"Bacalah dan Naiklah"
Derajat di surga tergantung pada hafalan Qur’an
Semakin banyak hafalannya, akan semakin tinggi kedudukan yang didapatkan di surga kelak. RasulullahShallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
يقال لصاحب القرآن اقرأ وارتقِ، ورتل كما كنت ترتل في الدنيا، فإن منزلك عند آخر آية تقرؤها
“akan dikatakan kepada shahibul qur’an (di akhirat) : bacalah dan naiklah, bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membaca dengan tartil di dunia. karena kedudukanmu tergantung pada ayat terakhir yang engkau baca” (HR. Abu Daud 2240, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abi Daud).
Bagi yang ingin menambah amalan ibadah di tahun 2018 ini dengan lebih tertib menambah hafalan Qur'an, ada baiknya banyak bertanya pada para hafiz hafizah untuk memperoleh berbagai tips menghafal, karena metode dan tipa menghafal sangat beragam dan terkadang satu metode tidak pas untuk kita, mungkin kita pas sengan metode yang lain.
Kali ini saya share lagi metode menghafal bersama komunitas HOTS - Hafiz On The Stret.
1. Yang pertama kali saya harus punya adalah gadget android yang paket nya selalu aktif dan terinstall aplikasi Whatsapp, karena komunitas ini aktivitasnya ada di grup
2. Saya minta diregister ke salah satu grup oleh admin grup, sesuai dengan surat yang ingin saya hafalkan, dan saya memperoleh satu kode peserta
3. Setiap hari, saya harus setor 1 ayat yang anda sudah hafal hari sebelumnya tanpa artinya + 1 ayat selanjutnya sebagai target hafalan hari ini dengan artinya
4. Untuk bantu menghafal, salah satu caranya adalah sering mendengar. Salah satu tips nya saya install aplikasi hafalan, saya install Quran Memorization (Hafiz). Aplikasi ini dapat disetting nama reciter nya, surat yang akan dibaca, ayat mana sampai mana, berapa kali ulang, dan setiap ayat berapa kali ulang.
5. Tentukan waktu kapan harus mendengar setiap pagi. Saya biasanya menyetting 25x setiap 2 ayat yang harus saya setor untuk saya dengar setiap pagi. Karena kalau pagi saya beraktivitas di jalan, saya mendengarkannya di perjalanan dari rumah ke kantor. Mungkin untuk yang pagi harinya punya aktivitas lain bisa sambil memasak, sambil jaga toko, sambil memandikan anak, nganter anak sekolah, dll.
6. Saya juga gunakan juga aplikasi catatan di gadget untuk mencatat kode setoran saya sesuai ketentuan, jadi setiap kali setoran tinggal copy paste saja. Catatan ini sekaligus sebagai pengingat hafalan kita sudah sampai ayat berapa. Saya juga biasanya menulis ayat-ayat yang sudah saya hafal untuk memastikan... ya... bahwa saya hafal.
7. Setiap malam, lakukan recording dan setor hafalan anda. Lalu lakukan murajaah dari ayat pertama surat yang saya hafal.
8. Dengarkan review dari hafizah yang ada di grup dan lakukan perbaikan secara terus menerus.
9. Lakukan setoran secara isiqamah sesuai jadwal, karena sedikit ketinggalan akan mengendorkan semangat.
Demikian, semoga sharingnya bermanfaat ya :)
seperti kupu-kupu... warna-warni nya cantik... terbang bebas kemana saja... berkolaborasi dengan bunga-bunga... salah satu yang membuat indah dunia...
Minggu, 07 Januari 2018
Minggu, 24 September 2017
"Pulau Merak Kecil"
"Pulau Merak Kecil"
Pantai barat jawa adalah salah satu alternatif wisata bagi anda yang bosan bermacet-macet di Puncak atau Bandung.
Bila ingin mencari petualangan baru di pantai barat jawa, selain Anyer dan Carita, pulau ini boleh dicoba.
Apalagi bila anak-anak Anda belum pernah melihat secara langsung sebuah "pulau", untuk newbie sangat pas kesini.
Pulau ini belum dijadikan kawasan wisata komersial secara legal, jadi jangan harap ada "plang" petunjuk lokasi dan sarana-prasarana yang lengkap.
Untuk menuju pulau ini, dari kota cilegon carilah Polsek Merak. Tepat di sebelum kantor polsek, ada gang ke dalam, langsung Anda bisa temui parkiran mobil yang cukup rindang dan kapal nelayan yang siap mengantar Anda menyeberangi laut ke pulau.
Pulau nya kelihatan di depan mata. Waktu tempuhnya mungkin sekitar 10 menit naik kapal nelayan.
Biaya naik kapal per kepala Rp 15.000.
Dari pulau dapat terlihat kapal-kapal kecil ataupun besar.
Airnya jernih.
Ombaknya ada (tidak seperti pantai Ancol yang tak berombak), dan tidak terlalu besar karena terhalang karang.
Pasirnya cukup bersih, banyak batu karang besar dan kecil, sangat cocok untuk anak-anak yang suka berburu karang.
Kadang ketemu juga dengan ikan kecil dan bintang laut.
Fasilitas di pulau sangat terbatas. Tidak ada toilet.
Adanya hanya penjaja pop mi dan minuman seadanya.
Demikian sekilas info wisata pulau merak kecil.
Semoga bermanfaat.
Pantai barat jawa adalah salah satu alternatif wisata bagi anda yang bosan bermacet-macet di Puncak atau Bandung.
Bila ingin mencari petualangan baru di pantai barat jawa, selain Anyer dan Carita, pulau ini boleh dicoba.
Apalagi bila anak-anak Anda belum pernah melihat secara langsung sebuah "pulau", untuk newbie sangat pas kesini.
Pulau ini belum dijadikan kawasan wisata komersial secara legal, jadi jangan harap ada "plang" petunjuk lokasi dan sarana-prasarana yang lengkap.
Untuk menuju pulau ini, dari kota cilegon carilah Polsek Merak. Tepat di sebelum kantor polsek, ada gang ke dalam, langsung Anda bisa temui parkiran mobil yang cukup rindang dan kapal nelayan yang siap mengantar Anda menyeberangi laut ke pulau.
Pulau nya kelihatan di depan mata. Waktu tempuhnya mungkin sekitar 10 menit naik kapal nelayan.
Biaya naik kapal per kepala Rp 15.000.
Dari pulau dapat terlihat kapal-kapal kecil ataupun besar.
Airnya jernih.
Ombaknya ada (tidak seperti pantai Ancol yang tak berombak), dan tidak terlalu besar karena terhalang karang.
Pasirnya cukup bersih, banyak batu karang besar dan kecil, sangat cocok untuk anak-anak yang suka berburu karang.
Kadang ketemu juga dengan ikan kecil dan bintang laut.
Fasilitas di pulau sangat terbatas. Tidak ada toilet.
Adanya hanya penjaja pop mi dan minuman seadanya.
Demikian sekilas info wisata pulau merak kecil.
Semoga bermanfaat.
Kamis, 24 Agustus 2017
Beautiful garden, A reward for Qur'an learn
"Tamasya di Taman, Hadiah Hafalan Surat Ar-Rahman"
Bismillahirahmannirrahim
---
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (QS Ath-Thalaq : 2-3)
---
Saya mungkin hanya remahan malkist bila dibanding para ODOJ-ers. Target bacaan quran belum berani banyak, lafal juga masih jauh dari sempurna.
Tapi alhamdulillah surat Ar Rahman, Al Waqiah dan Al Mulk sudah 2 tahun terakhir ini menjadi "makanan" sehari-hari saya. Sayangnya selama ini saya belum dapat hidayah untuk menghafal.
Akhir Juli yang lalu saya mengambil sisa cuti saya sekitar 1 minggu. Tak ingin hari-hari cuti saya sia-sia, alhamdulillah tiba-tiba saya mendapat ide untuk menghafal surat Ar Rahman selama saya cuti.
Saya mulai browsing berbagai macam metode menghafal yang kira-kira pas dan efektif untuk saya.
Langkah-langkahnya kira-kira seperti ini :
1. Saya unduh aplikasi Quran Memorization (Haafiz)
2. Ar Rahman terdiri dari sekitar 45 baris, saya targetkan saya bisa hafal 3 baris per hari, sehingga akhirnya saya potong menjadi 15 bagian
3. Saya tulis di aplikasi "note" di gadget, masing-masing potongan adalah ayat berapa s.d berapa, dan potongan kata yang memulai tiap-tiap bagian
4. Setiap pagi saya dengarkan 1 bagian, dengan aplikasi yang sudah saya install, dan diputar minimal 25x, lalu setelah isya diulang lagi dan dihafalkan
5. Hari selanjutnya langkah yang sama dan dilafalkan dari bagian yang sudah dihafal pada hari-hari sebelumnya
6. Gunakan jari tangan sebagai alat bantu menghitung ayat
7. Bila lupa antar bagian yang dihafal, fungsi catatan di gadget adalah untik diintip
Mungkin ada yang mau coba metode di atas, dimulai dengan niat dan basmalah...insyaAllah hafal sesuai hari yang ditargetkan.
Tibalah pada suatu hari ba'da magrib, di beberapa hari sebelum target waktu hafalan saya berakhir, ada telepon masuk dari pak bos di kantor. Ternyata pak bos menawarkan untuk ikut suatu event kantor, tour ke Singapore karena di last minute ada sisa slot peserta, dan rekan kantor yang lainnya berhalangan.
Setelah cek agenda saya, sepertinya tidak bentrok dengan acara lain yang penting, saya ambillah penawarannya. Meskipun sebenarnya belum pasti berangkat juga karena paspor baru disubmit ke tour agent dan tiket belum dibeli.
Alhamdulillah atas ijin Allah, saya berangkat juga ke Singapore tepat setelah hafalan saya selesai.
Meskipun ini adalah yang ke sekian kalinya ke Singapore, tetapi pergi dengan rombongan yang berbeda menambah pengalaman dan kemanfaatan yang berbeda.
Selain itu, kali ini saya mengunjungi venue yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya... Flower Dome, Garden By The Bay. 🌸🌸
Ya... ternyata kali ini hadiah hafalan surat Ar Rahman saya (tentunya ini di luar faktor hasil kerja saya yang mungkin dianggap berprestasi sama pak bos yaaa...) yang tak disangka-sangka adalah tamasya di taman bunga di tepi laut.
Semoga kelak bisa dihadiahi tamasya di taman surga.
Saat ini saya alhamdulillah sudah gabung di WA Group Hafidz On The Street #HOTS, supaya bacaan hafalan saya ada yang review karena masih banyak kekurangan.
Bukan bermaksud riya atau apa... tapi maksudnya semoga catatan ini menginspirasi dan menambah semangat untuk menghafal quran untuk pembaca ☺
Bismillahirahmannirrahim
---
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (QS Ath-Thalaq : 2-3)
---
Saya mungkin hanya remahan malkist bila dibanding para ODOJ-ers. Target bacaan quran belum berani banyak, lafal juga masih jauh dari sempurna.
Tapi alhamdulillah surat Ar Rahman, Al Waqiah dan Al Mulk sudah 2 tahun terakhir ini menjadi "makanan" sehari-hari saya. Sayangnya selama ini saya belum dapat hidayah untuk menghafal.
Akhir Juli yang lalu saya mengambil sisa cuti saya sekitar 1 minggu. Tak ingin hari-hari cuti saya sia-sia, alhamdulillah tiba-tiba saya mendapat ide untuk menghafal surat Ar Rahman selama saya cuti.
Saya mulai browsing berbagai macam metode menghafal yang kira-kira pas dan efektif untuk saya.
Langkah-langkahnya kira-kira seperti ini :
1. Saya unduh aplikasi Quran Memorization (Haafiz)
2. Ar Rahman terdiri dari sekitar 45 baris, saya targetkan saya bisa hafal 3 baris per hari, sehingga akhirnya saya potong menjadi 15 bagian
3. Saya tulis di aplikasi "note" di gadget, masing-masing potongan adalah ayat berapa s.d berapa, dan potongan kata yang memulai tiap-tiap bagian
4. Setiap pagi saya dengarkan 1 bagian, dengan aplikasi yang sudah saya install, dan diputar minimal 25x, lalu setelah isya diulang lagi dan dihafalkan
5. Hari selanjutnya langkah yang sama dan dilafalkan dari bagian yang sudah dihafal pada hari-hari sebelumnya
6. Gunakan jari tangan sebagai alat bantu menghitung ayat
7. Bila lupa antar bagian yang dihafal, fungsi catatan di gadget adalah untik diintip
Mungkin ada yang mau coba metode di atas, dimulai dengan niat dan basmalah...insyaAllah hafal sesuai hari yang ditargetkan.
Tibalah pada suatu hari ba'da magrib, di beberapa hari sebelum target waktu hafalan saya berakhir, ada telepon masuk dari pak bos di kantor. Ternyata pak bos menawarkan untuk ikut suatu event kantor, tour ke Singapore karena di last minute ada sisa slot peserta, dan rekan kantor yang lainnya berhalangan.
Setelah cek agenda saya, sepertinya tidak bentrok dengan acara lain yang penting, saya ambillah penawarannya. Meskipun sebenarnya belum pasti berangkat juga karena paspor baru disubmit ke tour agent dan tiket belum dibeli.
Alhamdulillah atas ijin Allah, saya berangkat juga ke Singapore tepat setelah hafalan saya selesai.
Meskipun ini adalah yang ke sekian kalinya ke Singapore, tetapi pergi dengan rombongan yang berbeda menambah pengalaman dan kemanfaatan yang berbeda.
Selain itu, kali ini saya mengunjungi venue yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya... Flower Dome, Garden By The Bay. 🌸🌸
Ya... ternyata kali ini hadiah hafalan surat Ar Rahman saya (tentunya ini di luar faktor hasil kerja saya yang mungkin dianggap berprestasi sama pak bos yaaa...) yang tak disangka-sangka adalah tamasya di taman bunga di tepi laut.
Semoga kelak bisa dihadiahi tamasya di taman surga.
Saat ini saya alhamdulillah sudah gabung di WA Group Hafidz On The Street #HOTS, supaya bacaan hafalan saya ada yang review karena masih banyak kekurangan.
Bukan bermaksud riya atau apa... tapi maksudnya semoga catatan ini menginspirasi dan menambah semangat untuk menghafal quran untuk pembaca ☺
Jumat, 31 Maret 2017
"Be the most useful moslem"
"Be the most useful moslem"
Di perjalanan komuter malam ini, di lini masa sebuah media sosial saya melihat artikel dengan judul "Jika anak sekolah terlalu dini" karya seorang psikolog kondang.
Bukan pertama kalinya memang saya menemukan artikel ini, tapi kali ini saya tergoda untuk mengisi waktu merefleksi diri dengan menulis tanggapan saya terhadap artikel ini.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda :
خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).
Menanggapi artikel ini mungkin ada yang langsung tercetus, pro atau kontra?
Buat saya bukan masalah pro atau kontra.
Kembali ke hadist di atas, untuk mengetahui kondisi yang seperti apakah yang membuat kita lebih bermanfaat untuk manusia? Hanya hati nurani dan takdir Allah yang berasal dari doa-doa yang kita panjatkan sebagai cerminan intuisi kita lah yang menjawab.
Pada saat intuisi saya berkata, saya punya skill yang cukup, untuk bekerja di luar rumah dan memanage waktu, dan akan lebih bermanfaat bila saya bekerja, saya bisa perdalam ilmu agama dari pekerjaan saya, bisa berbagi ilmu ke orang lain, mengambil bagian dalam mengembangkan perekonomian islam, bisa menyenangkan orang tua saya, bersedekah lebih banyak, dan mungkin berbagai manfaat yang lain, maka saya berdoa, "semoga Allah memudahkan saya bekerja, melindungi anak saya selama saya tinggal, dan selama dia "tempat bermain", melindungi lahirnya, melindungi batinnya" yaa... tempat bermain, bukan sekolah. Tapi sebagai bahan awareness, bermanfaat juga artikel ini supaya kita perhatikan bagaimana aktivitas di kelompok bermain anak-anak kita apakah anak kita benar bermain atau belajar?
Mungkin saya bukan seorang psikolog, tapi saya coba berlogika saja, saya lihat anak saya happy dan semangat pada saat mobil jemputannya datang setiap pagi, sama ekspresi "happy"-nya dengan kondisi saat diajak bermain di playground di mall misalnya, insyaAllah itulah jawaban doa-doa saya, anak saya happy dan tidak ada masalah.
Dengan kondisi saya tentunya pilihannya adalah memasukkan anak ke "kelompok bermain" (catat : bukan tempat belajar) untuk dapat bermain secara terarah dan bermanfaat untuk perkembangannya, daripada di rumah dengan nanny yang tidak punya skill khusus dalam hal mengarahkan anak. Di sana anak saya bermain angka, bermain huruf, dan dia tidak pernah merasa dituntut untuk harus bisa.
Mungkin ibu lain ada yang merasa skill nya tidak cocok bekerja di luar rumah. Lebih cocok di rumah untuk memasak, membuat kue, membimbing anak, bermain dengan anak, sehingga menurut ibu lain anaknya akan tumbuh lebih optimal bila ibu di rumah. Selain untuk anak, dengan di rumah ibu akan lebih bermanfaat untuk orang tuanya, misalnya lebih sering berbincang dengan orang tua, atau menelpon, mendengar curhatnya, memasak, menemani belanja dan yang lain.
Dengan kondisi ibu itu tentunya sesuai yang lebih baik yang ditulis di artikel itu pilihannya adalah anak di rumah saja bermain dengan pengawasan dan pengarahan ibu.
So, just believe in your self and dont let anyone nor any article let you down.
Jangan "baper" 😄
Mungkin artikel-artikel tertentu bukan ditujukan untuk kondisi kita bu, kita aja yang terlalu "pede", merasa sok disindir sama artikel dan jadi "baper". Mungkin beberapa artikel ditulis sebagai bahan renungan untuk para ibu yang kondisinya beda dengan kita.
Belajarlah terus untuk mengasah dan mempercayai intuisi kita. Allah menciptakan manusia dengan masing-masing kelebihan dan kekurangan, tugas kita lah untuk mengasah dan berintuisi dalam membuat keputusan.
Dari salah satu artikel yang pernah saya baca, intuisi adalah yang membedakan antara seorang "top leader" dengan para pemimpin yang lain.
One of the primary reasons top leaders are able to make tough decisions is because they have learned to trust their intuitive instincts. Bill Gates says, "Often you have to rely on intuition."
The facts are great, and we need them, but sometimes it boils down to what we feel in our gut. Facts are the "math" of decision-making while intuition is the "art."
Finally, use your intuition and be the most useful of you.
Di perjalanan komuter malam ini, di lini masa sebuah media sosial saya melihat artikel dengan judul "Jika anak sekolah terlalu dini" karya seorang psikolog kondang.
Bukan pertama kalinya memang saya menemukan artikel ini, tapi kali ini saya tergoda untuk mengisi waktu merefleksi diri dengan menulis tanggapan saya terhadap artikel ini.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda :
خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).
Menanggapi artikel ini mungkin ada yang langsung tercetus, pro atau kontra?
Buat saya bukan masalah pro atau kontra.
Kembali ke hadist di atas, untuk mengetahui kondisi yang seperti apakah yang membuat kita lebih bermanfaat untuk manusia? Hanya hati nurani dan takdir Allah yang berasal dari doa-doa yang kita panjatkan sebagai cerminan intuisi kita lah yang menjawab.
Pada saat intuisi saya berkata, saya punya skill yang cukup, untuk bekerja di luar rumah dan memanage waktu, dan akan lebih bermanfaat bila saya bekerja, saya bisa perdalam ilmu agama dari pekerjaan saya, bisa berbagi ilmu ke orang lain, mengambil bagian dalam mengembangkan perekonomian islam, bisa menyenangkan orang tua saya, bersedekah lebih banyak, dan mungkin berbagai manfaat yang lain, maka saya berdoa, "semoga Allah memudahkan saya bekerja, melindungi anak saya selama saya tinggal, dan selama dia "tempat bermain", melindungi lahirnya, melindungi batinnya" yaa... tempat bermain, bukan sekolah. Tapi sebagai bahan awareness, bermanfaat juga artikel ini supaya kita perhatikan bagaimana aktivitas di kelompok bermain anak-anak kita apakah anak kita benar bermain atau belajar?
Mungkin saya bukan seorang psikolog, tapi saya coba berlogika saja, saya lihat anak saya happy dan semangat pada saat mobil jemputannya datang setiap pagi, sama ekspresi "happy"-nya dengan kondisi saat diajak bermain di playground di mall misalnya, insyaAllah itulah jawaban doa-doa saya, anak saya happy dan tidak ada masalah.
Dengan kondisi saya tentunya pilihannya adalah memasukkan anak ke "kelompok bermain" (catat : bukan tempat belajar) untuk dapat bermain secara terarah dan bermanfaat untuk perkembangannya, daripada di rumah dengan nanny yang tidak punya skill khusus dalam hal mengarahkan anak. Di sana anak saya bermain angka, bermain huruf, dan dia tidak pernah merasa dituntut untuk harus bisa.
Mungkin ibu lain ada yang merasa skill nya tidak cocok bekerja di luar rumah. Lebih cocok di rumah untuk memasak, membuat kue, membimbing anak, bermain dengan anak, sehingga menurut ibu lain anaknya akan tumbuh lebih optimal bila ibu di rumah. Selain untuk anak, dengan di rumah ibu akan lebih bermanfaat untuk orang tuanya, misalnya lebih sering berbincang dengan orang tua, atau menelpon, mendengar curhatnya, memasak, menemani belanja dan yang lain.
Dengan kondisi ibu itu tentunya sesuai yang lebih baik yang ditulis di artikel itu pilihannya adalah anak di rumah saja bermain dengan pengawasan dan pengarahan ibu.
So, just believe in your self and dont let anyone nor any article let you down.
Jangan "baper" 😄
Mungkin artikel-artikel tertentu bukan ditujukan untuk kondisi kita bu, kita aja yang terlalu "pede", merasa sok disindir sama artikel dan jadi "baper". Mungkin beberapa artikel ditulis sebagai bahan renungan untuk para ibu yang kondisinya beda dengan kita.
Belajarlah terus untuk mengasah dan mempercayai intuisi kita. Allah menciptakan manusia dengan masing-masing kelebihan dan kekurangan, tugas kita lah untuk mengasah dan berintuisi dalam membuat keputusan.
Dari salah satu artikel yang pernah saya baca, intuisi adalah yang membedakan antara seorang "top leader" dengan para pemimpin yang lain.
One of the primary reasons top leaders are able to make tough decisions is because they have learned to trust their intuitive instincts. Bill Gates says, "Often you have to rely on intuition."
The facts are great, and we need them, but sometimes it boils down to what we feel in our gut. Facts are the "math" of decision-making while intuition is the "art."
Finally, use your intuition and be the most useful of you.
Rabu, 29 Maret 2017
Book review month 5 : "Ini Lho KPR Syariah" by Ahmad Ifham
"Ini Lho KPR Syariah" by Ahmad Ifham
Selama tahun 2017 ini masih baca buku meskipun nggak kesampaian nulis resensinya.
Libur nyepi kali ini biar produktif coba nulis lagi. Kata Stephen Covey harus "Sharpen the saw" supaya gergaji kita nggak tumpul.
Seperti biasa, pertama yang dilihat pasti latar akademi penulisnya. Satu almamater sama saya, ilmu psikologi, hal seperti ini lah yang terkadang membangun optimisme saya, kuliah yang berbeda dengan pekerjaan kita justru bukan sebagai penghambat tapi malah memperkaya keilmuan kita.
Buku ini lebih kaya dari judulnya. Meskipun judulnya KPR Syariah, tapi begitu dibuka, di bagian awal merefresh lagi dari mana sih dana KPR bank syariah? Kita diajak berlogika, dan bisa menemukan dengan mudah benang merah perbedaan antara konsep konvensional dengan syariah. Dari harfiahnya saja, sumber dana konvensional adalah dari tabungan, simpanan, dana yang disimpan dan dijanjikan "manfaat" yang pasti, entah bagaimana caranya. Sedangkan syariah dananya adalah dari investasi shohibul maal a.k.a pemilik dana kepada mudharib a.k.a pengelola dana, sehingga akadnya disebut mudharabah. Bagaimana pengelola dana memutar uangnya? Dengan dagang, dagangnya bisa dengan skema murabahah a.k.a jual beli, atau syirkah a.k.a bekerjasama dalam pembelian suatu aset, dan memperoleh pendapatan dari menyewakan aset tersebut. Hasil dagang dalam bentuk selisih harga dari jual beli atau pendapatan sewa itulah yang selanjutnya di "bagi hasil"kan kepada para shohibul maal.
Di buku ini juga dijelaskan konsep bay' al 'inah, transaksi yang mengada-ada yang mendekati riba.
Konsep ta'widh atau denda yang tidak dilarang. Konsep wakalah, wa'ad atau janji, dan banyak lagi yang dijelaskan dalam contoh case yang mudah dicerna.
Namun ada kalanya saya perlu membaca beberapa case dengan diulanh dan diulang lagi supaya benar-benar faham. Di saat-saat tertentu saya sadar bahwa otak saya perlu berhenti sejenak untuk dikosongkan dulu sebelum diajak mencerna lagi. Kita sebagai manusia kadang terlalu sombong karena merasa ilmu kita sudah banyak, padahal justru kesombongan itulah yang menghalangi ilmu yang lain masuk ke otak kita.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Barangsiapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan maka Dia akan memahamkan baginya agama (Islam)” (HR Bukhari no. 2948 dan Muslim no. 1037)
Semoga kita semua selalu diberikan petunjuk oleh Allah untuk memahami agama Islam ini dan mengamalkannya.
Selama tahun 2017 ini masih baca buku meskipun nggak kesampaian nulis resensinya.
Libur nyepi kali ini biar produktif coba nulis lagi. Kata Stephen Covey harus "Sharpen the saw" supaya gergaji kita nggak tumpul.
Seperti biasa, pertama yang dilihat pasti latar akademi penulisnya. Satu almamater sama saya, ilmu psikologi, hal seperti ini lah yang terkadang membangun optimisme saya, kuliah yang berbeda dengan pekerjaan kita justru bukan sebagai penghambat tapi malah memperkaya keilmuan kita.
Buku ini lebih kaya dari judulnya. Meskipun judulnya KPR Syariah, tapi begitu dibuka, di bagian awal merefresh lagi dari mana sih dana KPR bank syariah? Kita diajak berlogika, dan bisa menemukan dengan mudah benang merah perbedaan antara konsep konvensional dengan syariah. Dari harfiahnya saja, sumber dana konvensional adalah dari tabungan, simpanan, dana yang disimpan dan dijanjikan "manfaat" yang pasti, entah bagaimana caranya. Sedangkan syariah dananya adalah dari investasi shohibul maal a.k.a pemilik dana kepada mudharib a.k.a pengelola dana, sehingga akadnya disebut mudharabah. Bagaimana pengelola dana memutar uangnya? Dengan dagang, dagangnya bisa dengan skema murabahah a.k.a jual beli, atau syirkah a.k.a bekerjasama dalam pembelian suatu aset, dan memperoleh pendapatan dari menyewakan aset tersebut. Hasil dagang dalam bentuk selisih harga dari jual beli atau pendapatan sewa itulah yang selanjutnya di "bagi hasil"kan kepada para shohibul maal.
Di buku ini juga dijelaskan konsep bay' al 'inah, transaksi yang mengada-ada yang mendekati riba.
Konsep ta'widh atau denda yang tidak dilarang. Konsep wakalah, wa'ad atau janji, dan banyak lagi yang dijelaskan dalam contoh case yang mudah dicerna.
Namun ada kalanya saya perlu membaca beberapa case dengan diulanh dan diulang lagi supaya benar-benar faham. Di saat-saat tertentu saya sadar bahwa otak saya perlu berhenti sejenak untuk dikosongkan dulu sebelum diajak mencerna lagi. Kita sebagai manusia kadang terlalu sombong karena merasa ilmu kita sudah banyak, padahal justru kesombongan itulah yang menghalangi ilmu yang lain masuk ke otak kita.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Barangsiapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan maka Dia akan memahamkan baginya agama (Islam)” (HR Bukhari no. 2948 dan Muslim no. 1037)
Semoga kita semua selalu diberikan petunjuk oleh Allah untuk memahami agama Islam ini dan mengamalkannya.
Senin, 26 September 2016
Ber[sama DBD]-Lebaran di Rumah Sakit
Siapa tidak tahu demam berdarah dengue a.k.a DBD?
Sewaktu saya masih di usia SD, keluarga kami tinggal di suatu perumahan di pinggir kota jogjakarta. Di sanalah pertama kali saya mengenal DBD, penyakit yang merenggut nyawa anak salah seorang warga, anak kecil yang waktu itu usianya beberapa tahun di bawah saya.
Kurang lebih 25 tahun kemudian, saya harus menghadapi suatu kenyataan bahwa anak saya terkena penyakit tersebut. Ya, DBD. Diindikasi dari hasil cek darah NS1 Antigen (dengue) positif
Saya tidak akan menceritakan bagaimana secara detail penyakit tersebut menyerang alya, intinya seperti yang dapat ditemui pada berbagai sumber, trombosit atau platelet alya turun terus sampai dengan hari ke-5 setelah hari pertama terindikasi positif DBD. Pada hari ke-6 baru naik dan dibolehkan pulang dari RS. Bersamaan hasil cek lab indikasi positif DBD, waktu itu trombosit masih di 194rb, mencapai titik terendah pada hari ke-5 102rb dan pada hari ke-6 naik di 108rb Pada hari ke-10 kami cek lagi dan trombosit sudah di atas 150rb.
Sekedar berbagi aja barangkali ada sesama parents yang belum move on dari merutuki nasib, "anak saya pernah kena DBD", hikmah yang dapat diambil dari ujian DBD plus sekaligus pada saat lebaran, insyaAllah :
1. Bisa ber empati sama sesama parents yang anaknya terkena DBD. Tidak pernah menyalahkan, karena saya pun bingung kapan dan dimana anak saya terkena gigitan nyamuk, sementara alhamdulillah adiknya sehat.
2. Bisa berbagi tips dengan parents yang anaknya terkena DBD. Bagaimana menjaga kesabaran, bagaimana menjaga asupan anak supaya stabil selama trombosit turun, apa saja asupan yang dapat dicoba untuk membantu menaikkan trombosit.
3. Untuk parents yang pernah merayakan lebaran di RS, InsyaAllah tahun-tahun selanjutnya lebih memaknai hari-hari terakhir ramadhan dan hari raya dengan cukup berkumpul di rumah, beribadah, makan sahur dan berbuka di RUMAH bersama keluarga. Ceritanya kemaren meski dalam kondisi alya divonis positif dbd, demi birrul walidain, kami tetap mudik, tapi boro-boro rekreasi atau wisata kuliner, 6 hari terakhir ramadhan kemarin kami habiskan di rumah sakit menemani alya. Beda seperti tahun sebelumnya, setiap sore menjelang buka puasa selalu sibuk mencari ide kuliner 🙈
Tahun depan insyaAllah kami tidak terlalu sibuk dengan urusan duniawi yang tidak pas waktunya. Saat alya sakit kemarin barulah benar-benar habiskan waktu untuk tadarus menjelang buka puasa, Manusia memang tempatnya lengah dan lupa, apalagi di saat sehat dan senang hatinya; alhamdulillah Allah begitu baiknya mengingatkan kami.
4. Semakin bisa mensyukuri semua taqdir Allah adalah yang terbaik. Di malam takbir saya bersama alya di rumah sakit menikmati suara takbir dan terkadang percikan kembang api. Pupus sudah harapan untuk ikut sholat ied setelah pada sore hari itu hasil cek darah masih menunjukkan nilai trombosit yang masih turun. Masih bertanya-tanya dalam hati sebanyak apa dosa saya, rasanya berat sekali hukuman ini... sampai-sampai saya tidak boleh ikut sholat ied sama Allah.
Namun setelah saya renungkan lagi... Allah begitu baik menakdirkan saya harus menemani anak saya di rumah sakit selama saya LIBUR bekerja. Entah bagaimana kisahnya bila alya sakit pada saat bukan tanggal-tanggal liburan, pasti akan repot sekali kami mengatur jadwal jaga. Dan tentunya menguras energi.
Tepat di hari raya idul fitri, yang menurut beberapa kajian disebut sebagai hari kemenangan, alhamdulillah Allah seolah "memenangkan" doa kami, trombosit alya akhirnya naik dan boleh pulang dari RS.
Semoga bermanfaat dan menginspirasi yaaa...
Sewaktu saya masih di usia SD, keluarga kami tinggal di suatu perumahan di pinggir kota jogjakarta. Di sanalah pertama kali saya mengenal DBD, penyakit yang merenggut nyawa anak salah seorang warga, anak kecil yang waktu itu usianya beberapa tahun di bawah saya.
Kurang lebih 25 tahun kemudian, saya harus menghadapi suatu kenyataan bahwa anak saya terkena penyakit tersebut. Ya, DBD. Diindikasi dari hasil cek darah NS1 Antigen (dengue) positif
Saya tidak akan menceritakan bagaimana secara detail penyakit tersebut menyerang alya, intinya seperti yang dapat ditemui pada berbagai sumber, trombosit atau platelet alya turun terus sampai dengan hari ke-5 setelah hari pertama terindikasi positif DBD. Pada hari ke-6 baru naik dan dibolehkan pulang dari RS. Bersamaan hasil cek lab indikasi positif DBD, waktu itu trombosit masih di 194rb, mencapai titik terendah pada hari ke-5 102rb dan pada hari ke-6 naik di 108rb Pada hari ke-10 kami cek lagi dan trombosit sudah di atas 150rb.
Sekedar berbagi aja barangkali ada sesama parents yang belum move on dari merutuki nasib, "anak saya pernah kena DBD", hikmah yang dapat diambil dari ujian DBD plus sekaligus pada saat lebaran, insyaAllah :
1. Bisa ber empati sama sesama parents yang anaknya terkena DBD. Tidak pernah menyalahkan, karena saya pun bingung kapan dan dimana anak saya terkena gigitan nyamuk, sementara alhamdulillah adiknya sehat.
2. Bisa berbagi tips dengan parents yang anaknya terkena DBD. Bagaimana menjaga kesabaran, bagaimana menjaga asupan anak supaya stabil selama trombosit turun, apa saja asupan yang dapat dicoba untuk membantu menaikkan trombosit.
3. Untuk parents yang pernah merayakan lebaran di RS, InsyaAllah tahun-tahun selanjutnya lebih memaknai hari-hari terakhir ramadhan dan hari raya dengan cukup berkumpul di rumah, beribadah, makan sahur dan berbuka di RUMAH bersama keluarga. Ceritanya kemaren meski dalam kondisi alya divonis positif dbd, demi birrul walidain, kami tetap mudik, tapi boro-boro rekreasi atau wisata kuliner, 6 hari terakhir ramadhan kemarin kami habiskan di rumah sakit menemani alya. Beda seperti tahun sebelumnya, setiap sore menjelang buka puasa selalu sibuk mencari ide kuliner 🙈
Tahun depan insyaAllah kami tidak terlalu sibuk dengan urusan duniawi yang tidak pas waktunya. Saat alya sakit kemarin barulah benar-benar habiskan waktu untuk tadarus menjelang buka puasa, Manusia memang tempatnya lengah dan lupa, apalagi di saat sehat dan senang hatinya; alhamdulillah Allah begitu baiknya mengingatkan kami.
4. Semakin bisa mensyukuri semua taqdir Allah adalah yang terbaik. Di malam takbir saya bersama alya di rumah sakit menikmati suara takbir dan terkadang percikan kembang api. Pupus sudah harapan untuk ikut sholat ied setelah pada sore hari itu hasil cek darah masih menunjukkan nilai trombosit yang masih turun. Masih bertanya-tanya dalam hati sebanyak apa dosa saya, rasanya berat sekali hukuman ini... sampai-sampai saya tidak boleh ikut sholat ied sama Allah.
Namun setelah saya renungkan lagi... Allah begitu baik menakdirkan saya harus menemani anak saya di rumah sakit selama saya LIBUR bekerja. Entah bagaimana kisahnya bila alya sakit pada saat bukan tanggal-tanggal liburan, pasti akan repot sekali kami mengatur jadwal jaga. Dan tentunya menguras energi.
Tepat di hari raya idul fitri, yang menurut beberapa kajian disebut sebagai hari kemenangan, alhamdulillah Allah seolah "memenangkan" doa kami, trombosit alya akhirnya naik dan boleh pulang dari RS.
Semoga bermanfaat dan menginspirasi yaaa...
Minggu, 04 September 2016
Book review month 9 : Cabin Notes
Cabin Notes by Pratiwi Hidayat
Setelah 5 bulan tidak achieve target... akhirnya bulan ini berhasil pilih buku yang ringan aja... yang penting dibaca sampai tuntas #pfiuuuh...
Waktu kecil salah satu cita-cita saya adalah jadi pramugari. Mungkin karena saya tidak dilahirkan dari keluarga yang kaya raya... jadi... "naik pesawat" dulu adalah cita-cita saya. Rasanya ga mungkin banget bisa naik pesawat karena harga tiketnya pasti mahal sekali. Karena itulah mungkin melihat profesi pramugari rasanya asik sekali... bisa naik pesawat, dibayar pula, keliling dunia. Tapi waktu itu saya berfikir sepertinya tinggi badan pas-pas an... ya sudahlah. Makanya sampai saat ini saya masih selalu tertarik dengan yang berbau-bau naik pesawat.
Saat lihat judul buku ini, saya intip isinya... isinya kisah2 inspiratif dari yang dialami penulis langsung atau orang2 di sekitarnya. banyak ayat qur'an dan hadist. Ternyata pramugari yang menulis buku ini adalah seorang muslim. Namun banyak juga quote general, jadi buku ini seimbang.
Buku ini meluruskan pandangan sebagian orang yang berfikir bahwa profesi pramugari identik dengan kehidupan bebas dan glamour. Beberapa pramugari juga sholat di udara, menjalankan kewajibannya sebagai muslimah.
Penulis menceritakan beberapa kisah orang-orang yang dimulai atau mengalami musibah di tengah jalan. Dan musibah tidak perlu disesali. Bahkan kepada "penjahat" yang menyebabkan musibah pun sebisa mungkin jangan dianggap sebagai orang jahat... namun berfikirlah bahwa dia orang yang sedang sulit... atau menyulitkan kita... dan doakan, karena janji Allah itu pasti. "Sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan"
Kuncinya adalah ikhlas. ikhlas dalam menerima kondisi baik dan buruk, mudah atau sulit. Ada satu bab yang menarik... ketika ikhlas dikisahkan seperti QS Al Ikhlas, dimana tidak ada satupun kata "ikhlas" di dalamnya.
Selain itu banyak kisah hikmah yaitu balasan Allah ketika seseorang menerima cobaannya dengan ikhlas, orang yang menjalani takdirnya dengan ikhlas, keajaiban penerbangan haji, dan juga orang yang tidak ikhlas membantu.
Hal yang bisa digarisbawahi adalah seperti hal nya pesawat yang pada saat akan take off harus punya tujuan yang jelas dan secara prinsip tujuan team pada setiap flight adalah sama yaitu menjamin keselamatan penerbangan, demikian juga hidup. Sebagai seorang muslim harus berpegang teguh pada prinsip... dalam hal ini adalah misi utamanya di dunia yang ada 3 yaitu beriman, beribadah dan berilmu yang bermanfaat untuk sesama. Dan hal lain yang berulang kali diingatkan oleh mba Tiwi adalah jangan sombong dan tetap bersyukur.
Buku ini juga menyisipkan fakta-fakta unik seputar dunia penerbangan. Seperti apakah pesawat bisa mundur, kenapa pada saat take off dan landing lampu redup, apakah pilot dan copilot makan makanan yang sama, apa yang dilakukan pramugari saat take off, dll.
Ringan tapi touchy...
Nice writing...
Setelah 5 bulan tidak achieve target... akhirnya bulan ini berhasil pilih buku yang ringan aja... yang penting dibaca sampai tuntas #pfiuuuh...
Waktu kecil salah satu cita-cita saya adalah jadi pramugari. Mungkin karena saya tidak dilahirkan dari keluarga yang kaya raya... jadi... "naik pesawat" dulu adalah cita-cita saya. Rasanya ga mungkin banget bisa naik pesawat karena harga tiketnya pasti mahal sekali. Karena itulah mungkin melihat profesi pramugari rasanya asik sekali... bisa naik pesawat, dibayar pula, keliling dunia. Tapi waktu itu saya berfikir sepertinya tinggi badan pas-pas an... ya sudahlah. Makanya sampai saat ini saya masih selalu tertarik dengan yang berbau-bau naik pesawat.
Saat lihat judul buku ini, saya intip isinya... isinya kisah2 inspiratif dari yang dialami penulis langsung atau orang2 di sekitarnya. banyak ayat qur'an dan hadist. Ternyata pramugari yang menulis buku ini adalah seorang muslim. Namun banyak juga quote general, jadi buku ini seimbang.
Buku ini meluruskan pandangan sebagian orang yang berfikir bahwa profesi pramugari identik dengan kehidupan bebas dan glamour. Beberapa pramugari juga sholat di udara, menjalankan kewajibannya sebagai muslimah.
Penulis menceritakan beberapa kisah orang-orang yang dimulai atau mengalami musibah di tengah jalan. Dan musibah tidak perlu disesali. Bahkan kepada "penjahat" yang menyebabkan musibah pun sebisa mungkin jangan dianggap sebagai orang jahat... namun berfikirlah bahwa dia orang yang sedang sulit... atau menyulitkan kita... dan doakan, karena janji Allah itu pasti. "Sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan"
Kuncinya adalah ikhlas. ikhlas dalam menerima kondisi baik dan buruk, mudah atau sulit. Ada satu bab yang menarik... ketika ikhlas dikisahkan seperti QS Al Ikhlas, dimana tidak ada satupun kata "ikhlas" di dalamnya.
Selain itu banyak kisah hikmah yaitu balasan Allah ketika seseorang menerima cobaannya dengan ikhlas, orang yang menjalani takdirnya dengan ikhlas, keajaiban penerbangan haji, dan juga orang yang tidak ikhlas membantu.
Hal yang bisa digarisbawahi adalah seperti hal nya pesawat yang pada saat akan take off harus punya tujuan yang jelas dan secara prinsip tujuan team pada setiap flight adalah sama yaitu menjamin keselamatan penerbangan, demikian juga hidup. Sebagai seorang muslim harus berpegang teguh pada prinsip... dalam hal ini adalah misi utamanya di dunia yang ada 3 yaitu beriman, beribadah dan berilmu yang bermanfaat untuk sesama. Dan hal lain yang berulang kali diingatkan oleh mba Tiwi adalah jangan sombong dan tetap bersyukur.
Buku ini juga menyisipkan fakta-fakta unik seputar dunia penerbangan. Seperti apakah pesawat bisa mundur, kenapa pada saat take off dan landing lampu redup, apakah pilot dan copilot makan makanan yang sama, apa yang dilakukan pramugari saat take off, dll.
Ringan tapi touchy...
Nice writing...
Sabtu, 02 Juli 2016
H.i.j.r.a.h
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al-Baqarah: 218)
Hijrah secara umum artinya meninggalkan segala macam bentuk kemaksiatan dan kemungkaran, baik dalam perasaan (hati), perkataan dan perbuatan. Namun secara khusus adalah pindahnya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam dan para sahabatnya dalam rangka menyelamatkan iman dan Islam serta membangun peradaban baru di tempat baru.
Makna Hijrah akan selalu hidup dalam diri orang-orang yang beriman. Hidup karena mereka selalu menghayati nilai-nilainya dan mengamalkan pesan-pesan moralnya.
Tahun 2016 ini adalah tahun ke-10 saya berkarya di bidang perbankan konvensional.
Sejak memulai berkarya di dunia perbankan, saya tidak pernah berhenti berikhtiar untuk pindah ke unit syariah, saya menjaga korespondensi dengan staff unit syariah dan teman-teman yang bekerja di bank syariah. Berkali-kali saya melakukan diskusi ataupun interview. Selain itu saya juga selalu berupaya untuk mengingat menyelipkan doa untuk bisa hijrah ke perbankan syariah di setiap sholat saya.
Selain menjaga korespondensi dengan staff, saya juga selalu mengupayakan untuk memberikan support maksimal pada bisnis syariah. Selama saya masih di unit konvensional, saya selalu meniatkan diri bahwa seluruh task yang saya lakukan adalah sebagai pembelajaran, bekal untuk kelak saya join sebagai syariah banker.
Tahun demi tahun berlalu dan tingkat demi tingkat jenjang karir saya pun bertumbuh. Saya semakin berfikir bahwa waktu saya semakin mepet. Semakin bertambah usia saya artinya semakin ke arah tidak produktif, dan semakin meningkat karir saya di konvensional maka semakin mahal "biaya" saya, 2 hal tersebut menurut saya berpotensi memperkecil peluang saya untuk join di syariah banking. Tanpa adanya experience bekerja di perbankan syariah, saya juga tidak yakin dapat menjalankan peran yang sama pada posisi middle management, itulah mengapa saya segera ingin join di perbankan syariah mumpung saya masih pada posisi staff biasa.
Dua tahun terakhir ikhtiar saya semakin saya tingkatkan. Saya coba memantaskan diri untuk merayu Allah dan meminta belas kasihNya. Saya coba tertibkan lagi puasa senin kamis, sholat duha, dan membaca 3 surat pilihan setiap hari yaitu Ar Rahman, Al Waqiah dan Al Mulk. Selain itu Allah memberi hidayah sehingga saya menyukai pakaian syar'i. Untuk sosial, saya coba istiqomah aktif pada majlis taklim ibu-ibu cluster, meskipun hanya sebatas bantu-bantu menginisiasi jadwal dan menyiapkan undangan.
Tahun 2015 adalah tahun yang cukup sulit untuk bisnis, di perusahaan saya khususnya. Target tidak achieve, dapat bonus atau tidak pun kami pasrah. Namun selama tahun tersebut saya berhasil meniatkan diri untuk menabung ONH secara rutin tiap bulan. Dan dengan niat yang kuat untuk menjadikan keinginan duniawi jadi yang ke sekian, serta dengan prinsip "kaya sebelum miskin dan sehat sebelum sakit", pada awal tahun 2016 ini saya (dan suami) mendaftar ibadah haji. Pada saat itulah keajaiban mulai terjadi.
Bila seorang hamba mendekat kepada-Ku (Allah) sejengkal, maka Aku mendekat kepadanya sehasta. Bila dia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan bila dia mendekatiku dengan berjalan, maka Aku mendekatinya dengan berlari.“ (HR Bukhari)
“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkannya (mencukupkan keperluannya)." (QS. Ath-Tholaq: 2-3)
Persis pada H-2 sebelum jadwal saya cuti untuk mendaftar haji ke Depag, tiba-tiba sebuah pesan masuk dari seorang kawan lama, menginformasikan bahwa ada salah satu bank syariah (bahkan Allah memberi lebih dari baik karena ini bukan sekedar unit usaha syariah) yang sedang mencari staff dengan spec yang saya miliki. Hari itu pun saya langsung mengirimkan CV via email sesuai alamat yang diinfo.
Malam harinya, saya diundang interview, besok. Namun karena saya sudah menjadwalkan cuti pada hari lusa-nya, saya menawarkan untuk interview sekaligus pada hari cuti tersebut. Alhamdulillah tawaran saya diterima. Maka setelah pagi hari ke Depag dan siang mengantar anak kegiatan sekolah, sore harinya saya memenuhi janji rangkaian interview saya yang pertama.
Alhamdulillah setelah beberapa interview lanjutan, pemenuhan dokumen dan beberapa proses, saya dinyatakan lolos untuk join di bank syariah tersebut.
Hijrah berawal dari suatu hidayah... setelah diberi kesempatan, hijrah menjadi sarat dengan amanah. Tujuan saya menulis kisah ini semoga tidak dianggap sebagai takabur... hanya sekedar berbagi, semoga dapat menginspirasi dan menambah motivasi... karena saya yakin sebagian dari teman-teman pasti juga sudah memiliki keinginan hijrah tapi belum diberikan kesempatan. Semoga tetap diberikan hidayah... tetap semangat.
Dan untuk yang sudah berhijrah seperti saya semoga dapat lebih memaknai hidup menjadi lebih nermanfaat dengan berdakwah, mengajak masyarakat ber-banking secara syariah dan yang paling utama selalu istiqomah... karena walaupun baru join seumur jagung sebagai praktisi perbankan syariah saya meyakini dengan pasti bahwa tidak mudah untuk bertahan di jalan dakwah.
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.” (At-Taubah: 111)
Tidak mudah untuk bertahan di jalan dakwah, karena itulah Allah swt telah menyiapkan balasan yang besar bagi siapa saja yang dengan tulus ikhlas tetap istiqamah berjuang dijalan Allah. Allah swt telah menyiapkan surga untuk mereka yang dengan ikhlas menginfaqkan harta dan jiwanya dijalan Allah.
Yang mesti kita pahami bersama, sejatinya ujian dan cobaan yang diberikan oleh Allah swt itu adalah proses “screening” yang dilakukan oleh Allah swt. Ujian dan cobaan adalah “seleksi” tersendiri yang dilakukan oleh Allah swt untuk melihat siapakah di antara hamba-Nya yang memiliki kualitas amal terbaik. Dan di surat lain, Allah swt juga menegaskan bahwa ujian dan cobaan yang diberikan itu untuk membuktikan keimanan seseorang.
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (Al-Baqarah: 214)
Penutup :
Hijrah saya pun ternyata juga secara harfiah, yaitu berpindah lokasi kantor, yang mengharuskan saya berpindah moda transportasi dari kendaraan pribadi menjadi kendaraan umum, resmilah saya bergabung menjadi 'roker' rombongan kereta :)
Hijrah secara umum artinya meninggalkan segala macam bentuk kemaksiatan dan kemungkaran, baik dalam perasaan (hati), perkataan dan perbuatan. Namun secara khusus adalah pindahnya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam dan para sahabatnya dalam rangka menyelamatkan iman dan Islam serta membangun peradaban baru di tempat baru.
Makna Hijrah akan selalu hidup dalam diri orang-orang yang beriman. Hidup karena mereka selalu menghayati nilai-nilainya dan mengamalkan pesan-pesan moralnya.
Tahun 2016 ini adalah tahun ke-10 saya berkarya di bidang perbankan konvensional.
Sejak memulai berkarya di dunia perbankan, saya tidak pernah berhenti berikhtiar untuk pindah ke unit syariah, saya menjaga korespondensi dengan staff unit syariah dan teman-teman yang bekerja di bank syariah. Berkali-kali saya melakukan diskusi ataupun interview. Selain itu saya juga selalu berupaya untuk mengingat menyelipkan doa untuk bisa hijrah ke perbankan syariah di setiap sholat saya.
Selain menjaga korespondensi dengan staff, saya juga selalu mengupayakan untuk memberikan support maksimal pada bisnis syariah. Selama saya masih di unit konvensional, saya selalu meniatkan diri bahwa seluruh task yang saya lakukan adalah sebagai pembelajaran, bekal untuk kelak saya join sebagai syariah banker.
Tahun demi tahun berlalu dan tingkat demi tingkat jenjang karir saya pun bertumbuh. Saya semakin berfikir bahwa waktu saya semakin mepet. Semakin bertambah usia saya artinya semakin ke arah tidak produktif, dan semakin meningkat karir saya di konvensional maka semakin mahal "biaya" saya, 2 hal tersebut menurut saya berpotensi memperkecil peluang saya untuk join di syariah banking. Tanpa adanya experience bekerja di perbankan syariah, saya juga tidak yakin dapat menjalankan peran yang sama pada posisi middle management, itulah mengapa saya segera ingin join di perbankan syariah mumpung saya masih pada posisi staff biasa.
Dua tahun terakhir ikhtiar saya semakin saya tingkatkan. Saya coba memantaskan diri untuk merayu Allah dan meminta belas kasihNya. Saya coba tertibkan lagi puasa senin kamis, sholat duha, dan membaca 3 surat pilihan setiap hari yaitu Ar Rahman, Al Waqiah dan Al Mulk. Selain itu Allah memberi hidayah sehingga saya menyukai pakaian syar'i. Untuk sosial, saya coba istiqomah aktif pada majlis taklim ibu-ibu cluster, meskipun hanya sebatas bantu-bantu menginisiasi jadwal dan menyiapkan undangan.
Tahun 2015 adalah tahun yang cukup sulit untuk bisnis, di perusahaan saya khususnya. Target tidak achieve, dapat bonus atau tidak pun kami pasrah. Namun selama tahun tersebut saya berhasil meniatkan diri untuk menabung ONH secara rutin tiap bulan. Dan dengan niat yang kuat untuk menjadikan keinginan duniawi jadi yang ke sekian, serta dengan prinsip "kaya sebelum miskin dan sehat sebelum sakit", pada awal tahun 2016 ini saya (dan suami) mendaftar ibadah haji. Pada saat itulah keajaiban mulai terjadi.
Bila seorang hamba mendekat kepada-Ku (Allah) sejengkal, maka Aku mendekat kepadanya sehasta. Bila dia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan bila dia mendekatiku dengan berjalan, maka Aku mendekatinya dengan berlari.“ (HR Bukhari)
“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkannya (mencukupkan keperluannya)." (QS. Ath-Tholaq: 2-3)
Persis pada H-2 sebelum jadwal saya cuti untuk mendaftar haji ke Depag, tiba-tiba sebuah pesan masuk dari seorang kawan lama, menginformasikan bahwa ada salah satu bank syariah (bahkan Allah memberi lebih dari baik karena ini bukan sekedar unit usaha syariah) yang sedang mencari staff dengan spec yang saya miliki. Hari itu pun saya langsung mengirimkan CV via email sesuai alamat yang diinfo.
Malam harinya, saya diundang interview, besok. Namun karena saya sudah menjadwalkan cuti pada hari lusa-nya, saya menawarkan untuk interview sekaligus pada hari cuti tersebut. Alhamdulillah tawaran saya diterima. Maka setelah pagi hari ke Depag dan siang mengantar anak kegiatan sekolah, sore harinya saya memenuhi janji rangkaian interview saya yang pertama.
Alhamdulillah setelah beberapa interview lanjutan, pemenuhan dokumen dan beberapa proses, saya dinyatakan lolos untuk join di bank syariah tersebut.
Hijrah berawal dari suatu hidayah... setelah diberi kesempatan, hijrah menjadi sarat dengan amanah. Tujuan saya menulis kisah ini semoga tidak dianggap sebagai takabur... hanya sekedar berbagi, semoga dapat menginspirasi dan menambah motivasi... karena saya yakin sebagian dari teman-teman pasti juga sudah memiliki keinginan hijrah tapi belum diberikan kesempatan. Semoga tetap diberikan hidayah... tetap semangat.
Dan untuk yang sudah berhijrah seperti saya semoga dapat lebih memaknai hidup menjadi lebih nermanfaat dengan berdakwah, mengajak masyarakat ber-banking secara syariah dan yang paling utama selalu istiqomah... karena walaupun baru join seumur jagung sebagai praktisi perbankan syariah saya meyakini dengan pasti bahwa tidak mudah untuk bertahan di jalan dakwah.
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.” (At-Taubah: 111)
Tidak mudah untuk bertahan di jalan dakwah, karena itulah Allah swt telah menyiapkan balasan yang besar bagi siapa saja yang dengan tulus ikhlas tetap istiqamah berjuang dijalan Allah. Allah swt telah menyiapkan surga untuk mereka yang dengan ikhlas menginfaqkan harta dan jiwanya dijalan Allah.
Yang mesti kita pahami bersama, sejatinya ujian dan cobaan yang diberikan oleh Allah swt itu adalah proses “screening” yang dilakukan oleh Allah swt. Ujian dan cobaan adalah “seleksi” tersendiri yang dilakukan oleh Allah swt untuk melihat siapakah di antara hamba-Nya yang memiliki kualitas amal terbaik. Dan di surat lain, Allah swt juga menegaskan bahwa ujian dan cobaan yang diberikan itu untuk membuktikan keimanan seseorang.
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (Al-Baqarah: 214)
Penutup :
Hijrah saya pun ternyata juga secara harfiah, yaitu berpindah lokasi kantor, yang mengharuskan saya berpindah moda transportasi dari kendaraan pribadi menjadi kendaraan umum, resmilah saya bergabung menjadi 'roker' rombongan kereta :)
Sabtu, 26 Maret 2016
Book review month 3 : #NasihatDiri by Teddi Prasetya
#NasihatDiri
Untuk Para Pekerja
By Teddi Prasetya Yuliawan
Buku motivasi yang selanjutnya setelah bulan lalu saya baca BATIC
Lagi-lagi buku ini adalah hadiah. Hadiah yang pas sekali di tengah kondisi ekonomi saat ini; di saat para pekerja harus tetap bersyukur dengan hasil yang mungkin kurang sesuai dengan yang diharapkan ^_^
Berbeda dengan BATIC yang penulisnya senior semua... buku ini ditulis oleh "junior" saya... masih se almamater meskipun beda jurusan.
Meskipun tidak ada "tanda-tanda" islami di judul atau cover... ternyata buku ini bernafaskan islam.
Buku ini mencatat 100 nasihat, maka untuk review kali ini dari 100 nasihat yang dicatat oleh penulisnya, saya coba ambil 5 yang paling menarik untuk saya.
#Memilih makna
Nasihat pertama... memilih makna... bermakna... berarti... bermanfaat. Meskipun tidak ditulis pada bagian ini, namun nasihat pertama ini menurut saya sangat erat kaitannya dengan prinsip dasar hidup seorang muslim, yang pada salah satu hadist disebutkan "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalamShahihul Jami’ no:3289).
#Garis itu bernama keberanian mencoba
#Niatlah pembedanya
Dua nasihat ini berurutan. Menurut saya keduanya saling terkait. Pada saat kita yakin bahwa kita punya niat baik untuk dunia dan akherat... maka beranilah... kita tidak perlu takut. InsyaAllah semesta akan mendukung.
#Tinggalkan jejak kebaikan
Nasihat ini menarik karena senada dengan quote favorit saya. "Goodness is the only investment that never fails." - Henry David Thoreau quotes. Kutip dari chapter ini... "Sebab memang janji-Nya akan menambahkan ilmu tak disangka-sangka kepada insan yang rajin mengamalkan sebuah ilmu" insyaAllah.
#Ia pun rindu kepadamu
Ini adalah nasihat ke-100 yang mak-jleb sekali. "Jikalau engkau hanya mendekati-Nya ketika dalam kesulitan, jangan heran jika kesulitan akan semakin sering menimpamu. Jikalau engkau sering lari padaNya kala dalam kebahagiaan, jangan heran jikan kebahagiaan akan senantiasa meliputimu. Sebab di balik kekuasaanNya, Ia pun rindu padamu"
Yang terakhir ini mengingatkan kita untuk senantiasa beribadah secara maksimal dalam kondisi apapun.
Tetap semangat!
Untuk Para Pekerja
By Teddi Prasetya Yuliawan
Buku motivasi yang selanjutnya setelah bulan lalu saya baca BATIC
Lagi-lagi buku ini adalah hadiah. Hadiah yang pas sekali di tengah kondisi ekonomi saat ini; di saat para pekerja harus tetap bersyukur dengan hasil yang mungkin kurang sesuai dengan yang diharapkan ^_^
Berbeda dengan BATIC yang penulisnya senior semua... buku ini ditulis oleh "junior" saya... masih se almamater meskipun beda jurusan.
Meskipun tidak ada "tanda-tanda" islami di judul atau cover... ternyata buku ini bernafaskan islam.
Buku ini mencatat 100 nasihat, maka untuk review kali ini dari 100 nasihat yang dicatat oleh penulisnya, saya coba ambil 5 yang paling menarik untuk saya.
#Memilih makna
Nasihat pertama... memilih makna... bermakna... berarti... bermanfaat. Meskipun tidak ditulis pada bagian ini, namun nasihat pertama ini menurut saya sangat erat kaitannya dengan prinsip dasar hidup seorang muslim, yang pada salah satu hadist disebutkan "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalamShahihul Jami’ no:3289).
#Garis itu bernama keberanian mencoba
#Niatlah pembedanya
Dua nasihat ini berurutan. Menurut saya keduanya saling terkait. Pada saat kita yakin bahwa kita punya niat baik untuk dunia dan akherat... maka beranilah... kita tidak perlu takut. InsyaAllah semesta akan mendukung.
#Tinggalkan jejak kebaikan
Nasihat ini menarik karena senada dengan quote favorit saya. "Goodness is the only investment that never fails." - Henry David Thoreau quotes. Kutip dari chapter ini... "Sebab memang janji-Nya akan menambahkan ilmu tak disangka-sangka kepada insan yang rajin mengamalkan sebuah ilmu" insyaAllah.
#Ia pun rindu kepadamu
Ini adalah nasihat ke-100 yang mak-jleb sekali. "Jikalau engkau hanya mendekati-Nya ketika dalam kesulitan, jangan heran jika kesulitan akan semakin sering menimpamu. Jikalau engkau sering lari padaNya kala dalam kebahagiaan, jangan heran jikan kebahagiaan akan senantiasa meliputimu. Sebab di balik kekuasaanNya, Ia pun rindu padamu"
Yang terakhir ini mengingatkan kita untuk senantiasa beribadah secara maksimal dalam kondisi apapun.
Tetap semangat!
Kamis, 03 Maret 2016
Panggilan Ke-2
Dari beberapa artikel islam yang saya baca, ada yang menyebutkan, setidaknya Allah SWT memanggil hamba Nya sebanyak 3x, yaitu :
1. PANGGILAN SHALAT KETIKA ADZAN
Sahabat Ibnu Abbas adalah orang yang sering menangis manakala mendengar panggilan adzan bergema. Sorbannya sering basah oleh tetesan air matanya yang terus mengalir mengiringi aluanan suara sang muadzin.
Ketika ditanya kenapa sampai begitu? Ibnu Abbas menjawab seandainya setiap orang tau makna seruan sang muadzin itu, pasti tidak akan dapat beristirahat dan tidur dengan nyenyak. Kalimat Allahuakbar saja mengandung makna panggilan kepada orang yang beriman yang sedang sibuk mengurusi harta duniawi agar berhenti sejenak mengistirahatkan badan dan segera beramal demi meraih kepentingan dan kebahagiaan yang hakiki
2. PANGGILAN HAJI
Firman Allah : " Dan berseterulah kepada manusia untuk mengerjakan haji niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang datang dari segenap penjuru" (QS AL-Hajj (22):27)
Oleh karena itulah mereka yang menunaikan ibadah haji menjawab seruan itu dengan kalimat talbiyah : Labbaika Allahuma Labbaik, Labbaika la syarika laka labbaik, inal Hamda wanni mata laka wal mulk la syarika laka yang artinya Aku penuhi panggilan-MU ya Allah, aku penuhi, aku penuhi panggilan-MU tiada sekutu bagi-MU. Aku penuhi panggilan-MU. sesungguhnya segala puji nikmat dan kekuasaan hanyalah milik-MU semata. Tiada sekutu bagi-MU
3. PANGGILAN KEMATIAN
Manusia sering kali menunda nunda panggilan adzan, begitu juga ketika panggilan haji telah tiba. Ia belum tergerak untuk memenuhinya walau sudah mampu sekalipun. Tapi, terhadap panggilan yang satu ini tak ada satupun yang sanggup menghalanginya apalagi menundanya.
Firman Allah "Dan Allah sekali kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah maha mengetahui apa apa yang kamu kerjakan" (QS Al-Munafiqun(63):11)
Dengan penuh kesadaran diri dan keinsyafan iman marilah kita penuhi panggilan Allah berupa shalat ketika adzan memanggil, berhaji bagi yang mampu, dan demikian pula halnya dengan panggilan kebaikan-kebaikan lainnya. sebelum datang panggilan yang tidak dapat ditawar tawar lagi, yaitu Kematian.
---
Alhamdulillah tahun ini Allah memberikan hadiah spesial menjelang ulang tahun saya... yaitu kemudahan untuk saya dan suami meniatkan diri untuk memenuhi panggilan Nya, yang ke-2. #syukur
Catatan ini semoga bukan dinilai sebagai riya atau apa... apalah yang bisa disombongkan dari kami, manusia-manusia kecil yang sehari-harinya beraktivitas di tower tinggi dan bayangkan kalau Allah sewaktu-waktu menyentil tower itu; hanya bisa berikhtiar dan bersandar pada doa, karena Allah yang maha menentukan segala sesuatu. #tendensi
Catatan ini niatnya untuk sekedar nambah wawasan buat yang baca aja, karena saya sempat cari info daftar haji dari baca beberapa blog juga dan menurut saya bermanfaat banget, selain itu untuk memotivasi aja... syukur2 ada yang tergerak setelah baca tulisan ini ^_^ #inspirasi
Ada sebuah buku yang pernah saya baca, yang mengingatkan bahwa haji adalah rukun islam yang ke-5 , tapi beberapa orang (termasuk saya), terjerembab juga, contohnya saya yang orang rantau (ngeles.com) menjadikan haji sebagai rukun islam yang ke 7 atau ke 8 ya... setelah nge-DP rumah (meski kecil), mobil (meski seken), dan (bisa jadi) liburan ke luar negri, sungguh sebuah kesadaran yang terlambat. #realita
Beberapa minggu lalu saya bercerita ke salah seorang teman tentang pendaftaran haji ini, ternyata teman saya kurang faham bahwa untuk membuka tabungan haji tidak perlu kita punya full dana sebesar BPIH 1 , yaitu rp 25 jt / kepala, atau rp 50 jt / 2 kepala. Padahal nggak lhooo.... Dan dia juga terkejut mendengar berapa lama masa antrinya (berapa lama? sabar ya, nanti dulu). Makanya saya coba buat catatan di sini barangkali ada yang mampir, karena sebagian orang mungkin lebih suka "kepo" in catatan orang lain daripada "kepo" in web kemenag ^_^ #ternyata
Jadi ceritanya... waktu itu sekitar akhir tahun 2014, ada petugas bank kasih tau reksadana di rekening saya dananya sudah mencapai rp 25 jt; akhirnya saya request untuk cairkan, niatnya buat daftar haji entah gimana caranya waktu itu belum kepikir (biasa... ibu rumah tangga jabatannya menteri keuangan meskipun kurang jago bikin perencanaan anggaran). Uangnya masih kurang rp 25 jt lagi untuk daftar haji 2 (dua) orang (dengan suami tentunya). Anak saya yang besar sudah masuk SD, yang kecil insyaAllah masih 3 tahun lagi masuk SD, jadi uang daftar sekolah insyaAllah masih bisa tabung-tabung lagi. #niat
Pertama-tama yang terlintas di kepala saya adalah minta ijin orang tua saya... apakah boleh uangnya saya gunakan untuk mendaftar, karena saya rasa2nya tidak akan pernah cukup membalas hutang budi... kedua orang tua yang senantiasa mendoakan saya sejak di dalam kandungan sampai sekarang, melahirkan dan membesarkan saya. Barangkali mereka punya keinginan lain yang bisa saya bayar dengan sejumlah uang itu. Alhamdulillah orang tua merestui niat saya. #bakti
Setelah memperoleh info tentang dana talangan haji, hampir saja saya daftar program dana talangan haji dari suatu bank; namun belum sempat saya daftar, programnya sudah diberhentikan oleh pemerintah. #jalan
Dari suatu event sharing session tentang Ibadah Haji yg pernah saya hadiri, sangat betul dikatakannya, bila sudah niat, bukalah rekening tabungan haji dulu, berapapun dana yang kita punya. Memang mungkin menyimpan aset dalam bentuk investasi saham, deposito, logam mulia, atau yang lain memungkinkan return yang lebih besar, namun potensi kita tergoda mengkonsumsi untuk keinginan lainnya juga sangat tinggi. Beda dengan bila dana sudah kita setor ke rek tab haji, maka kita tidak akan menggunakannya lagi karena rek tab haji pada umumnya tidak dapat dilayani transaksi penarikan dana. #nafsu
Akhirnya setelah membulatkan tekad, pada awal tahun 2015 saya buka rekening tab haji di salah satu bank swasta (saat ini tidak hanya di bank pemerintah, sudah ada bank swasta syariah yang bekerjasama dengan kemenag untuk tabungan haji) sudah pasti 2 account, a.n saya dan suami, karena tab haji harus dibuka masing2 a.n calon jamaah haji.
Saya langsung setor dana ke masing2 rekening @rp 12,5 jt, sesuai uang yang saya punya waktu itu. #action
Saya niatkan setiap bulan akan saya sisihkan rp 2 jt untuk disetor ke rek tab haji ke masing2 rek @rp 1 jt, dengan demikian maka secara kalkulasi, pada awal tahun 2016 BPIH 1 sebesar rp 25 jt per rekening sudah terpenuhi sehingga kami bisa mendaftar. #tertib
Alhamdulillah Allah memberi kemudahan. Setelah terkumpul dananya rp 25 jt di masing2 rek, awal Februari 2016 lalu, karena untuk pendaftaran calon jamaah haji harus datang langsung dan tidak dapat diwakilkan, kami mengambil cuti kantor, guna mendaftar ke kantor Kemenag. Kantor Kemenag Tangerang Selatan, saat ini lokasinya di cluster Kencana Loka BSD. #finally
Tips : Jangan lupa cari info yang pasti terkait lokasi kantor kemenag, karena saya sempat salah info kantor kemenag tangsel ternyata sudah pindah, sedangkan pada saat browsing awal yang saya dapati info lokasi kantor lama.
Apa saja yang dibawa?
- Copy KTP
- Copy KK
- Copy Buku Nikah
- Copy Akta Lahir
- Copy Print out Buku Tabungan yang memuat info saldo (minimum Rp 25 Jt per rekening)
(Siapkan masing-masing 1 bundel dok tersebut untuk 1 pendaftar calon jemaah haji) #syarat
Di kantor kemenag, petugas meminta kami mengisi form pendaftaran yang berisi data-data umum dan ciri fisik. Setelah itu cap jari, dan foto, karena saya memilih untuk foto di kemenag daripada foto sendiri khawatirnya tidak sesuai persyaratan. Tentu saja dikenakan biaya foto ya... #prosedur
Bila tidak keberatan bayar biaya foto di kemenag, pakailah baju selain putih, karena foto berlatar belakang putih. Siapkan biaya foto @90rb per orang, akan diperoleh CD master file foto, dan puluhan print out foto sesuai kebutuhan. Bila ingin foto sendiri silahkan cek syaratnya ke web kemenag. File foto harus disimpan baik-baik karena pada saat akan berangkat naaaantiii... (panjang karena masih lama) bila dibutuhkan tambahan foto, harus dengan foto yang sama, tidak boleh ganti foto. #cekrek
Waktu itu kami datang sekitar jam 8 pagi, karena kami antrian pertama, sekitar jam 9.30 urusan sudah selesai. Setelah proses di kemenag selesai, diperoleh lembar "Surat Pendaftaran Pergi Haji". Selanjutnya kami harus membawa surat tersebut ke bank dimana tabungan haji kami dibuka, untuk proses setoran biaya haji ke Kemenag. #bukti
Setelah proses di bank dilakukan, kami memperoleh lembar "Setoran Awal BPIH". Lembar tersebut sudah mencantumkan nomor porsi di sisi kiri atas, dan nomor itulah yang dapat diinput ke web kemenag untuk mengetahui prediksi tahun keberangkatan. #antri
Lembar setoran yang diperoleh sejumlah 4 lembar, 3 lembar copynya harus dikembalikan ke kemenag. Pengembalian harus dilakukan paling cepat 1 hari dan paling lambat 1 minggu setelah pendaftaran. #birokrasi
Pada saat pengembalian ini petugas menginformasikan prediksi tahun keberangkatan, dan hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan, salah satunya terkait penggunaan foto. Proses pengembalian lebih cepat dari pendaftaran, sekitar 30 menit beres.
Untuk pengembalian dapat diwakilkan, jadi tidak harus hadir kedua belah pihak suami istri. #closing
Tips : bila anda pekerja kantoran yang waktu kerjanya tidak fleksibel dan kantor kemenag jauh dari kantor anda... untuk urusan ini lebih santai kalau ambil cuti 2 (dua) hari ya...
Dengan mengembalikan lembar setoran ke Kemenag, maka selesailah sudah rangkaian pendaftaran haji untuk mendapatkan nomor porsi. #yaay
Ooo yaaa... prediksi tahun keberangkatan hampir ketinggalan... Sesuai KTP, saya mendaftar di Kemenag Tangsel, dan sesuai informasi petugasnya, untuk pendaftaran di area Tangsel pada Februari 2016 prediksi keberangkatannya adalah... tahun... dengderengdeeeng... 2032... yaaa... 16 tahun antrinya, jadi harus banyak doa semoga Allah mencukupkan umur kami ^_^
Saatnya mulai nabung lagi untuk persiapan BPIH 2 (pelunasan). #sabar
Demikian... semoga infonya membantu dan menginspirasi :)
---
Menuju Allah: perintahnya adalah “Berlarilah”
“Maka berlarilah kalian menuju Allah” (QS. Adz Dzariyat : 50)
Menjemput Rizki (Duniawi): perintahnya adalah “Berjalanlah”
"Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” (QS. Al Mulk: 15)
---
"Mengerjakan haji itu adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (ke-wajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam." (QS. Ali 'Imran: 97)
--- Pic from Hajj 2015 live report in twitter @Basma_ by Basma Atassi - Al Jazeera
1. PANGGILAN SHALAT KETIKA ADZAN
Sahabat Ibnu Abbas adalah orang yang sering menangis manakala mendengar panggilan adzan bergema. Sorbannya sering basah oleh tetesan air matanya yang terus mengalir mengiringi aluanan suara sang muadzin.
Ketika ditanya kenapa sampai begitu? Ibnu Abbas menjawab seandainya setiap orang tau makna seruan sang muadzin itu, pasti tidak akan dapat beristirahat dan tidur dengan nyenyak. Kalimat Allahuakbar saja mengandung makna panggilan kepada orang yang beriman yang sedang sibuk mengurusi harta duniawi agar berhenti sejenak mengistirahatkan badan dan segera beramal demi meraih kepentingan dan kebahagiaan yang hakiki
2. PANGGILAN HAJI
Firman Allah : " Dan berseterulah kepada manusia untuk mengerjakan haji niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang datang dari segenap penjuru" (QS AL-Hajj (22):27)
Oleh karena itulah mereka yang menunaikan ibadah haji menjawab seruan itu dengan kalimat talbiyah : Labbaika Allahuma Labbaik, Labbaika la syarika laka labbaik, inal Hamda wanni mata laka wal mulk la syarika laka yang artinya Aku penuhi panggilan-MU ya Allah, aku penuhi, aku penuhi panggilan-MU tiada sekutu bagi-MU. Aku penuhi panggilan-MU. sesungguhnya segala puji nikmat dan kekuasaan hanyalah milik-MU semata. Tiada sekutu bagi-MU
3. PANGGILAN KEMATIAN
Manusia sering kali menunda nunda panggilan adzan, begitu juga ketika panggilan haji telah tiba. Ia belum tergerak untuk memenuhinya walau sudah mampu sekalipun. Tapi, terhadap panggilan yang satu ini tak ada satupun yang sanggup menghalanginya apalagi menundanya.
Firman Allah "Dan Allah sekali kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah maha mengetahui apa apa yang kamu kerjakan" (QS Al-Munafiqun(63):11)
Dengan penuh kesadaran diri dan keinsyafan iman marilah kita penuhi panggilan Allah berupa shalat ketika adzan memanggil, berhaji bagi yang mampu, dan demikian pula halnya dengan panggilan kebaikan-kebaikan lainnya. sebelum datang panggilan yang tidak dapat ditawar tawar lagi, yaitu Kematian.
---
Alhamdulillah tahun ini Allah memberikan hadiah spesial menjelang ulang tahun saya... yaitu kemudahan untuk saya dan suami meniatkan diri untuk memenuhi panggilan Nya, yang ke-2. #syukur
Catatan ini semoga bukan dinilai sebagai riya atau apa... apalah yang bisa disombongkan dari kami, manusia-manusia kecil yang sehari-harinya beraktivitas di tower tinggi dan bayangkan kalau Allah sewaktu-waktu menyentil tower itu; hanya bisa berikhtiar dan bersandar pada doa, karena Allah yang maha menentukan segala sesuatu. #tendensi
Catatan ini niatnya untuk sekedar nambah wawasan buat yang baca aja, karena saya sempat cari info daftar haji dari baca beberapa blog juga dan menurut saya bermanfaat banget, selain itu untuk memotivasi aja... syukur2 ada yang tergerak setelah baca tulisan ini ^_^ #inspirasi
Ada sebuah buku yang pernah saya baca, yang mengingatkan bahwa haji adalah rukun islam yang ke-5 , tapi beberapa orang (termasuk saya), terjerembab juga, contohnya saya yang orang rantau (ngeles.com) menjadikan haji sebagai rukun islam yang ke 7 atau ke 8 ya... setelah nge-DP rumah (meski kecil), mobil (meski seken), dan (bisa jadi) liburan ke luar negri, sungguh sebuah kesadaran yang terlambat. #realita
Beberapa minggu lalu saya bercerita ke salah seorang teman tentang pendaftaran haji ini, ternyata teman saya kurang faham bahwa untuk membuka tabungan haji tidak perlu kita punya full dana sebesar BPIH 1 , yaitu rp 25 jt / kepala, atau rp 50 jt / 2 kepala. Padahal nggak lhooo.... Dan dia juga terkejut mendengar berapa lama masa antrinya (berapa lama? sabar ya, nanti dulu). Makanya saya coba buat catatan di sini barangkali ada yang mampir, karena sebagian orang mungkin lebih suka "kepo" in catatan orang lain daripada "kepo" in web kemenag ^_^ #ternyata
Jadi ceritanya... waktu itu sekitar akhir tahun 2014, ada petugas bank kasih tau reksadana di rekening saya dananya sudah mencapai rp 25 jt; akhirnya saya request untuk cairkan, niatnya buat daftar haji entah gimana caranya waktu itu belum kepikir (biasa... ibu rumah tangga jabatannya menteri keuangan meskipun kurang jago bikin perencanaan anggaran). Uangnya masih kurang rp 25 jt lagi untuk daftar haji 2 (dua) orang (dengan suami tentunya). Anak saya yang besar sudah masuk SD, yang kecil insyaAllah masih 3 tahun lagi masuk SD, jadi uang daftar sekolah insyaAllah masih bisa tabung-tabung lagi. #niat
Pertama-tama yang terlintas di kepala saya adalah minta ijin orang tua saya... apakah boleh uangnya saya gunakan untuk mendaftar, karena saya rasa2nya tidak akan pernah cukup membalas hutang budi... kedua orang tua yang senantiasa mendoakan saya sejak di dalam kandungan sampai sekarang, melahirkan dan membesarkan saya. Barangkali mereka punya keinginan lain yang bisa saya bayar dengan sejumlah uang itu. Alhamdulillah orang tua merestui niat saya. #bakti
Setelah memperoleh info tentang dana talangan haji, hampir saja saya daftar program dana talangan haji dari suatu bank; namun belum sempat saya daftar, programnya sudah diberhentikan oleh pemerintah. #jalan
Dari suatu event sharing session tentang Ibadah Haji yg pernah saya hadiri, sangat betul dikatakannya, bila sudah niat, bukalah rekening tabungan haji dulu, berapapun dana yang kita punya. Memang mungkin menyimpan aset dalam bentuk investasi saham, deposito, logam mulia, atau yang lain memungkinkan return yang lebih besar, namun potensi kita tergoda mengkonsumsi untuk keinginan lainnya juga sangat tinggi. Beda dengan bila dana sudah kita setor ke rek tab haji, maka kita tidak akan menggunakannya lagi karena rek tab haji pada umumnya tidak dapat dilayani transaksi penarikan dana. #nafsu
Akhirnya setelah membulatkan tekad, pada awal tahun 2015 saya buka rekening tab haji di salah satu bank swasta (saat ini tidak hanya di bank pemerintah, sudah ada bank swasta syariah yang bekerjasama dengan kemenag untuk tabungan haji) sudah pasti 2 account, a.n saya dan suami, karena tab haji harus dibuka masing2 a.n calon jamaah haji.
Saya langsung setor dana ke masing2 rekening @rp 12,5 jt, sesuai uang yang saya punya waktu itu. #action
Saya niatkan setiap bulan akan saya sisihkan rp 2 jt untuk disetor ke rek tab haji ke masing2 rek @rp 1 jt, dengan demikian maka secara kalkulasi, pada awal tahun 2016 BPIH 1 sebesar rp 25 jt per rekening sudah terpenuhi sehingga kami bisa mendaftar. #tertib
Alhamdulillah Allah memberi kemudahan. Setelah terkumpul dananya rp 25 jt di masing2 rek, awal Februari 2016 lalu, karena untuk pendaftaran calon jamaah haji harus datang langsung dan tidak dapat diwakilkan, kami mengambil cuti kantor, guna mendaftar ke kantor Kemenag. Kantor Kemenag Tangerang Selatan, saat ini lokasinya di cluster Kencana Loka BSD. #finally
Tips : Jangan lupa cari info yang pasti terkait lokasi kantor kemenag, karena saya sempat salah info kantor kemenag tangsel ternyata sudah pindah, sedangkan pada saat browsing awal yang saya dapati info lokasi kantor lama.
Apa saja yang dibawa?
- Copy KTP
- Copy KK
- Copy Buku Nikah
- Copy Akta Lahir
- Copy Print out Buku Tabungan yang memuat info saldo (minimum Rp 25 Jt per rekening)
(Siapkan masing-masing 1 bundel dok tersebut untuk 1 pendaftar calon jemaah haji) #syarat
Di kantor kemenag, petugas meminta kami mengisi form pendaftaran yang berisi data-data umum dan ciri fisik. Setelah itu cap jari, dan foto, karena saya memilih untuk foto di kemenag daripada foto sendiri khawatirnya tidak sesuai persyaratan. Tentu saja dikenakan biaya foto ya... #prosedur
Bila tidak keberatan bayar biaya foto di kemenag, pakailah baju selain putih, karena foto berlatar belakang putih. Siapkan biaya foto @90rb per orang, akan diperoleh CD master file foto, dan puluhan print out foto sesuai kebutuhan. Bila ingin foto sendiri silahkan cek syaratnya ke web kemenag. File foto harus disimpan baik-baik karena pada saat akan berangkat naaaantiii... (panjang karena masih lama) bila dibutuhkan tambahan foto, harus dengan foto yang sama, tidak boleh ganti foto. #cekrek
Waktu itu kami datang sekitar jam 8 pagi, karena kami antrian pertama, sekitar jam 9.30 urusan sudah selesai. Setelah proses di kemenag selesai, diperoleh lembar "Surat Pendaftaran Pergi Haji". Selanjutnya kami harus membawa surat tersebut ke bank dimana tabungan haji kami dibuka, untuk proses setoran biaya haji ke Kemenag. #bukti
Setelah proses di bank dilakukan, kami memperoleh lembar "Setoran Awal BPIH". Lembar tersebut sudah mencantumkan nomor porsi di sisi kiri atas, dan nomor itulah yang dapat diinput ke web kemenag untuk mengetahui prediksi tahun keberangkatan. #antri
Lembar setoran yang diperoleh sejumlah 4 lembar, 3 lembar copynya harus dikembalikan ke kemenag. Pengembalian harus dilakukan paling cepat 1 hari dan paling lambat 1 minggu setelah pendaftaran. #birokrasi
Pada saat pengembalian ini petugas menginformasikan prediksi tahun keberangkatan, dan hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan, salah satunya terkait penggunaan foto. Proses pengembalian lebih cepat dari pendaftaran, sekitar 30 menit beres.
Untuk pengembalian dapat diwakilkan, jadi tidak harus hadir kedua belah pihak suami istri. #closing
Tips : bila anda pekerja kantoran yang waktu kerjanya tidak fleksibel dan kantor kemenag jauh dari kantor anda... untuk urusan ini lebih santai kalau ambil cuti 2 (dua) hari ya...
Dengan mengembalikan lembar setoran ke Kemenag, maka selesailah sudah rangkaian pendaftaran haji untuk mendapatkan nomor porsi. #yaay
Ooo yaaa... prediksi tahun keberangkatan hampir ketinggalan... Sesuai KTP, saya mendaftar di Kemenag Tangsel, dan sesuai informasi petugasnya, untuk pendaftaran di area Tangsel pada Februari 2016 prediksi keberangkatannya adalah... tahun... dengderengdeeeng... 2032... yaaa... 16 tahun antrinya, jadi harus banyak doa semoga Allah mencukupkan umur kami ^_^
Saatnya mulai nabung lagi untuk persiapan BPIH 2 (pelunasan). #sabar
Demikian... semoga infonya membantu dan menginspirasi :)
---
Menuju Allah: perintahnya adalah “Berlarilah”
“Maka berlarilah kalian menuju Allah” (QS. Adz Dzariyat : 50)
Menjemput Rizki (Duniawi): perintahnya adalah “Berjalanlah”
"Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” (QS. Al Mulk: 15)
---
"Mengerjakan haji itu adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (ke-wajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam." (QS. Ali 'Imran: 97)
--- Pic from Hajj 2015 live report in twitter @Basma_ by Basma Atassi - Al Jazeera
Minggu, 28 Februari 2016
Book review month 2 : BATIC - 4 Motivator berbagi inspirasi
Saya sebenarnya tidak terlalu suka baca buku motivasi, tapi karena waktu beberes nemu buku ini... mungkin memang harus saya baca. Buku ini adalah souvenir dari acara motivational session yang diadakan kantor saya tahun lalu (2015); yang bersamaan dengan acara buka puasa bersama dengan motivator Remaja Tampubolon (Bang Jaja); Beliau adalah salah satu penulis buku ini.
Ada satu orang lagi motivator penulis buku ini yang pernah saya ikuti sesinya, yaitu Yasier Utama, waktu itu tahun 2008 sesinya bertajuk "Awareness Before Change".
Selain mereka berdua ada Irwan Prasatya dan Purwanto Edi.
BATIC; Buku ini bercover depan 4 orang motivator berbaju batik, dan berisi motivasi yang mereka summarykan pada poin-poin yang diringkas menjadi 4 huruf yaitu B, A, T, I dan C; yaitu Be Brave, Action Oriented, Totality, Integrity, Committed to Excellence.
Pertama sekali saya terkesan dengan Brave... karena berani ini sebenarnya sangat banyak cakupannya, berani berubah lah, berani bicara lah, ternyata berani yang ada di bab pertama ini adalah... berani mati. Dengan berorientasi pada ujung kehidupan manusia ini menunjukkan bahwa penulis buku memiliki tingkat religiusitas yang tinggi, dengan selalu memikirkan kematian maka seseorang sewajarnya akan selalu berbuat terbaik untuk meninggalkan legacy yang baik untuk penerusnya.
Action... pada bab ini diingatkan bahwa hal yang terpenting adalah terus berkarya dan fokus ke depan, tidak banyak energi untuk masa lalu.
Totality... pada bab inj dituliskan salah satu hasil penelitian Gallup bahwa orang yang bekerja sekedar mencari uang, energi dan vitalitasnya tidak prima. Sehingga mindset kerja harus diganti dengan karya.
Integrity... yang paling berkesan adalah konsep I'm the legend, kembali pada brave yang pertama, setiap orang pasti ingin meninggalkan kenangan dengan menjadi legenda yang indah. Untuk menjadi legenda maka harus bermental pemenang.
Excellent... yang paling berkesan adalah kekuatan memberi. Permudahlah urusan orang lain, dan Allah akan mempermudah urusan kita. Seperti quote yang sampai saat ini masih saya pasang di email saya "Goodness is the only investment that never fails." - Henry David Thoreau.
Ada satu orang lagi motivator penulis buku ini yang pernah saya ikuti sesinya, yaitu Yasier Utama, waktu itu tahun 2008 sesinya bertajuk "Awareness Before Change".
Selain mereka berdua ada Irwan Prasatya dan Purwanto Edi.
BATIC; Buku ini bercover depan 4 orang motivator berbaju batik, dan berisi motivasi yang mereka summarykan pada poin-poin yang diringkas menjadi 4 huruf yaitu B, A, T, I dan C; yaitu Be Brave, Action Oriented, Totality, Integrity, Committed to Excellence.
Pertama sekali saya terkesan dengan Brave... karena berani ini sebenarnya sangat banyak cakupannya, berani berubah lah, berani bicara lah, ternyata berani yang ada di bab pertama ini adalah... berani mati. Dengan berorientasi pada ujung kehidupan manusia ini menunjukkan bahwa penulis buku memiliki tingkat religiusitas yang tinggi, dengan selalu memikirkan kematian maka seseorang sewajarnya akan selalu berbuat terbaik untuk meninggalkan legacy yang baik untuk penerusnya.
Action... pada bab ini diingatkan bahwa hal yang terpenting adalah terus berkarya dan fokus ke depan, tidak banyak energi untuk masa lalu.
Totality... pada bab inj dituliskan salah satu hasil penelitian Gallup bahwa orang yang bekerja sekedar mencari uang, energi dan vitalitasnya tidak prima. Sehingga mindset kerja harus diganti dengan karya.
Integrity... yang paling berkesan adalah konsep I'm the legend, kembali pada brave yang pertama, setiap orang pasti ingin meninggalkan kenangan dengan menjadi legenda yang indah. Untuk menjadi legenda maka harus bermental pemenang.
Excellent... yang paling berkesan adalah kekuatan memberi. Permudahlah urusan orang lain, dan Allah akan mempermudah urusan kita. Seperti quote yang sampai saat ini masih saya pasang di email saya "Goodness is the only investment that never fails." - Henry David Thoreau.
Book review month 1 : Asiyah "Sang Mawar Gurun Firaun"
Asiyah "Sang Mawar Gurun Fir'aun" karya : Sibel Eraslan
Asiyah istri Pare-amon.
Kisah di novel ini dengan ending berbeda dengan kisah kebanyakan yang dibaca di web tentang asiyah istri firaun dimana Asiyah disiksa oleh suaminya.
Kisah di novel ini dimulai dari kota Armana yang merupakan perwujudan dari kenangan akan hari-hari nabi Yusuf, di antara kota memphis dan teb di negri mesir, yang saat itu dikuasai oleh seorang raja pengikut nabi Yusuf yaitu Akhenaten. Kota ini diserang oleh pemberontak bernama Horemheb yang akhirnya membunuh raja dan semua penduduknya. Dikisahkan bahwa dari penyerangan itu tersisa Apa, seorang guru yang ditugaskan mengajar anak2 yg tersisa dari pemberontakan Amarna di akademi kerajaan yang dibentuk oleh Horemheb sang penguasa baru di memphis, 4 orang anak didiknya di antaranga Yes, Ra, Ka dan Ha. Yes adalah Asiyah yang merupakan cucu dari raja Reyyan bin melik dari amalika yang menyelamatkan mesir dari kekeringan di masa nabi Yusuf, dan merupakan putri raja Muzahim putra pangeran Abidin.
Akhirnya tibalah waktunya Mesir harus menunjuk raja baru, Ra, atau Pareamon menjadi raja dan Yes menjadi ratu.
Ibis adalah salah satu hewan yang muncul pada cerita ini, dikisahkan pada saat pernikahannya perhiasan ratu yesiyis adalah burung ibis.
Ra sebagai Firaun, menahbiskan diri menjadi tuhan, sedangkan Yes tetap menjadi pengikut nabi Yusuf yaitu percaya pada Tuhannya yang satu. Yes tidak mencintai harta, hari-harinya dia lalui bersama Apa, melihat kehidupan mesir. Yes tidak menyukai kekerasan, salah satunya saat melihat rakyat diperbudak di kota sakkara, Yes sangat sedih.
Setelah Apa meninggal dunia, Yes mencari 2 abdi, dan akhirnya terpilihlah Tahnem dan Sare. Pada saat itulah Yes menginginkan bayi yg ditemukan di sungai Nil. Yes memberi nama bayi itu Musa, karena dia menariknya dari perairan.
Musa adalah putra pasangan Imran dan Yakobed, adik dari Harun dan Maryam. Pada saat itu bayi laki2 yg lahir hrs dibunuh sehingga Yakobed yang dikisahkan mendapat petunjuk dari Allah memutuskan untuk menjatuhkan anaknya ke sungai nil. Dikisahkan pada saat kelahiran Musa, berkah berlebih pada keluarga Imran. Hewan ternak kambing dan sapi terlahir kembar, air susu perahan melimpah dan pohon serta tanaman berbuah lebat.
Di istana, bayi musa menangis terus sehingga akhirnya Yes membawanya berkeliling mesir sampai ke kota gosen, kota tempat keluarga Imran tinggal dan Musa kembali dipertemukan dengan ibunya Yakobed dan dikenal sebagai ibu susu.
Sampai suatu ketika Musa dituduh sebagai pelaku pembunuhan di memphis dan akhirnya harus pergi untuk melarikan diri dari kejaran raja memphis.
Pada masa-masa itu Ra, Pareamon meninggal dunia dan penggantinya adalah Menmatre.
10 tahun kemudian Musa kembali ke memphis bersama istrinya. Selama 10 tahun Musa dipersiapkan untuk menjadi nabi. Musa diutus oleh Allah swt untuk mengajak rakyat Firaun menyembah Allah. Dikisahkan Musa dengan kuasa Allah dapat mendatangkan ular besar yang memakan semua ular para penyihir Firaun. Firaun sangat marah dan dalam kemarahannya itulah Asiyah , Tahnem dan Sare mengakui keimanannya kepada Allah. Tahnem akhirnya dibunuh oleh Firaun, Asiyah dan Sare dipenjara, sebelum akhirnya diikat di tonggak kayu di atas pasir panas dan dibakar, akhirnya meninggal dunia.
Asiyah istri Pare-amon.
Kisah di novel ini dengan ending berbeda dengan kisah kebanyakan yang dibaca di web tentang asiyah istri firaun dimana Asiyah disiksa oleh suaminya.
Kisah di novel ini dimulai dari kota Armana yang merupakan perwujudan dari kenangan akan hari-hari nabi Yusuf, di antara kota memphis dan teb di negri mesir, yang saat itu dikuasai oleh seorang raja pengikut nabi Yusuf yaitu Akhenaten. Kota ini diserang oleh pemberontak bernama Horemheb yang akhirnya membunuh raja dan semua penduduknya. Dikisahkan bahwa dari penyerangan itu tersisa Apa, seorang guru yang ditugaskan mengajar anak2 yg tersisa dari pemberontakan Amarna di akademi kerajaan yang dibentuk oleh Horemheb sang penguasa baru di memphis, 4 orang anak didiknya di antaranga Yes, Ra, Ka dan Ha. Yes adalah Asiyah yang merupakan cucu dari raja Reyyan bin melik dari amalika yang menyelamatkan mesir dari kekeringan di masa nabi Yusuf, dan merupakan putri raja Muzahim putra pangeran Abidin.
Akhirnya tibalah waktunya Mesir harus menunjuk raja baru, Ra, atau Pareamon menjadi raja dan Yes menjadi ratu.
Ibis adalah salah satu hewan yang muncul pada cerita ini, dikisahkan pada saat pernikahannya perhiasan ratu yesiyis adalah burung ibis.
Ra sebagai Firaun, menahbiskan diri menjadi tuhan, sedangkan Yes tetap menjadi pengikut nabi Yusuf yaitu percaya pada Tuhannya yang satu. Yes tidak mencintai harta, hari-harinya dia lalui bersama Apa, melihat kehidupan mesir. Yes tidak menyukai kekerasan, salah satunya saat melihat rakyat diperbudak di kota sakkara, Yes sangat sedih.
Setelah Apa meninggal dunia, Yes mencari 2 abdi, dan akhirnya terpilihlah Tahnem dan Sare. Pada saat itulah Yes menginginkan bayi yg ditemukan di sungai Nil. Yes memberi nama bayi itu Musa, karena dia menariknya dari perairan.
Musa adalah putra pasangan Imran dan Yakobed, adik dari Harun dan Maryam. Pada saat itu bayi laki2 yg lahir hrs dibunuh sehingga Yakobed yang dikisahkan mendapat petunjuk dari Allah memutuskan untuk menjatuhkan anaknya ke sungai nil. Dikisahkan pada saat kelahiran Musa, berkah berlebih pada keluarga Imran. Hewan ternak kambing dan sapi terlahir kembar, air susu perahan melimpah dan pohon serta tanaman berbuah lebat.
Di istana, bayi musa menangis terus sehingga akhirnya Yes membawanya berkeliling mesir sampai ke kota gosen, kota tempat keluarga Imran tinggal dan Musa kembali dipertemukan dengan ibunya Yakobed dan dikenal sebagai ibu susu.
Sampai suatu ketika Musa dituduh sebagai pelaku pembunuhan di memphis dan akhirnya harus pergi untuk melarikan diri dari kejaran raja memphis.
Pada masa-masa itu Ra, Pareamon meninggal dunia dan penggantinya adalah Menmatre.
10 tahun kemudian Musa kembali ke memphis bersama istrinya. Selama 10 tahun Musa dipersiapkan untuk menjadi nabi. Musa diutus oleh Allah swt untuk mengajak rakyat Firaun menyembah Allah. Dikisahkan Musa dengan kuasa Allah dapat mendatangkan ular besar yang memakan semua ular para penyihir Firaun. Firaun sangat marah dan dalam kemarahannya itulah Asiyah , Tahnem dan Sare mengakui keimanannya kepada Allah. Tahnem akhirnya dibunuh oleh Firaun, Asiyah dan Sare dipenjara, sebelum akhirnya diikat di tonggak kayu di atas pasir panas dan dibakar, akhirnya meninggal dunia.
Rabu, 27 Januari 2016
Book review month 12 : Ciputra, From Zero to Hero
Ciputra, From Zero to Hero
Ini adalah buku yang terakhir yang dibaca tahun inj
Buku enterpreneurship
Ciputra adalah salah satu contoh pengusaha yang berasal dari orang "susah". Kepandaiannya membawanya menjadi mahasiswa ITB, dan jiwa dagang yang sudah dipelajari sejak lahir membawanya menjadi seorang pengusaha.
Sepak terjangnya berawal dari proyek2 pemerintah... sehingga tak heran sampai saat ini pun perusahaan ciputra masih terkenal dengan birokrasinya yang tidak seluwes perusahaan properti besar yang lain.
Yang diperoleh dari buku ini adalah... yaa... seorang bintang bukan dilahirkan... tetapi dibuat... semua orang sukses pasti banyak ditempa pada masa lalunya sehingga bisa mencetak achievement demi achievement...
Dan salut dgn ciputra yang selalu melakukan langkah2 riil untuk menciptakan lebih bnyk lagi enterpreneur di indonesia
Ini adalah buku yang terakhir yang dibaca tahun inj
Buku enterpreneurship
Ciputra adalah salah satu contoh pengusaha yang berasal dari orang "susah". Kepandaiannya membawanya menjadi mahasiswa ITB, dan jiwa dagang yang sudah dipelajari sejak lahir membawanya menjadi seorang pengusaha.
Sepak terjangnya berawal dari proyek2 pemerintah... sehingga tak heran sampai saat ini pun perusahaan ciputra masih terkenal dengan birokrasinya yang tidak seluwes perusahaan properti besar yang lain.
Yang diperoleh dari buku ini adalah... yaa... seorang bintang bukan dilahirkan... tetapi dibuat... semua orang sukses pasti banyak ditempa pada masa lalunya sehingga bisa mencetak achievement demi achievement...
Dan salut dgn ciputra yang selalu melakukan langkah2 riil untuk menciptakan lebih bnyk lagi enterpreneur di indonesia
Selasa, 22 Desember 2015
Book review month 11 : "Aku bersyukur ibuku pikun" by Irna Permanasari
Aku Bersyukur Ibuku Pikun
By : Irna Permanasari
Buku ini sebenernya dibeli untuk bacaan ibuku, yang saat ini menghabiskan waktunya untuk merawat nenek yang pikun.
Banyak hal yang bisa diketahui dari buku ini, mulai dari ciri orang pikun dan penyebabnyanyang tidak pernah diketahu pasti secara medis.
Yang paling memprihatinkan adalah orang pikun hidup pada 2 masa, yaitu masa lalu dan pada waktu yang sedang dijalani. Yang sudah terlewat 5 menit yang lalu, lupa... karena bukan termasuk pada 2 masa tersebut...
Lantas kenapa Chili bersyukur? Karena dengan merawat orang pikun semakin mendewasakan dan menambah rasa sabar.
Yang pasti dengan membaca buku ini dan mengalami sendiri punya nenek pikun, akan menambah motivasi kita sbg anak untuk selalu memaksimalkan waktu yang ada untuk membahagiakan orang tua, karena kita tidak pernah tau, kapan pikun menyerang.
By : Irna Permanasari
Buku ini sebenernya dibeli untuk bacaan ibuku, yang saat ini menghabiskan waktunya untuk merawat nenek yang pikun.
Banyak hal yang bisa diketahui dari buku ini, mulai dari ciri orang pikun dan penyebabnyanyang tidak pernah diketahu pasti secara medis.
Yang paling memprihatinkan adalah orang pikun hidup pada 2 masa, yaitu masa lalu dan pada waktu yang sedang dijalani. Yang sudah terlewat 5 menit yang lalu, lupa... karena bukan termasuk pada 2 masa tersebut...
Lantas kenapa Chili bersyukur? Karena dengan merawat orang pikun semakin mendewasakan dan menambah rasa sabar.
Yang pasti dengan membaca buku ini dan mengalami sendiri punya nenek pikun, akan menambah motivasi kita sbg anak untuk selalu memaksimalkan waktu yang ada untuk membahagiakan orang tua, karena kita tidak pernah tau, kapan pikun menyerang.
Senin, 16 November 2015
Ungkapan simpati, salahkah?
Ungkapan Simpati, salahkah?
Akhir-akhir ini ribut banget sosmed dengan ganti PP bendera prancis.
Kebetulan saya ikut ganti PP, jadi kepingin nulis sedikit.
Memang saya tidak tulis tagar #prayforparis; Kenapa? Boro-boro berdoa buat orang yang jauh... yang deket aja belum tentu... doa buat diri sendiri dan keluarga aja rasanya ga habis-habis... Hmmm abaikan... mungkin ini karena manajemen waktu saya aja yang kurang baik. Dan kalau ditanya, apa anda tidak berdoa untuk palestina, yang tiap hari kekejian terhadap muslim terjadi di sana? Well, itu adalah hubungan vertikal antara saya dengan Allah, tdk perlu saya klarifikasi. Terlebih terkait doa dalam islam, akan lebih baik bila kita mendoakan orang lain secara diam-diam, tanpa orang yang kita doakan mengetahuinya.
Kembali ke PP fb... Kalau menurut saya ya, pasang pp itu adalah suatu opsi praktis untuk menunjukkan simpati duka cita. Ibaratnya ada orang meninggal di jakarta, di jakarta banyaaak sekali penjual karangan bunga, bahkan bisa tinggal telpon, atau online delivery, jadi orang yang tak sempat melayat atau bahkan tidak tau nomor kerabat si meninggal yang bisa dihubungi, bisa pesan karangan bunga dengan mudah, dan praktis. Beda dengan kondisinya misal ada rekan tinggal di pedalaman papua, meninggal dunia. Opsi menunjukkan simpati dengan karangan bunga akan jadi tidak ada karena tidak memungkinkan, maka mungkin kita hanya bisa kirim SMS aja ke kerabatnya yang berduka, itu juga kalo kita tahu nomernya, kalau nggak?? Setidaknya dengan para keluarga korban tau, banyak yang bersimpati, mungkin bisa menguatkan mereka.
Menurut saya dengan saya, sebagai muslim, bersimpati, akan menunjukkan bahwa ajaran muslim yang saya tahu tidak mendukung tindakan keji seperti itu.
Tentang negara prancis, yang notabene ternyata punya beberapa catatan tindakan keji terhadap islam, lalu apakah benar kalau kita bela si teroris? Kalau menurut saya pribadi dengan kita membela teroris sama aja kita juga teroris. Apakah para korban itu adalah keluarga para penjahat yang ada hubungannya dengan berbagai rentetan tindakan keji yang pernah dilakukan "prancis" terhadap "islam"? Bahkan kita tidak tau persis itu prancis dan islam yang mana??
Tetap yang terbaik adalah berkhusnuzhon bahwa para korban adalah orang baik, selama tidak ada yang membuktikan bahwa para korban telah sebelumnya berbuat jahat pada para bomber, dan belum ada yang mengabarkan bahwa para korban adalah penjahat.
Nia,
Catatan di akhir hari,
17 Nov 2015
Akhir-akhir ini ribut banget sosmed dengan ganti PP bendera prancis.
Kebetulan saya ikut ganti PP, jadi kepingin nulis sedikit.
Memang saya tidak tulis tagar #prayforparis; Kenapa? Boro-boro berdoa buat orang yang jauh... yang deket aja belum tentu... doa buat diri sendiri dan keluarga aja rasanya ga habis-habis... Hmmm abaikan... mungkin ini karena manajemen waktu saya aja yang kurang baik. Dan kalau ditanya, apa anda tidak berdoa untuk palestina, yang tiap hari kekejian terhadap muslim terjadi di sana? Well, itu adalah hubungan vertikal antara saya dengan Allah, tdk perlu saya klarifikasi. Terlebih terkait doa dalam islam, akan lebih baik bila kita mendoakan orang lain secara diam-diam, tanpa orang yang kita doakan mengetahuinya.
Kembali ke PP fb... Kalau menurut saya ya, pasang pp itu adalah suatu opsi praktis untuk menunjukkan simpati duka cita. Ibaratnya ada orang meninggal di jakarta, di jakarta banyaaak sekali penjual karangan bunga, bahkan bisa tinggal telpon, atau online delivery, jadi orang yang tak sempat melayat atau bahkan tidak tau nomor kerabat si meninggal yang bisa dihubungi, bisa pesan karangan bunga dengan mudah, dan praktis. Beda dengan kondisinya misal ada rekan tinggal di pedalaman papua, meninggal dunia. Opsi menunjukkan simpati dengan karangan bunga akan jadi tidak ada karena tidak memungkinkan, maka mungkin kita hanya bisa kirim SMS aja ke kerabatnya yang berduka, itu juga kalo kita tahu nomernya, kalau nggak?? Setidaknya dengan para keluarga korban tau, banyak yang bersimpati, mungkin bisa menguatkan mereka.
Menurut saya dengan saya, sebagai muslim, bersimpati, akan menunjukkan bahwa ajaran muslim yang saya tahu tidak mendukung tindakan keji seperti itu.
Tentang negara prancis, yang notabene ternyata punya beberapa catatan tindakan keji terhadap islam, lalu apakah benar kalau kita bela si teroris? Kalau menurut saya pribadi dengan kita membela teroris sama aja kita juga teroris. Apakah para korban itu adalah keluarga para penjahat yang ada hubungannya dengan berbagai rentetan tindakan keji yang pernah dilakukan "prancis" terhadap "islam"? Bahkan kita tidak tau persis itu prancis dan islam yang mana??
Tetap yang terbaik adalah berkhusnuzhon bahwa para korban adalah orang baik, selama tidak ada yang membuktikan bahwa para korban telah sebelumnya berbuat jahat pada para bomber, dan belum ada yang mengabarkan bahwa para korban adalah penjahat.
Nia,
Catatan di akhir hari,
17 Nov 2015
Rabu, 11 November 2015
Book review month 10 : "Rudy" by Gina S Noer
Rudy adalah salah satu buku kisah hidup BJ Habibie yang mengisahkan tentang perjuangannya untuk bersekolah, selain itu juga mengisahkan contoh cara yang dilakukan orang tua dengan finansial pas-pas an dan banyak anak, mencari solusi, mengambil keputusan dan berstrategi untuk mengusahakan pendidikan yang optimal bagi anak-anaknya.
Mungkin cerita dari orangtuanya dulu ya. Awalnya kisahnya begitu sempurna, tinggal di makassar, orangtua rudy adalah sepasang suami istri yang berasal dr keluarga terpandang, berpendidikan, dan ayah rudy adalah pejabat di jaman hindia belanda. Rudy bersekolah di sekolah indonesia hindia belanda. Orang tua rudy memiliki cita2 anak laki2 dr kel mereka kelak hrs jadi pemimpin. Keadaan berubah setelah pada usia belum smp, ayah rudy meninggal karena serangan jantung. Sebagai orang tua, tips yang bisa diambil dr decision yang diambil dr ibu Tuti Marini ibu Rudy adalah pada kondisi sulit mengambil keputusan terkait pendidikan harus sesuai kempuan, tdk hrs yg terbaik untuk semuanya, krn anaknya banyak... tapi ibu tuti melihat potensi dan mengutamakan anak laki2nya. Anak perempuan tetap sekolah meskipun bukan di sekolah terbaik.
Orang tua rudy jg tdk segan2 melakukan usaha ekstra demi biaya sekolah rudy di luar negeri. Rumah yang awalnya untuk kos, disulap menjadi hotel. Dalam buku ini dikisahkan jg pada bisnis, relationship sangat penting. Kos dan hotel sukses krn bu tuti memiliki jaringan pertemanan yang luas dan relationship yang baik.
Orang tua rudy pun layaknya orang tua jaman dahulu, ikut berperan dalam memilih jodoh. Konsisten pada tujuannya agar rudy menjadi pemimpin di indonesia, ibu tuti tidak mendukung bila rudy punya istri yang tidak bisa mengimbangi rudy, misalnya bukan org indonesia, atau tidak beragam islam, karena kelak tdk bisa mendukung rudy sbg istri seorang pemimpin indonesia.
Rudy juga meskipun kelak mjd intelektual dan sekaligus pemimpin, tapi masa mudanya jg sangat fun. Nonton, jalan2, main operet,dll. Jadi pesannya adalah sekolah harus serius, tapi fun tetap jalan.
Oya dan satu lagi d buku ini baru faham hubungan antara pendidikan dengan aktivitas politik negara. Dikisahkan rudy yang saat itu sedang mengerjakan salah satu proyek rahasia negara jerman sbg bahan tesis yaitu design kapal selam dengaj kemampuan khusus, tiba2 dihentikan di tengah jalannya proyek karena saat itu indonesia keluar dari NATO.
Akhir kata, sepertinya konsep harapan orang tua, seperti orang tua rudy yg mendoktrin anaknya untuk jadi pemimpin, harus lebih ditanamkan sejak anak masih kecil, bila sudah sepakat dgn konsep tsb, maka anak memiliki cita2 yang jelas dan aktivitasnya selalu terarah berjuang menggapai cita2nya.
Mungkin cerita dari orangtuanya dulu ya. Awalnya kisahnya begitu sempurna, tinggal di makassar, orangtua rudy adalah sepasang suami istri yang berasal dr keluarga terpandang, berpendidikan, dan ayah rudy adalah pejabat di jaman hindia belanda. Rudy bersekolah di sekolah indonesia hindia belanda. Orang tua rudy memiliki cita2 anak laki2 dr kel mereka kelak hrs jadi pemimpin. Keadaan berubah setelah pada usia belum smp, ayah rudy meninggal karena serangan jantung. Sebagai orang tua, tips yang bisa diambil dr decision yang diambil dr ibu Tuti Marini ibu Rudy adalah pada kondisi sulit mengambil keputusan terkait pendidikan harus sesuai kempuan, tdk hrs yg terbaik untuk semuanya, krn anaknya banyak... tapi ibu tuti melihat potensi dan mengutamakan anak laki2nya. Anak perempuan tetap sekolah meskipun bukan di sekolah terbaik.
Orang tua rudy jg tdk segan2 melakukan usaha ekstra demi biaya sekolah rudy di luar negeri. Rumah yang awalnya untuk kos, disulap menjadi hotel. Dalam buku ini dikisahkan jg pada bisnis, relationship sangat penting. Kos dan hotel sukses krn bu tuti memiliki jaringan pertemanan yang luas dan relationship yang baik.
Orang tua rudy pun layaknya orang tua jaman dahulu, ikut berperan dalam memilih jodoh. Konsisten pada tujuannya agar rudy menjadi pemimpin di indonesia, ibu tuti tidak mendukung bila rudy punya istri yang tidak bisa mengimbangi rudy, misalnya bukan org indonesia, atau tidak beragam islam, karena kelak tdk bisa mendukung rudy sbg istri seorang pemimpin indonesia.
Rudy juga meskipun kelak mjd intelektual dan sekaligus pemimpin, tapi masa mudanya jg sangat fun. Nonton, jalan2, main operet,dll. Jadi pesannya adalah sekolah harus serius, tapi fun tetap jalan.
Oya dan satu lagi d buku ini baru faham hubungan antara pendidikan dengan aktivitas politik negara. Dikisahkan rudy yang saat itu sedang mengerjakan salah satu proyek rahasia negara jerman sbg bahan tesis yaitu design kapal selam dengaj kemampuan khusus, tiba2 dihentikan di tengah jalannya proyek karena saat itu indonesia keluar dari NATO.
Akhir kata, sepertinya konsep harapan orang tua, seperti orang tua rudy yg mendoktrin anaknya untuk jadi pemimpin, harus lebih ditanamkan sejak anak masih kecil, bila sudah sepakat dgn konsep tsb, maka anak memiliki cita2 yang jelas dan aktivitasnya selalu terarah berjuang menggapai cita2nya.
Selasa, 27 Oktober 2015
Book review month-9 : Menjadi Haji Tanpa Berhaji, by Agus Mustofa
Menjadi haji tanpa berhaji
Kali ini membaca salah satu materi tasawuf modern dari Agus Mustofa, salah satu penulis yang banyak pro dan kontra.
Tertarik dengan buku ini karena belum menemukan buku lain yang menelaah tentang ibadah haji dalam bentuk cerita, dan dalam bahasa yang santai.
Dari judul bukunya saya pikir tadinya hanya akan mengingatkan tentang memaknai ibadah haji dengan benar, tetapi selain itu ternyata juga mengajak orang-orang yang belum dimampukan berhaji untuk memahami makna haji sehingga meskipun belum berangkat haji tapi faham makna, tujuan dari setiap ritualnya dan terinspirasi untuk berusaha menjadi seperti yang diharapkan pada umat islam yang sudah berhaji.
Banyak yang menarik meskipun kadang istilah yang digunakan mungkin kurang pas atau kurang sopan. Di bagian awal buku ini diingatkan supaya dalam berhaji memiliki niat yang benar, bukan tujuan duniawi semata. Diingatkan juga bahwa dalam setiap ritual ibadah haji hendaknya mengacu pada rukun ritualnya. Misalnya dikisahkan tentang seorang jamaah yang lupa doa towaf, dan ditelaah apakah doa towaf itu sesuatu yang sifatnya wajib dihafal? Atau sebenarnya inti towaf adalah dzikir?
Buku ini juga mengajak kita merenungkan lagi apakah tepat dengan adanya berbagai kemudahan yang terus berkembang pada ritual haji di masa kini, misalnya padang arafah dengan tenda ber AC, jamuan yang enak, jalanan yang semakin nyaman, dll, karena pafa hakikatnya haji adalah napak tilas segala peristiwa yang dialami nabi ibrahim as, supaya umat islam meneladaninya.
Dipaparkan bahwa wuquf di arafah dimaksudkan untuk perenungan diri untuk menentukan tujuan hidup, melempar jumrah adalah simbolisasi melawan setan dengan menyebut nama Allah, towaf mengumpamakan kehidupan manusia yang berbaur dengan berbagai karakter, sai adalah perjuangan yang tiada henti untuk mencapai tujuan. Salah satu ritual idul adha yaitu qurban mengajarkan umat untuk berserah diri dan senantiasa menjalankan perintah Allah meskipun kita tidak tau tujuannya.
Disimpulkan pada buku ini bahwa inti dari tujuan ibadah haji adalah berserah diri kepada Allah swt, selalu mengingat Allah pada segala keadaan. Lebih tinggi tingkatannya dari ibadah puasa ramadhan yang bertujuan supaya manusia bertaqwa, karena bekal untuk berserah diri adalah taqwa.
Kali ini membaca salah satu materi tasawuf modern dari Agus Mustofa, salah satu penulis yang banyak pro dan kontra.
Tertarik dengan buku ini karena belum menemukan buku lain yang menelaah tentang ibadah haji dalam bentuk cerita, dan dalam bahasa yang santai.
Dari judul bukunya saya pikir tadinya hanya akan mengingatkan tentang memaknai ibadah haji dengan benar, tetapi selain itu ternyata juga mengajak orang-orang yang belum dimampukan berhaji untuk memahami makna haji sehingga meskipun belum berangkat haji tapi faham makna, tujuan dari setiap ritualnya dan terinspirasi untuk berusaha menjadi seperti yang diharapkan pada umat islam yang sudah berhaji.
Banyak yang menarik meskipun kadang istilah yang digunakan mungkin kurang pas atau kurang sopan. Di bagian awal buku ini diingatkan supaya dalam berhaji memiliki niat yang benar, bukan tujuan duniawi semata. Diingatkan juga bahwa dalam setiap ritual ibadah haji hendaknya mengacu pada rukun ritualnya. Misalnya dikisahkan tentang seorang jamaah yang lupa doa towaf, dan ditelaah apakah doa towaf itu sesuatu yang sifatnya wajib dihafal? Atau sebenarnya inti towaf adalah dzikir?
Buku ini juga mengajak kita merenungkan lagi apakah tepat dengan adanya berbagai kemudahan yang terus berkembang pada ritual haji di masa kini, misalnya padang arafah dengan tenda ber AC, jamuan yang enak, jalanan yang semakin nyaman, dll, karena pafa hakikatnya haji adalah napak tilas segala peristiwa yang dialami nabi ibrahim as, supaya umat islam meneladaninya.
Dipaparkan bahwa wuquf di arafah dimaksudkan untuk perenungan diri untuk menentukan tujuan hidup, melempar jumrah adalah simbolisasi melawan setan dengan menyebut nama Allah, towaf mengumpamakan kehidupan manusia yang berbaur dengan berbagai karakter, sai adalah perjuangan yang tiada henti untuk mencapai tujuan. Salah satu ritual idul adha yaitu qurban mengajarkan umat untuk berserah diri dan senantiasa menjalankan perintah Allah meskipun kita tidak tau tujuannya.
Disimpulkan pada buku ini bahwa inti dari tujuan ibadah haji adalah berserah diri kepada Allah swt, selalu mengingat Allah pada segala keadaan. Lebih tinggi tingkatannya dari ibadah puasa ramadhan yang bertujuan supaya manusia bertaqwa, karena bekal untuk berserah diri adalah taqwa.
Senin, 05 Oktober 2015
Book review, month 8 : Aisyah
Aisyah
Karya : Sibel Eraslan
Aisyah adalah putri salah satu sahabat nabi, yaitu Abu Bakar. Menikah dengan Rasulullah pada usia 18thn, dan Rasulullah saat itu berusia 52thn. Acara pernikahannya dilakukan setahun dari pertunangannya. Pernikahan dilakukan di madinah, setelah hijrahnya Rasulullah. Aisyah adalah wanita yang hadir pada mimpi Rasulullah, yang berarti pernikahannya dengan Aisyah adalah perintah Allah.
Aisyah adalah satu-satunya wanita bukan janda yang dinikahi oleh Rasulullah
Pada percakapannya dengan Aisyah menggambarkan bahwa dalam memilih istri, Rasulullah lebih memilih yang masih perawan.
Di balik kecerdasannya sehingga banyak mencatat ilmu dari Rasulullah, Aisyah juga menggambarkan seorang perempuan biasa yang acapkali tergoda oleh gemerlap dunia, perhiasan untuk mempercantik diri di depan suaminya. Pada beberapa cerita dikisahkan Rasulullah selalu menasehatinya untuk menjaga diri dari godaan duniawi dan memilih perintah Allah dan Rasulullah.
Kisah tentang perhiasan salah satunya adalah pada saat sedang di perjalanan, kalung perak Aisyah terlepas dan hilang. Rasulullah meminta pasukan berhenti untuk mencari perhiasan itu, Aisyah pun sangat menyesal telah merepotkan. Dia sadar kalau memang perintah Allah menjauhi perhiasan adalah benar adanya. Pada saat itu pasukan mencari di suatu lembah pasir sampai kehabisan air dan tidak bisa berwudu. Saat itulah turun wahyu QS Al Maidah : 6, tentang bertayamum.
Aisyah adalah dengan wanita mana Rasulullah memperoleh wahyu ketika sedang di bawah selimut dengannya.
Aisyah adalah dimana Rasulullah wafat. Khotbah wada juga dikisahkan pada novel ini.
Di buku inipun diceritakan kehidupan Rasulullah bersama istri-istrinya. Dikisahkan Aisyah yang seringkali cemburu setiap kali Rasulullah menyebut Khadijah, istri yang paling dimuliakan; Selain itu istri yang lain adalah janda-janda yaitu Saudah, Hafsah putri Umar, Zainab, Ummu Salamah yang paling unggul pada hadis dan fiqih di antara istri yang lain, Ummu Habibah, Maimunah, Shafiyah. Dikisahkan juga Rasulullah yang selalu meminta Fatimah agar mencintai Aisyah, karena Fatimah juga mencintai apa yang dicintai Ayahandanya.
Pada akhir buku dikisahkan kehidupan pata ahli bait setelah Rasulullah meninggal dunia.
Karya : Sibel Eraslan
Aisyah adalah putri salah satu sahabat nabi, yaitu Abu Bakar. Menikah dengan Rasulullah pada usia 18thn, dan Rasulullah saat itu berusia 52thn. Acara pernikahannya dilakukan setahun dari pertunangannya. Pernikahan dilakukan di madinah, setelah hijrahnya Rasulullah. Aisyah adalah wanita yang hadir pada mimpi Rasulullah, yang berarti pernikahannya dengan Aisyah adalah perintah Allah.
Aisyah adalah satu-satunya wanita bukan janda yang dinikahi oleh Rasulullah
Pada percakapannya dengan Aisyah menggambarkan bahwa dalam memilih istri, Rasulullah lebih memilih yang masih perawan.
Di balik kecerdasannya sehingga banyak mencatat ilmu dari Rasulullah, Aisyah juga menggambarkan seorang perempuan biasa yang acapkali tergoda oleh gemerlap dunia, perhiasan untuk mempercantik diri di depan suaminya. Pada beberapa cerita dikisahkan Rasulullah selalu menasehatinya untuk menjaga diri dari godaan duniawi dan memilih perintah Allah dan Rasulullah.
Kisah tentang perhiasan salah satunya adalah pada saat sedang di perjalanan, kalung perak Aisyah terlepas dan hilang. Rasulullah meminta pasukan berhenti untuk mencari perhiasan itu, Aisyah pun sangat menyesal telah merepotkan. Dia sadar kalau memang perintah Allah menjauhi perhiasan adalah benar adanya. Pada saat itu pasukan mencari di suatu lembah pasir sampai kehabisan air dan tidak bisa berwudu. Saat itulah turun wahyu QS Al Maidah : 6, tentang bertayamum.
Aisyah adalah dengan wanita mana Rasulullah memperoleh wahyu ketika sedang di bawah selimut dengannya.
Aisyah adalah dimana Rasulullah wafat. Khotbah wada juga dikisahkan pada novel ini.
Di buku inipun diceritakan kehidupan Rasulullah bersama istri-istrinya. Dikisahkan Aisyah yang seringkali cemburu setiap kali Rasulullah menyebut Khadijah, istri yang paling dimuliakan; Selain itu istri yang lain adalah janda-janda yaitu Saudah, Hafsah putri Umar, Zainab, Ummu Salamah yang paling unggul pada hadis dan fiqih di antara istri yang lain, Ummu Habibah, Maimunah, Shafiyah. Dikisahkan juga Rasulullah yang selalu meminta Fatimah agar mencintai Aisyah, karena Fatimah juga mencintai apa yang dicintai Ayahandanya.
Pada akhir buku dikisahkan kehidupan pata ahli bait setelah Rasulullah meninggal dunia.
Senin, 24 Agustus 2015
Book review, month 7 : Gatot M Suwondo, Menggerakkan transformasi BNI
Kali ini baca buku biar tambah wawasan, apa sih yang dilakukan seorang direktur bank yang pada masa jabatannya terpilih menjadi best BUMN?
Meskipun belum di posisi tersebut, setidaknya bisa sekedar tahu, jadi tidak kaget kalau sewaktu-waktu jadi rejeki :)
Buku ini adalah suatu buku transformatografi, pengarangnya jurnalis pro, syamsuddin haesy, saya pun baru kali ini dengar istilah itu... ternyata artinya penggambaran berbagai pikiran, sikap tindakan seseorang yang dilakukan terhadap suatu lembaga untuk mencapai kinerja terbaik
Buku ini sangat kaya, diingatkan lagi tentang indikator perbankan, perbedaan manager dan leader, dan berbagai data, fakta serta gagasan terkait bisnis perbankan.
Salah satu yang menyindir terkait kepemimpinan, disebutkan bahwa manager adalah orang yang bekerja untuk dibayar, dan biasanya latar belakang lingkungannya memotivasi untuk selalu hidup nyaman. Berbeda dengan leader yang berpegang pada visi, menjadi inspirasi, dan memotivasi.
Pak Gatot sebagai seorang muslim sangat mahir menerjemahkan prinsip hidup.manusia yang terpapar di al quran, menjadi suatu definisi yang lebih mendunia, salah satunya tugas manusia untuk beribadah dan juga menjadi khalifah di muka bumi, diterjemahkan menjadi tugas untuk mengabdi pada Allah dan menjalankan fungsi kepemimpinan di dunia.
Selain itu juga spiritualnya yang kuat menjadi background dalam menciptakan nilai-nilai budaya kerja, misalnya 5th CEO Directive Action to All BNI Employee, diawali dengan bekerja dengan hati bersih, positif, sepenuh hati, pelihara momentum pertumbuhan, dan terakhit selalu berdoa.
Selain aspek agama, beliau juga selalu menggunakan local wisdom dalam berbagai aspek, misalnya untuk aspek kepemimpinan, digunakan falsafah ki hajar dewantara, ing ngarso sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani, beliau juga menggunakan falsafah cina dalam membangun bisnis, yaitu cincai yang menciptakan hopeng, cuan dari hoki, dan cengli, trust.
Beberapa transformasi yang dipaparkan di buku ini di antaranya, penggunaan istilah BNI Reformasi 1.0 untuk memulai transformasi pada tahun 2007, perubahan konsep product centric menjadi customer centric, perubahan peran pimwil sebagai CEO, perubahan CSR menjadi CCR yang lebih fokus, dengan realisasi project Kampoeng BNI.
Prestasinya antara lain, spin of BNI syariah pada tahun 2010, Secondary public offering pada 2010,
Best BUMN pada 2011, didukung oleh keberhasilan transformasi yang ditunjukkan oleh indikator rasio keuangan yang membaik
Meskipun belum di posisi tersebut, setidaknya bisa sekedar tahu, jadi tidak kaget kalau sewaktu-waktu jadi rejeki :)
Buku ini adalah suatu buku transformatografi, pengarangnya jurnalis pro, syamsuddin haesy, saya pun baru kali ini dengar istilah itu... ternyata artinya penggambaran berbagai pikiran, sikap tindakan seseorang yang dilakukan terhadap suatu lembaga untuk mencapai kinerja terbaik
Buku ini sangat kaya, diingatkan lagi tentang indikator perbankan, perbedaan manager dan leader, dan berbagai data, fakta serta gagasan terkait bisnis perbankan.
Salah satu yang menyindir terkait kepemimpinan, disebutkan bahwa manager adalah orang yang bekerja untuk dibayar, dan biasanya latar belakang lingkungannya memotivasi untuk selalu hidup nyaman. Berbeda dengan leader yang berpegang pada visi, menjadi inspirasi, dan memotivasi.
Pak Gatot sebagai seorang muslim sangat mahir menerjemahkan prinsip hidup.manusia yang terpapar di al quran, menjadi suatu definisi yang lebih mendunia, salah satunya tugas manusia untuk beribadah dan juga menjadi khalifah di muka bumi, diterjemahkan menjadi tugas untuk mengabdi pada Allah dan menjalankan fungsi kepemimpinan di dunia.
Selain itu juga spiritualnya yang kuat menjadi background dalam menciptakan nilai-nilai budaya kerja, misalnya 5th CEO Directive Action to All BNI Employee, diawali dengan bekerja dengan hati bersih, positif, sepenuh hati, pelihara momentum pertumbuhan, dan terakhit selalu berdoa.
Selain aspek agama, beliau juga selalu menggunakan local wisdom dalam berbagai aspek, misalnya untuk aspek kepemimpinan, digunakan falsafah ki hajar dewantara, ing ngarso sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani, beliau juga menggunakan falsafah cina dalam membangun bisnis, yaitu cincai yang menciptakan hopeng, cuan dari hoki, dan cengli, trust.
Beberapa transformasi yang dipaparkan di buku ini di antaranya, penggunaan istilah BNI Reformasi 1.0 untuk memulai transformasi pada tahun 2007, perubahan konsep product centric menjadi customer centric, perubahan peran pimwil sebagai CEO, perubahan CSR menjadi CCR yang lebih fokus, dengan realisasi project Kampoeng BNI.
Prestasinya antara lain, spin of BNI syariah pada tahun 2010, Secondary public offering pada 2010,
Best BUMN pada 2011, didukung oleh keberhasilan transformasi yang ditunjukkan oleh indikator rasio keuangan yang membaik
Jumat, 17 Juli 2015
Farewell Note
Another hello, another goodbye...
Menjadi seorang ibu bekerja, salah satu tantangannya adalah tidak menjadi cengeng pada saat melepas seorang "anak angkat", atau katakanlah "anggota keluarga". Apalagi model seperti saya, the mellow-er.
Siapa?
Tentu saja asisten. Ya, asisten adalah ibaratnya seorang anak angkat buat saya. Di sela tugasnya yang beragam, layaknya seorang anak angkat, saya selalu berusaha mengajarkan hal baru, dan menganggapnya sebagai keluarga sendiri.
Ini adalah ke-5 kalinya saya me"lulus"kan asisten saya. Yang sebelum2nya resign karena menikah, kali ini karena ingin mencoba pekerjaan lain. Ada yang beda pada asisten saya yg terakhir ini dengan yang sebelum2nya, asisten yang ini sembari bekerja, juga mengambil kelas kejar paket setara SMA pada setiap weekend. Mungkin kali ini dia ingin memanfaatkan ijazahnya pada petualangan barunya. Asisten yang kali ini juga cukup update teknologi, untuk resep masakan, saya cukup copas dari hasil browsing lalu saya bbm atau wa ke dia. Bahkan kalau saya lupa, dia inisiatif browsing sendiri.
Yang kali ini sudah 2 tahun dia tinggal bersama kami. Dari pengalaman yang sebelum2nya juga, saya pikir bekerja menjadi seorang ART ada miripnya dengan (maaf) PSK. Mereka sangat profesional, bekerja tanpa perasaan. Bayangkan saja setiap hari bermain, bercanda, tidur bareng, menyuapi, mengajari anak2 saya, selama rata2 10 jam saya tidak ada di rumah, namun dengan santainya mereka meninggalkan keseharian itu. Seperti ga punya perasaan kan? Hehe...
Saya... kehilangan, ya tentu saja. Karena harus mulai dari awal lagi, itu suatu hal. Namun hal lainnya karena saya harus lepaskan seorang anak manusia yang sehari2nya saya pantau, saya nasehati, saya bantu bila ada kesulitan. Saya tidak pernah yakin apakah kehidupannya setelah ini bisa lebih menyenangkan. Bisa masak makanan enak setiap hari, tidur siang tiap hari, bisa tidur di kasur yang empuk dan kamar yang nyaman, bisa jalan ke mall setiap weekend.
Ngomong soal bantuin asisten yang satu ini, baru kali ini juga di tengah meeting seru di kantor tetiba ada bbm masuk "bu, tolong transferin ke kampung dong, ibu saya kehabisan duit, nanti uangnya saya ganti di rumah" , atau "bu, temen saya lagi di jalan kehabisan duit, tlg transferin dulu ya bu, 100rb aja" :D
Tapi kadang juga saya dibantuin dia, di tengah meeting yang pelik, bisa semangat lagi setelah liat bbm masuk, foto anak saya yang kecil... "bu, adek bisa selfi sendiri", haha live report. Banyak lagi yang lainnya, "Bu, adek minta pake rok" atau "Bu, adek minta difoto sama ayam" :)
Anyway, goodluck deh mbak... thank you for the awesome 2 yrs... we miss you already...
At the end, i'll try to be as dr seuss said...
"Don't cry because its over, but smile because it happened"
Saya yakin ini waktunya saya membantu anak manusia yang lain lagi, dan tentu saja keluarganya. Seperti biasa, Allah sudah mengatur semuanya, tugas manusia ikhtiar dan berdoa.
:)
Menjadi seorang ibu bekerja, salah satu tantangannya adalah tidak menjadi cengeng pada saat melepas seorang "anak angkat", atau katakanlah "anggota keluarga". Apalagi model seperti saya, the mellow-er.
Siapa?
Tentu saja asisten. Ya, asisten adalah ibaratnya seorang anak angkat buat saya. Di sela tugasnya yang beragam, layaknya seorang anak angkat, saya selalu berusaha mengajarkan hal baru, dan menganggapnya sebagai keluarga sendiri.
Ini adalah ke-5 kalinya saya me"lulus"kan asisten saya. Yang sebelum2nya resign karena menikah, kali ini karena ingin mencoba pekerjaan lain. Ada yang beda pada asisten saya yg terakhir ini dengan yang sebelum2nya, asisten yang ini sembari bekerja, juga mengambil kelas kejar paket setara SMA pada setiap weekend. Mungkin kali ini dia ingin memanfaatkan ijazahnya pada petualangan barunya. Asisten yang kali ini juga cukup update teknologi, untuk resep masakan, saya cukup copas dari hasil browsing lalu saya bbm atau wa ke dia. Bahkan kalau saya lupa, dia inisiatif browsing sendiri.
Yang kali ini sudah 2 tahun dia tinggal bersama kami. Dari pengalaman yang sebelum2nya juga, saya pikir bekerja menjadi seorang ART ada miripnya dengan (maaf) PSK. Mereka sangat profesional, bekerja tanpa perasaan. Bayangkan saja setiap hari bermain, bercanda, tidur bareng, menyuapi, mengajari anak2 saya, selama rata2 10 jam saya tidak ada di rumah, namun dengan santainya mereka meninggalkan keseharian itu. Seperti ga punya perasaan kan? Hehe...
Saya... kehilangan, ya tentu saja. Karena harus mulai dari awal lagi, itu suatu hal. Namun hal lainnya karena saya harus lepaskan seorang anak manusia yang sehari2nya saya pantau, saya nasehati, saya bantu bila ada kesulitan. Saya tidak pernah yakin apakah kehidupannya setelah ini bisa lebih menyenangkan. Bisa masak makanan enak setiap hari, tidur siang tiap hari, bisa tidur di kasur yang empuk dan kamar yang nyaman, bisa jalan ke mall setiap weekend.
Ngomong soal bantuin asisten yang satu ini, baru kali ini juga di tengah meeting seru di kantor tetiba ada bbm masuk "bu, tolong transferin ke kampung dong, ibu saya kehabisan duit, nanti uangnya saya ganti di rumah" , atau "bu, temen saya lagi di jalan kehabisan duit, tlg transferin dulu ya bu, 100rb aja" :D
Tapi kadang juga saya dibantuin dia, di tengah meeting yang pelik, bisa semangat lagi setelah liat bbm masuk, foto anak saya yang kecil... "bu, adek bisa selfi sendiri", haha live report. Banyak lagi yang lainnya, "Bu, adek minta pake rok" atau "Bu, adek minta difoto sama ayam" :)
Anyway, goodluck deh mbak... thank you for the awesome 2 yrs... we miss you already...
At the end, i'll try to be as dr seuss said...
"Don't cry because its over, but smile because it happened"
Saya yakin ini waktunya saya membantu anak manusia yang lain lagi, dan tentu saja keluarganya. Seperti biasa, Allah sudah mengatur semuanya, tugas manusia ikhtiar dan berdoa.
:)
Langganan:
Postingan (Atom)










