Minggu, 24 September 2017

"Pulau Merak Kecil"

"Pulau Merak Kecil"

Pantai barat jawa adalah salah satu alternatif wisata bagi anda yang bosan bermacet-macet di Puncak atau Bandung.

Bila ingin mencari petualangan baru di pantai barat jawa, selain Anyer dan Carita, pulau ini boleh dicoba.

Apalagi bila anak-anak Anda belum pernah melihat secara langsung sebuah "pulau", untuk newbie sangat pas kesini.

Pulau ini belum dijadikan kawasan wisata komersial secara legal, jadi jangan harap ada "plang" petunjuk lokasi dan sarana-prasarana yang lengkap.



Untuk menuju pulau ini, dari kota cilegon carilah Polsek Merak. Tepat di sebelum kantor polsek, ada gang ke dalam, langsung Anda bisa temui parkiran mobil yang cukup rindang dan kapal nelayan yang siap mengantar Anda menyeberangi laut ke pulau.

Pulau nya kelihatan di depan mata. Waktu tempuhnya mungkin sekitar 10 menit naik kapal nelayan.
Biaya naik kapal per kepala Rp 15.000.

Dari pulau dapat terlihat kapal-kapal kecil ataupun besar.
Airnya jernih.
Ombaknya ada (tidak seperti pantai Ancol yang tak berombak), dan tidak terlalu besar karena terhalang karang.
Pasirnya cukup bersih, banyak batu karang besar dan kecil, sangat cocok untuk anak-anak yang suka berburu karang.
Kadang ketemu juga dengan ikan kecil dan bintang laut.

Fasilitas di pulau sangat terbatas. Tidak ada toilet.
Adanya hanya penjaja pop mi dan minuman seadanya.

Demikian sekilas info wisata pulau merak kecil.

Semoga bermanfaat.

Kamis, 24 Agustus 2017

Beautiful garden, A reward for Qur'an learn

"Tamasya di Taman, Hadiah Hafalan Surat Ar-Rahman"

Bismillahirahmannirrahim

---

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (QS Ath-Thalaq : 2-3)

---

Saya mungkin hanya remahan malkist bila dibanding para ODOJ-ers. Target bacaan quran belum berani banyak, lafal juga masih jauh dari sempurna.

Tapi alhamdulillah surat Ar Rahman, Al Waqiah dan Al Mulk sudah 2 tahun terakhir ini menjadi "makanan" sehari-hari saya. Sayangnya selama ini saya belum dapat hidayah untuk menghafal.

Akhir Juli yang lalu saya mengambil sisa cuti saya sekitar 1 minggu. Tak ingin hari-hari cuti saya sia-sia, alhamdulillah tiba-tiba saya mendapat ide untuk menghafal surat Ar Rahman selama saya cuti.
Saya mulai browsing berbagai macam metode menghafal yang kira-kira pas dan efektif untuk saya.

Langkah-langkahnya kira-kira seperti ini :
1. Saya unduh aplikasi Quran Memorization (Haafiz)
2. Ar Rahman terdiri dari sekitar 45 baris, saya targetkan saya bisa hafal 3 baris per hari, sehingga akhirnya saya potong menjadi 15 bagian
3. Saya tulis di aplikasi "note" di gadget, masing-masing potongan adalah ayat berapa s.d berapa, dan potongan kata yang memulai tiap-tiap bagian
4. Setiap pagi saya dengarkan 1 bagian, dengan aplikasi yang sudah saya install, dan diputar minimal 25x, lalu setelah isya diulang lagi dan dihafalkan
5. Hari selanjutnya langkah yang sama dan dilafalkan dari bagian yang sudah dihafal pada hari-hari sebelumnya
6. Gunakan jari tangan sebagai alat bantu menghitung ayat
7. Bila lupa antar bagian yang dihafal, fungsi catatan di gadget adalah untik diintip

Mungkin ada yang mau coba metode di atas, dimulai dengan niat dan basmalah...insyaAllah hafal sesuai hari yang ditargetkan.

Tibalah pada suatu hari ba'da magrib, di beberapa hari sebelum target waktu hafalan saya berakhir, ada telepon masuk dari pak bos di kantor. Ternyata pak bos menawarkan untuk ikut suatu event kantor, tour ke Singapore karena di last minute ada sisa slot peserta, dan rekan kantor yang lainnya berhalangan.

Setelah cek agenda saya, sepertinya tidak bentrok dengan acara lain yang penting, saya ambillah penawarannya. Meskipun sebenarnya belum pasti berangkat juga karena paspor baru disubmit ke tour agent dan tiket belum dibeli.

Alhamdulillah atas ijin Allah, saya berangkat juga ke Singapore tepat setelah hafalan saya selesai.

Meskipun ini adalah yang ke sekian kalinya ke Singapore, tetapi pergi dengan rombongan yang berbeda menambah pengalaman dan kemanfaatan yang berbeda.

Selain itu, kali ini saya mengunjungi venue yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya... Flower Dome, Garden By The Bay. 🌸🌸


Ya... ternyata kali ini hadiah hafalan surat Ar Rahman saya (tentunya ini di luar faktor hasil kerja saya yang mungkin dianggap berprestasi sama pak bos yaaa...) yang tak disangka-sangka adalah tamasya di taman bunga di tepi laut.

Semoga kelak bisa dihadiahi tamasya di taman surga.

Saat ini saya alhamdulillah sudah gabung di WA Group Hafidz On The Street #HOTS, supaya bacaan hafalan saya ada yang review karena masih banyak kekurangan.

Bukan bermaksud riya atau apa... tapi maksudnya semoga catatan ini menginspirasi dan menambah semangat untuk menghafal quran untuk pembaca ☺

Jumat, 31 Maret 2017

"Be the most useful moslem"

"Be the most useful moslem"


Di perjalanan komuter malam ini, di lini masa sebuah media sosial saya melihat artikel dengan judul "Jika anak sekolah terlalu dini" karya seorang psikolog kondang.

Bukan pertama kalinya memang saya menemukan artikel ini, tapi kali ini saya tergoda untuk mengisi waktu merefleksi diri dengan menulis tanggapan saya terhadap artikel ini.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda :

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).

Menanggapi artikel ini mungkin ada yang langsung tercetus, pro atau kontra?
Buat saya bukan masalah pro atau kontra.

Kembali ke hadist di atas, untuk mengetahui kondisi yang seperti apakah yang membuat kita lebih bermanfaat untuk manusia? Hanya hati nurani dan takdir Allah yang berasal dari doa-doa yang kita panjatkan sebagai cerminan intuisi kita lah yang menjawab.

Pada saat intuisi saya berkata, saya punya skill yang cukup, untuk bekerja di luar rumah dan memanage waktu, dan akan lebih bermanfaat bila saya bekerja, saya bisa perdalam ilmu agama dari pekerjaan saya, bisa berbagi ilmu ke orang lain, mengambil bagian dalam mengembangkan perekonomian islam, bisa menyenangkan orang tua saya, bersedekah lebih banyak, dan mungkin berbagai manfaat yang lain, maka saya berdoa, "semoga Allah memudahkan saya bekerja, melindungi anak saya selama saya tinggal, dan selama dia "tempat bermain", melindungi lahirnya, melindungi batinnya" yaa... tempat bermain, bukan sekolah. Tapi sebagai bahan awareness, bermanfaat juga artikel ini supaya kita perhatikan bagaimana aktivitas di kelompok bermain anak-anak kita apakah anak kita benar bermain atau belajar?

Mungkin saya bukan seorang psikolog, tapi saya coba berlogika saja, saya lihat anak saya happy dan semangat pada saat mobil jemputannya datang setiap pagi, sama ekspresi "happy"-nya dengan kondisi saat diajak bermain di playground di mall misalnya, insyaAllah itulah jawaban doa-doa saya, anak saya happy dan tidak ada masalah.

Dengan kondisi saya tentunya pilihannya adalah memasukkan anak ke "kelompok bermain" (catat : bukan tempat belajar) untuk dapat bermain secara terarah dan bermanfaat untuk perkembangannya, daripada di rumah dengan nanny yang tidak punya skill khusus dalam hal mengarahkan anak. Di sana anak saya bermain angka, bermain huruf, dan dia tidak pernah merasa dituntut untuk harus bisa.

Mungkin ibu lain ada yang merasa skill nya tidak cocok bekerja di luar rumah. Lebih cocok di rumah untuk memasak, membuat kue, membimbing anak, bermain dengan anak, sehingga menurut ibu lain anaknya akan tumbuh lebih optimal bila ibu di rumah. Selain untuk anak, dengan di rumah ibu akan lebih bermanfaat untuk orang tuanya, misalnya lebih sering berbincang dengan orang tua, atau menelpon, mendengar curhatnya, memasak, menemani belanja dan yang lain.

Dengan kondisi ibu itu tentunya sesuai yang lebih baik yang ditulis di artikel itu pilihannya adalah anak di rumah saja bermain dengan pengawasan dan pengarahan ibu.

So, just believe in your self and dont let anyone nor any article let you down.

Jangan "baper" 😄

Mungkin artikel-artikel tertentu bukan ditujukan untuk kondisi kita bu, kita aja yang terlalu "pede", merasa sok disindir sama artikel dan jadi "baper". Mungkin beberapa artikel ditulis sebagai bahan renungan untuk para ibu yang kondisinya beda dengan kita.

Belajarlah terus untuk mengasah dan mempercayai intuisi kita. Allah menciptakan manusia dengan masing-masing kelebihan dan kekurangan, tugas kita lah untuk mengasah dan berintuisi dalam membuat keputusan.

Dari salah satu artikel yang pernah saya baca, intuisi adalah yang membedakan antara seorang "top leader" dengan para pemimpin yang lain.

One of the primary reasons top leaders are able to make tough decisions is because they have learned to trust their intuitive instincts. Bill Gates says, "Often you have to rely on intuition."

The facts are great, and we need them, but sometimes it boils down to what we feel in our gut. Facts are the "math" of decision-making while intuition is the "art." 

Finally, use your intuition and be the most useful of you.

Rabu, 29 Maret 2017

Book review month 5 : "Ini Lho KPR Syariah" by Ahmad Ifham

"Ini Lho KPR Syariah" by Ahmad Ifham


Selama tahun 2017 ini masih baca buku meskipun nggak kesampaian nulis resensinya.

Libur nyepi kali ini biar produktif coba nulis lagi. Kata Stephen Covey harus "Sharpen the saw" supaya gergaji kita nggak tumpul.

Seperti biasa, pertama yang dilihat pasti latar akademi penulisnya. Satu almamater sama saya, ilmu psikologi, hal seperti ini lah yang terkadang membangun optimisme saya, kuliah yang berbeda dengan pekerjaan kita justru bukan sebagai penghambat tapi malah memperkaya keilmuan kita.

Buku ini lebih kaya dari judulnya. Meskipun judulnya KPR Syariah, tapi begitu dibuka, di bagian awal merefresh lagi dari mana sih dana KPR bank syariah? Kita diajak berlogika, dan bisa menemukan dengan mudah benang merah perbedaan antara konsep konvensional dengan syariah. Dari harfiahnya saja, sumber dana konvensional adalah dari tabungan, simpanan, dana yang disimpan dan dijanjikan "manfaat" yang pasti, entah bagaimana caranya. Sedangkan syariah dananya adalah dari investasi shohibul maal a.k.a pemilik dana kepada mudharib a.k.a pengelola dana, sehingga akadnya disebut mudharabah. Bagaimana pengelola dana memutar uangnya? Dengan dagang, dagangnya bisa dengan skema murabahah a.k.a jual beli, atau syirkah a.k.a bekerjasama dalam pembelian suatu aset, dan memperoleh pendapatan dari menyewakan aset tersebut. Hasil dagang dalam bentuk selisih harga dari jual beli atau pendapatan sewa itulah yang selanjutnya di "bagi hasil"kan kepada para shohibul maal.

Di buku ini juga dijelaskan konsep bay' al 'inah, transaksi yang mengada-ada yang mendekati riba.
Konsep ta'widh atau denda yang tidak dilarang. Konsep wakalah, wa'ad atau janji, dan banyak lagi yang dijelaskan dalam contoh case yang mudah dicerna.

Namun ada kalanya saya perlu membaca beberapa case dengan diulanh dan diulang lagi supaya benar-benar faham. Di saat-saat tertentu saya sadar bahwa otak saya perlu berhenti sejenak untuk dikosongkan dulu sebelum diajak mencerna lagi. Kita sebagai manusia kadang terlalu sombong karena merasa ilmu kita sudah banyak, padahal justru kesombongan itulah yang menghalangi ilmu yang lain masuk ke otak kita.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Barangsiapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan maka Dia akan memahamkan baginya agama (Islam)” (HR Bukhari no. 2948 dan Muslim no. 1037)

Semoga kita semua selalu diberikan petunjuk oleh Allah untuk memahami agama Islam ini dan mengamalkannya.

Senin, 26 September 2016

Ber[sama DBD]-Lebaran di Rumah Sakit

Siapa tidak tahu demam berdarah dengue a.k.a DBD?

Sewaktu saya masih di usia SD, keluarga kami tinggal di suatu perumahan di pinggir kota jogjakarta. Di sanalah pertama kali saya mengenal DBD, penyakit yang merenggut nyawa anak salah seorang warga, anak kecil yang waktu itu usianya beberapa tahun di bawah saya.

Kurang lebih 25 tahun kemudian, saya harus menghadapi suatu kenyataan bahwa anak saya terkena penyakit tersebut. Ya, DBD. Diindikasi dari hasil cek darah NS1 Antigen (dengue) positif

Saya tidak akan menceritakan bagaimana secara detail penyakit tersebut menyerang alya, intinya seperti yang dapat ditemui pada berbagai sumber, trombosit atau platelet alya turun terus sampai dengan hari ke-5 setelah hari pertama terindikasi positif DBD. Pada hari ke-6 baru naik dan dibolehkan pulang dari RS. Bersamaan hasil cek lab indikasi positif DBD, waktu itu trombosit masih di 194rb, mencapai titik terendah pada hari ke-5 102rb dan pada hari ke-6 naik di 108rb Pada hari ke-10 kami cek lagi dan trombosit sudah di atas 150rb.

Sekedar berbagi aja barangkali ada sesama parents yang belum move on dari merutuki nasib, "anak saya pernah kena DBD", hikmah yang dapat diambil dari ujian DBD plus sekaligus pada saat lebaran, insyaAllah :

1. Bisa ber empati sama sesama parents yang anaknya terkena DBD. Tidak pernah menyalahkan, karena saya pun bingung kapan dan dimana anak saya terkena gigitan nyamuk, sementara alhamdulillah adiknya sehat.

2. Bisa berbagi tips dengan parents yang anaknya terkena DBD. Bagaimana menjaga kesabaran, bagaimana menjaga asupan anak supaya stabil selama trombosit turun, apa saja asupan yang dapat dicoba untuk membantu menaikkan trombosit.

3. Untuk parents yang pernah merayakan lebaran di RS, InsyaAllah tahun-tahun selanjutnya lebih memaknai hari-hari terakhir ramadhan dan hari raya dengan cukup berkumpul di rumah, beribadah, makan sahur dan berbuka di RUMAH bersama keluarga. Ceritanya kemaren meski dalam kondisi alya divonis positif dbd, demi birrul walidain, kami tetap mudik, tapi boro-boro rekreasi atau wisata kuliner, 6 hari terakhir ramadhan kemarin kami habiskan di rumah sakit menemani alya. Beda seperti tahun sebelumnya, setiap sore menjelang buka puasa selalu sibuk mencari ide kuliner 🙈
Tahun depan insyaAllah kami tidak terlalu sibuk dengan urusan duniawi yang tidak pas waktunya. Saat alya sakit kemarin barulah benar-benar habiskan waktu untuk tadarus menjelang buka puasa, Manusia memang tempatnya lengah dan lupa, apalagi di saat sehat dan senang hatinya; alhamdulillah Allah begitu baiknya mengingatkan kami.

4. Semakin bisa mensyukuri semua taqdir Allah adalah yang terbaik. Di malam takbir saya bersama alya di rumah sakit menikmati suara takbir dan terkadang percikan kembang api. Pupus sudah harapan untuk ikut sholat ied setelah pada sore hari itu hasil cek darah masih menunjukkan nilai trombosit yang masih turun. Masih bertanya-tanya dalam hati sebanyak apa dosa saya, rasanya berat sekali hukuman ini... sampai-sampai saya tidak boleh ikut sholat ied sama Allah.
Namun setelah saya renungkan lagi... Allah begitu baik menakdirkan saya harus menemani anak saya di rumah sakit selama saya LIBUR bekerja. Entah bagaimana kisahnya bila alya sakit pada saat bukan tanggal-tanggal liburan, pasti akan repot sekali kami mengatur jadwal jaga. Dan tentunya menguras energi.
Tepat di hari raya idul fitri, yang menurut beberapa kajian disebut sebagai hari kemenangan, alhamdulillah Allah seolah "memenangkan" doa kami, trombosit alya akhirnya naik dan boleh pulang dari RS.

Semoga bermanfaat dan menginspirasi yaaa...

Minggu, 04 September 2016

Book review month 9 : Cabin Notes

Cabin Notes by Pratiwi Hidayat

Setelah 5 bulan tidak achieve target... akhirnya bulan ini berhasil pilih buku yang ringan aja... yang penting dibaca sampai tuntas #pfiuuuh...

Waktu kecil salah satu cita-cita saya adalah jadi pramugari. Mungkin karena saya tidak dilahirkan dari keluarga yang kaya raya... jadi... "naik pesawat" dulu adalah cita-cita saya. Rasanya ga mungkin banget bisa naik pesawat karena harga tiketnya pasti mahal sekali. Karena itulah mungkin melihat profesi pramugari rasanya asik sekali... bisa naik pesawat, dibayar pula, keliling dunia. Tapi waktu itu saya berfikir sepertinya tinggi badan pas-pas an... ya sudahlah. Makanya sampai saat ini saya masih selalu tertarik dengan yang berbau-bau naik pesawat.

Saat lihat judul buku ini, saya intip isinya... isinya kisah2 inspiratif dari yang dialami penulis langsung atau orang2 di sekitarnya. banyak ayat qur'an dan hadist. Ternyata pramugari yang menulis buku ini adalah seorang muslim. Namun banyak juga quote general, jadi buku ini seimbang.

Buku ini meluruskan pandangan sebagian orang yang berfikir bahwa profesi pramugari identik dengan kehidupan bebas dan glamour. Beberapa pramugari juga sholat di udara, menjalankan kewajibannya sebagai muslimah.

Penulis menceritakan beberapa kisah orang-orang yang dimulai atau mengalami musibah di tengah jalan. Dan musibah tidak perlu disesali. Bahkan kepada "penjahat" yang menyebabkan musibah pun sebisa mungkin jangan dianggap sebagai orang jahat... namun berfikirlah bahwa dia orang yang sedang sulit... atau menyulitkan kita... dan doakan, karena janji Allah itu pasti. "Sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan"

Kuncinya adalah ikhlas. ikhlas dalam menerima kondisi baik dan buruk, mudah atau sulit. Ada satu bab yang menarik... ketika ikhlas dikisahkan seperti QS Al Ikhlas, dimana tidak ada satupun kata "ikhlas" di dalamnya.

Selain itu banyak kisah hikmah yaitu balasan Allah ketika seseorang menerima cobaannya dengan ikhlas, orang yang menjalani takdirnya dengan ikhlas, keajaiban penerbangan haji, dan juga orang yang tidak ikhlas membantu.

Hal yang bisa digarisbawahi adalah seperti hal nya pesawat yang pada saat akan take off harus punya tujuan yang jelas dan secara prinsip tujuan team pada setiap flight adalah sama yaitu menjamin keselamatan penerbangan, demikian juga hidup. Sebagai seorang muslim harus berpegang teguh pada prinsip... dalam hal ini adalah misi utamanya di dunia yang ada 3 yaitu beriman, beribadah dan berilmu yang bermanfaat untuk sesama. Dan hal lain yang berulang kali diingatkan oleh mba Tiwi adalah jangan sombong dan tetap bersyukur.

Buku ini juga menyisipkan fakta-fakta unik seputar dunia penerbangan. Seperti apakah pesawat bisa mundur, kenapa pada saat take off dan landing lampu redup, apakah pilot dan copilot makan makanan yang sama, apa yang dilakukan pramugari saat take off, dll.

Ringan tapi touchy...
Nice writing...

Sabtu, 02 Juli 2016

H.i.j.r.a.h

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al-Baqarah: 218)

Hijrah secara umum artinya meninggalkan segala macam bentuk kemaksiatan dan kemungkaran, baik dalam perasaan (hati), perkataan dan perbuatan. Namun secara khusus adalah pindahnya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam dan para sahabatnya dalam rangka menyelamatkan iman dan Islam serta membangun peradaban baru di tempat baru.

Makna Hijrah akan selalu hidup dalam diri orang-orang yang beriman. Hidup karena mereka selalu menghayati nilai-nilainya dan mengamalkan pesan-pesan moralnya.

Tahun 2016 ini adalah tahun ke-10 saya berkarya di bidang perbankan konvensional.

Sejak memulai berkarya di dunia perbankan, saya tidak pernah berhenti berikhtiar untuk pindah ke unit syariah, saya menjaga korespondensi dengan staff unit syariah dan teman-teman yang bekerja di bank syariah. Berkali-kali saya melakukan diskusi ataupun interview. Selain itu saya juga selalu berupaya untuk mengingat menyelipkan doa untuk bisa hijrah ke perbankan syariah di setiap sholat saya.

Selain menjaga korespondensi dengan staff, saya juga selalu mengupayakan untuk memberikan support maksimal pada bisnis syariah. Selama saya masih di unit konvensional, saya selalu meniatkan diri bahwa seluruh task yang saya lakukan adalah sebagai pembelajaran, bekal untuk kelak saya join sebagai syariah banker.

Tahun demi tahun berlalu dan tingkat demi tingkat jenjang karir saya pun bertumbuh. Saya semakin berfikir bahwa waktu saya semakin mepet. Semakin bertambah usia saya artinya semakin ke arah tidak produktif, dan semakin meningkat karir saya di konvensional maka semakin mahal "biaya" saya, 2 hal tersebut menurut saya berpotensi memperkecil peluang saya untuk join di syariah banking. Tanpa adanya experience bekerja di perbankan syariah, saya juga tidak yakin dapat menjalankan peran yang sama pada posisi middle management, itulah mengapa saya segera ingin join di perbankan syariah mumpung saya masih pada posisi staff biasa.

Dua tahun terakhir ikhtiar saya semakin saya tingkatkan. Saya coba memantaskan diri untuk merayu Allah dan meminta belas kasihNya. Saya coba tertibkan lagi puasa senin kamis, sholat duha, dan membaca 3 surat pilihan setiap hari yaitu Ar Rahman, Al Waqiah dan Al Mulk. Selain itu Allah memberi hidayah sehingga saya menyukai pakaian syar'i. Untuk sosial, saya coba istiqomah aktif pada majlis taklim ibu-ibu cluster, meskipun hanya sebatas bantu-bantu menginisiasi jadwal dan menyiapkan undangan.

Tahun 2015 adalah tahun yang cukup sulit untuk bisnis, di perusahaan saya khususnya. Target tidak achieve, dapat bonus atau tidak pun kami pasrah. Namun selama tahun tersebut saya berhasil meniatkan diri untuk menabung ONH secara rutin tiap bulan. Dan dengan niat yang kuat untuk menjadikan keinginan duniawi jadi yang ke sekian, serta dengan prinsip "kaya sebelum miskin dan sehat sebelum sakit", pada awal tahun 2016 ini saya (dan suami) mendaftar ibadah haji. Pada saat itulah keajaiban mulai terjadi.

Bila seorang hamba mendekat kepada-Ku (Allah) sejengkal, maka Aku mendekat kepadanya sehasta. Bila dia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan bila dia mendekatiku dengan berjalan, maka Aku mendekatinya dengan berlari.“ (HR Bukhari)

“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkannya (mencukupkan keperluannya)." (QS. Ath-Tholaq: 2-3)

Persis pada H-2 sebelum jadwal saya cuti untuk mendaftar haji ke Depag, tiba-tiba sebuah pesan masuk dari seorang kawan lama, menginformasikan bahwa ada salah satu bank syariah (bahkan Allah memberi lebih dari baik karena ini bukan sekedar unit usaha syariah) yang sedang mencari staff dengan spec yang saya miliki. Hari itu pun saya langsung mengirimkan CV via email sesuai alamat yang diinfo.

Malam harinya, saya diundang interview, besok. Namun karena saya sudah menjadwalkan cuti pada hari lusa-nya, saya menawarkan untuk interview sekaligus pada hari cuti tersebut. Alhamdulillah tawaran saya diterima. Maka setelah pagi hari ke Depag dan siang mengantar anak kegiatan sekolah, sore harinya saya memenuhi janji rangkaian interview saya yang pertama.

Alhamdulillah setelah beberapa interview lanjutan, pemenuhan dokumen dan beberapa proses, saya dinyatakan lolos untuk join di bank syariah tersebut.

Hijrah berawal dari suatu hidayah... setelah diberi kesempatan, hijrah menjadi sarat dengan amanah. Tujuan saya menulis kisah ini semoga tidak dianggap sebagai takabur... hanya sekedar berbagi, semoga dapat menginspirasi dan menambah motivasi... karena saya yakin sebagian dari teman-teman pasti juga sudah memiliki keinginan hijrah tapi belum diberikan kesempatan. Semoga tetap diberikan hidayah... tetap semangat.

Dan untuk yang sudah berhijrah seperti saya semoga dapat lebih memaknai hidup menjadi lebih nermanfaat dengan berdakwah, mengajak masyarakat ber-banking secara syariah dan yang paling utama selalu istiqomah... karena walaupun baru join seumur jagung sebagai praktisi perbankan syariah saya meyakini dengan pasti bahwa tidak mudah untuk bertahan di jalan dakwah.

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.” (At-Taubah: 111)

Tidak mudah untuk bertahan di jalan dakwah, karena itulah Allah swt telah menyiapkan balasan yang besar bagi siapa saja yang dengan tulus ikhlas tetap istiqamah berjuang dijalan Allah. Allah swt telah menyiapkan surga untuk mereka yang dengan ikhlas menginfaqkan harta dan jiwanya dijalan Allah.

Yang mesti kita pahami bersama, sejatinya ujian dan cobaan yang diberikan oleh Allah swt itu adalah proses “screening” yang dilakukan oleh Allah swt. Ujian dan cobaan adalah “seleksi” tersendiri yang dilakukan oleh Allah swt untuk melihat siapakah di antara hamba-Nya yang memiliki kualitas amal terbaik.  Dan di surat lain, Allah swt juga menegaskan bahwa ujian dan cobaan yang diberikan itu untuk membuktikan keimanan seseorang.

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (Al-Baqarah: 214)

Penutup :
Hijrah saya pun ternyata juga secara harfiah, yaitu berpindah lokasi kantor, yang mengharuskan saya berpindah moda transportasi dari kendaraan pribadi menjadi kendaraan umum, resmilah saya bergabung menjadi 'roker' rombongan kereta :)




Artikel lainnya :