waktu yang sedang dijalani. Yang sudah terlewat 5 menit yang lalu, lupa... karena bukan termasuk pada 2 masa tersebut...

Lantas kenapa Chili bersyukur? Karena dengan merawat orang pikun semakin mendewasakan dan menambah rasa sabar.

Yang pasti dengan membaca buku ini dan mengalami sendiri punya nenek pikun, akan menambah motivasi kita sbg anak untuk selalu memaksimalkan waktu yang ada untuk membahagiakan orang tua, karena kita tidak pernah tau, kapan pikun menyerang.

Senin, 16 November 2015

Ungkapan simpati, salahkah?

Ungkapan Simpati, salahkah?

Akhir-akhir ini ribut banget sosmed dengan ganti PP bendera prancis.
Kebetulan saya ikut ganti PP, jadi kepingin nulis sedikit.

Memang saya tidak tulis tagar #prayforparis; Kenapa? Boro-boro berdoa buat orang yang jauh... yang deket aja belum tentu... doa buat diri sendiri dan keluarga aja rasanya ga habis-habis... Hmmm abaikan... mungkin ini karena manajemen waktu saya aja yang kurang baik. Dan kalau ditanya, apa anda tidak berdoa untuk palestina, yang tiap hari kekejian terhadap muslim terjadi di sana? Well, itu adalah hubungan vertikal antara saya dengan Allah, tdk perlu saya klarifikasi. Terlebih terkait doa dalam islam, akan lebih baik bila kita mendoakan orang lain secara diam-diam, tanpa orang yang kita doakan mengetahuinya.

Kembali ke PP fb... Kalau menurut saya ya, pasang pp itu adalah suatu opsi praktis untuk menunjukkan simpati duka cita. Ibaratnya ada orang meninggal di jakarta, di jakarta banyaaak sekali penjual karangan bunga, bahkan bisa tinggal telpon, atau online delivery, jadi orang yang tak sempat melayat atau bahkan tidak tau nomor kerabat si meninggal yang bisa dihubungi, bisa pesan karangan bunga dengan mudah, dan praktis. Beda dengan kondisinya misal ada rekan tinggal di pedalaman papua, meninggal dunia. Opsi menunjukkan simpati dengan karangan bunga akan jadi tidak ada karena tidak memungkinkan, maka mungkin kita hanya bisa kirim SMS aja ke kerabatnya yang berduka, itu juga kalo kita tahu nomernya, kalau nggak?? Setidaknya dengan para keluarga korban tau, banyak yang bersimpati, mungkin bisa menguatkan mereka.
Menurut saya dengan saya, sebagai muslim, bersimpati, akan menunjukkan bahwa ajaran muslim yang saya tahu tidak mendukung tindakan keji seperti itu.

Tentang negara prancis, yang notabene ternyata punya beberapa catatan tindakan keji terhadap islam, lalu apakah benar kalau kita bela si teroris? Kalau menurut saya pribadi dengan kita membela teroris sama aja kita juga teroris. Apakah para korban itu adalah keluarga para penjahat yang ada hubungannya dengan berbagai rentetan tindakan keji yang pernah dilakukan "prancis" terhadap "islam"? Bahkan kita tidak tau persis itu prancis dan islam yang mana??
Tetap yang terbaik adalah berkhusnuzhon bahwa para korban adalah orang baik, selama tidak ada yang membuktikan bahwa para korban telah sebelumnya berbuat jahat pada para bomber, dan belum ada yang mengabarkan bahwa para korban adalah penjahat.

Nia,
Catatan di akhir hari,
17 Nov 2015

Rabu, 11 November 2015

Book review month 10 : "Rudy" by Gina S Noer

Rudy adalah salah satu buku kisah hidup BJ Habibie yang mengisahkan tentang perjuangannya untuk bersekolah, selain itu juga mengisahkan contoh cara yang dilakukan orang tua dengan finansial pas-pas an dan banyak anak, mencari solusi, mengambil keputusan dan berstrategi untuk mengusahakan pendidikan yang optimal bagi anak-anaknya.

Mungkin cerita dari orangtuanya dulu ya. Awalnya kisahnya begitu sempurna, tinggal di makassar, orangtua rudy adalah sepasang suami istri yang berasal dr keluarga terpandang, berpendidikan, dan ayah rudy adalah pejabat di jaman hindia belanda. Rudy bersekolah di sekolah indonesia hindia belanda. Orang tua rudy memiliki cita2 anak laki2 dr kel mereka kelak hrs jadi pemimpin. Keadaan berubah setelah pada usia belum smp, ayah rudy meninggal karena serangan jantung. Sebagai orang tua, tips yang bisa diambil dr decision yang diambil dr ibu Tuti Marini ibu Rudy adalah pada kondisi sulit mengambil keputusan terkait pendidikan harus sesuai kempuan, tdk hrs yg terbaik untuk semuanya, krn anaknya banyak... tapi ibu tuti melihat potensi dan mengutamakan anak laki2nya. Anak perempuan tetap sekolah meskipun bukan di sekolah terbaik.

Orang tua rudy jg tdk segan2 melakukan usaha ekstra demi biaya sekolah rudy di luar negeri. Rumah yang awalnya untuk kos, disulap menjadi hotel. Dalam buku ini dikisahkan jg pada bisnis, relationship sangat penting. Kos dan hotel sukses krn bu tuti memiliki jaringan pertemanan yang luas dan relationship yang baik.

Orang tua rudy pun layaknya orang tua jaman dahulu, ikut berperan dalam memilih jodoh. Konsisten pada tujuannya agar rudy menjadi pemimpin di indonesia, ibu tuti tidak mendukung bila rudy punya istri yang tidak bisa mengimbangi rudy, misalnya bukan org indonesia, atau tidak beragam islam, karena kelak tdk bisa mendukung rudy sbg istri seorang pemimpin indonesia.

Rudy juga meskipun kelak mjd intelektual dan sekaligus pemimpin, tapi masa mudanya jg sangat fun. Nonton, jalan2, main operet,dll. Jadi pesannya adalah sekolah harus serius, tapi fun tetap jalan.

Oya dan satu lagi d buku ini baru faham hubungan antara pendidikan dengan aktivitas politik negara. Dikisahkan rudy yang saat itu sedang mengerjakan salah satu proyek rahasia negara jerman sbg bahan tesis yaitu design kapal selam dengaj kemampuan khusus, tiba2 dihentikan di tengah jalannya proyek karena saat itu indonesia keluar dari NATO.

Akhir kata, sepertinya konsep harapan orang tua, seperti orang tua rudy yg mendoktrin anaknya untuk jadi pemimpin, harus lebih ditanamkan sejak anak masih kecil, bila sudah sepakat dgn konsep tsb, maka anak memiliki cita2 yang jelas dan aktivitasnya selalu terarah berjuang menggapai cita2nya.

Selasa, 27 Oktober 2015

Book review month-9 : Menjadi Haji Tanpa Berhaji, by Agus Mustofa

Menjadi haji tanpa berhaji

Kali ini membaca salah satu materi tasawuf modern dari Agus Mustofa, salah satu penulis yang banyak pro dan kontra.

Tertarik dengan buku ini karena belum menemukan buku lain yang menelaah tentang ibadah haji dalam bentuk cerita, dan dalam bahasa yang santai.

Dari judul bukunya saya pikir tadinya hanya akan mengingatkan tentang memaknai ibadah haji dengan benar, tetapi selain itu ternyata juga mengajak orang-orang yang belum dimampukan berhaji untuk memahami makna haji sehingga meskipun belum berangkat haji tapi faham makna, tujuan dari setiap ritualnya dan terinspirasi untuk berusaha menjadi seperti yang diharapkan pada umat islam yang sudah berhaji.

Banyak yang menarik meskipun kadang istilah yang digunakan mungkin kurang pas atau kurang sopan. Di bagian awal buku ini diingatkan supaya dalam berhaji memiliki niat yang benar, bukan tujuan duniawi semata. Diingatkan juga bahwa dalam setiap ritual ibadah haji hendaknya mengacu pada rukun ritualnya. Misalnya dikisahkan tentang seorang jamaah yang lupa doa towaf, dan ditelaah apakah doa towaf itu sesuatu yang sifatnya wajib dihafal? Atau sebenarnya inti towaf adalah dzikir?

Buku ini juga mengajak kita merenungkan lagi apakah tepat dengan adanya berbagai kemudahan yang terus berkembang pada ritual haji di masa kini, misalnya padang arafah dengan tenda ber AC, jamuan yang enak, jalanan yang semakin nyaman, dll, karena pafa hakikatnya haji adalah napak tilas segala peristiwa yang dialami nabi ibrahim as, supaya umat islam meneladaninya.

Dipaparkan bahwa wuquf di arafah dimaksudkan untuk perenungan diri untuk menentukan tujuan hidup, melempar jumrah adalah simbolisasi melawan setan dengan menyebut nama Allah, towaf mengumpamakan kehidupan manusia yang berbaur dengan berbagai karakter, sai adalah perjuangan yang tiada henti untuk mencapai tujuan. Salah satu ritual idul adha yaitu qurban mengajarkan umat untuk berserah diri dan senantiasa menjalankan perintah Allah meskipun kita tidak tau tujuannya.

Disimpulkan pada buku ini bahwa inti dari tujuan ibadah haji adalah berserah diri kepada Allah swt, selalu mengingat Allah pada segala keadaan. Lebih tinggi tingkatannya dari ibadah puasa ramadhan yang bertujuan supaya manusia bertaqwa, karena bekal untuk berserah diri adalah taqwa.

Senin, 05 Oktober 2015

Book review, month 8 : Aisyah

Aisyah
Karya : Sibel Eraslan

Aisyah adalah putri salah satu sahabat nabi, yaitu Abu Bakar. Menikah dengan Rasulullah pada usia 18thn, dan Rasulullah saat itu berusia 52thn. Acara pernikahannya dilakukan setahun dari pertunangannya. Pernikahan dilakukan di madinah, setelah hijrahnya Rasulullah. Aisyah adalah wanita yang hadir pada mimpi Rasulullah, yang berarti pernikahannya dengan Aisyah adalah perintah Allah.

Aisyah adalah satu-satunya wanita bukan janda yang dinikahi oleh Rasulullah
Pada percakapannya dengan Aisyah menggambarkan bahwa dalam memilih istri, Rasulullah lebih memilih yang masih perawan.

Di balik kecerdasannya sehingga banyak mencatat ilmu dari Rasulullah, Aisyah juga menggambarkan seorang perempuan biasa yang acapkali tergoda oleh gemerlap dunia, perhiasan untuk mempercantik diri di depan suaminya. Pada beberapa cerita dikisahkan Rasulullah selalu menasehatinya untuk menjaga diri dari godaan duniawi dan memilih perintah Allah dan Rasulullah.

Kisah tentang perhiasan salah satunya adalah pada saat sedang di perjalanan, kalung perak Aisyah terlepas dan hilang. Rasulullah meminta pasukan berhenti untuk mencari perhiasan itu, Aisyah pun sangat menyesal telah merepotkan. Dia sadar kalau memang perintah Allah menjauhi perhiasan adalah benar adanya. Pada saat itu pasukan mencari di suatu lembah pasir sampai kehabisan air dan tidak bisa berwudu. Saat itulah turun wahyu QS Al Maidah : 6, tentang bertayamum.

Aisyah adalah dengan wanita mana Rasulullah memperoleh wahyu ketika sedang di bawah selimut dengannya.

Aisyah adalah dimana Rasulullah wafat. Khotbah wada juga dikisahkan pada novel ini.

Di buku inipun diceritakan kehidupan Rasulullah bersama istri-istrinya. Dikisahkan Aisyah yang seringkali cemburu setiap kali Rasulullah menyebut Khadijah, istri yang paling dimuliakan; Selain itu istri yang lain adalah janda-janda yaitu Saudah, Hafsah putri Umar, Zainab, Ummu Salamah yang paling unggul pada hadis dan fiqih di antara istri yang lain, Ummu Habibah, Maimunah, Shafiyah. Dikisahkan juga Rasulullah yang selalu meminta Fatimah agar mencintai Aisyah, karena Fatimah juga mencintai apa yang dicintai Ayahandanya.

Pada akhir buku dikisahkan kehidupan pata ahli bait setelah Rasulullah meninggal dunia.

Senin, 24 Agustus 2015

Book review, month 7 : Gatot M Suwondo, Menggerakkan transformasi BNI

Kali ini baca buku biar tambah wawasan, apa sih yang dilakukan seorang direktur bank yang pada masa jabatannya terpilih menjadi best BUMN?
Meskipun belum di posisi tersebut, setidaknya bisa sekedar tahu, jadi tidak kaget kalau sewaktu-waktu jadi rejeki :)

Buku ini adalah suatu buku transformatografi, pengarangnya jurnalis pro, syamsuddin haesy, saya pun baru kali ini dengar istilah itu... ternyata artinya penggambaran berbagai pikiran, sikap tindakan seseorang yang dilakukan terhadap suatu lembaga untuk mencapai kinerja terbaik

Buku ini sangat kaya, diingatkan lagi tentang indikator perbankan, perbedaan manager dan leader, dan berbagai data, fakta serta gagasan terkait bisnis perbankan.

Salah satu yang menyindir terkait kepemimpinan, disebutkan bahwa manager adalah orang yang bekerja untuk dibayar, dan biasanya latar belakang lingkungannya memotivasi untuk selalu hidup nyaman. Berbeda dengan leader yang berpegang pada visi, menjadi inspirasi, dan memotivasi.

Pak Gatot sebagai seorang muslim sangat mahir menerjemahkan prinsip hidup.manusia yang terpapar di al quran, menjadi suatu definisi yang lebih mendunia, salah satunya tugas manusia untuk beribadah dan juga menjadi khalifah di muka bumi, diterjemahkan menjadi tugas untuk mengabdi pada Allah dan menjalankan fungsi kepemimpinan di dunia.

Selain itu juga spiritualnya yang kuat menjadi background dalam menciptakan nilai-nilai budaya kerja, misalnya 5th CEO Directive Action to All BNI Employee, diawali dengan bekerja dengan hati bersih, positif, sepenuh hati, pelihara momentum pertumbuhan, dan terakhit selalu berdoa.

Selain aspek agama, beliau juga selalu menggunakan local wisdom dalam berbagai aspek, misalnya untuk aspek kepemimpinan, digunakan falsafah ki hajar dewantara, ing ngarso sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani, beliau juga menggunakan falsafah cina dalam membangun bisnis, yaitu cincai yang menciptakan hopeng, cuan dari hoki, dan cengli, trust.

Beberapa transformasi yang dipaparkan di buku ini di antaranya, penggunaan istilah BNI Reformasi 1.0 untuk memulai transformasi pada tahun 2007, perubahan konsep product centric menjadi customer centric, perubahan peran pimwil sebagai CEO, perubahan CSR menjadi CCR yang lebih fokus, dengan realisasi project Kampoeng BNI.

Prestasinya antara lain, spin of BNI syariah pada tahun 2010, Secondary public offering pada 2010,
Best BUMN pada 2011, didukung oleh keberhasilan transformasi yang ditunjukkan oleh indikator rasio keuangan yang membaik

Jumat, 17 Juli 2015

Farewell Note

Another hello, another goodbye...

Menjadi seorang ibu bekerja, salah satu tantangannya adalah tidak menjadi cengeng pada saat melepas seorang "anak angkat", atau katakanlah "anggota keluarga". Apalagi model seperti saya, the mellow-er.

Siapa?
Tentu saja asisten. Ya, asisten adalah ibaratnya seorang anak angkat buat saya. Di sela tugasnya yang beragam, layaknya seorang anak angkat, saya selalu berusaha mengajarkan hal baru, dan menganggapnya sebagai keluarga sendiri.

Ini adalah ke-5 kalinya saya me"lulus"kan asisten saya. Yang sebelum2nya resign karena menikah, kali ini karena ingin mencoba pekerjaan lain. Ada yang beda pada asisten saya yg terakhir ini dengan yang sebelum2nya, asisten yang ini sembari bekerja, juga mengambil kelas kejar paket setara SMA pada setiap weekend. Mungkin kali ini dia ingin memanfaatkan ijazahnya pada petualangan barunya. Asisten yang kali ini juga cukup update teknologi, untuk resep masakan, saya cukup copas dari hasil browsing lalu saya bbm atau wa ke dia. Bahkan kalau saya lupa, dia inisiatif browsing sendiri.

Yang kali ini sudah 2 tahun dia tinggal bersama kami. Dari pengalaman yang sebelum2nya juga, saya pikir bekerja menjadi seorang ART ada miripnya dengan (maaf) PSK. Mereka sangat profesional, bekerja tanpa perasaan. Bayangkan saja setiap hari bermain, bercanda, tidur bareng, menyuapi, mengajari anak2 saya, selama rata2 10 jam saya tidak ada di rumah, namun dengan santainya mereka meninggalkan keseharian itu. Seperti ga punya perasaan kan? Hehe...

Saya... kehilangan, ya tentu saja. Karena harus mulai dari awal lagi, itu suatu hal. Namun hal lainnya karena saya harus lepaskan seorang anak manusia yang sehari2nya saya pantau, saya nasehati, saya bantu bila ada kesulitan. Saya tidak pernah yakin apakah kehidupannya setelah ini bisa lebih menyenangkan. Bisa masak makanan enak setiap hari, tidur siang tiap hari, bisa tidur di kasur yang empuk dan kamar yang nyaman, bisa jalan ke mall setiap weekend.

Ngomong soal bantuin asisten yang satu ini, baru kali ini juga di tengah meeting seru di kantor tetiba ada bbm masuk "bu, tolong transferin ke kampung dong, ibu saya kehabisan duit, nanti uangnya saya ganti di rumah" , atau "bu, temen saya lagi di jalan kehabisan duit, tlg transferin dulu ya bu, 100rb aja" :D

Tapi kadang juga saya dibantuin dia, di tengah meeting yang pelik, bisa semangat lagi setelah liat bbm masuk, foto anak saya yang kecil... "bu, adek bisa selfi sendiri", haha live report. Banyak lagi yang lainnya, "Bu, adek minta pake rok" atau "Bu, adek minta difoto sama ayam" :)

Anyway, goodluck deh mbak... thank you for the awesome 2 yrs... we miss you already...

At the end, i'll try to be as dr seuss said...

"Don't cry because its over, but smile because it happened"

Saya yakin ini waktunya saya membantu anak manusia yang lain lagi, dan tentu saja keluarganya. Seperti biasa, Allah sudah mengatur semuanya, tugas manusia ikhtiar dan berdoa.

:)

Artikel lainnya :