Sabtu, 02 Juli 2016

H.i.j.r.a.h

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al-Baqarah: 218)

Hijrah secara umum artinya meninggalkan segala macam bentuk kemaksiatan dan kemungkaran, baik dalam perasaan (hati), perkataan dan perbuatan. Namun secara khusus adalah pindahnya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam dan para sahabatnya dalam rangka menyelamatkan iman dan Islam serta membangun peradaban baru di tempat baru.

Makna Hijrah akan selalu hidup dalam diri orang-orang yang beriman. Hidup karena mereka selalu menghayati nilai-nilainya dan mengamalkan pesan-pesan moralnya.

Tahun 2016 ini adalah tahun ke-10 saya berkarya di bidang perbankan konvensional.

Sejak memulai berkarya di dunia perbankan, saya tidak pernah berhenti berikhtiar untuk pindah ke unit syariah, saya menjaga korespondensi dengan staff unit syariah dan teman-teman yang bekerja di bank syariah. Berkali-kali saya melakukan diskusi ataupun interview. Selain itu saya juga selalu berupaya untuk mengingat menyelipkan doa untuk bisa hijrah ke perbankan syariah di setiap sholat saya.

Selain menjaga korespondensi dengan staff, saya juga selalu mengupayakan untuk memberikan support maksimal pada bisnis syariah. Selama saya masih di unit konvensional, saya selalu meniatkan diri bahwa seluruh task yang saya lakukan adalah sebagai pembelajaran, bekal untuk kelak saya join sebagai syariah banker.

Tahun demi tahun berlalu dan tingkat demi tingkat jenjang karir saya pun bertumbuh. Saya semakin berfikir bahwa waktu saya semakin mepet. Semakin bertambah usia saya artinya semakin ke arah tidak produktif, dan semakin meningkat karir saya di konvensional maka semakin mahal "biaya" saya, 2 hal tersebut menurut saya berpotensi memperkecil peluang saya untuk join di syariah banking. Tanpa adanya experience bekerja di perbankan syariah, saya juga tidak yakin dapat menjalankan peran yang sama pada posisi middle management, itulah mengapa saya segera ingin join di perbankan syariah mumpung saya masih pada posisi staff biasa.

Dua tahun terakhir ikhtiar saya semakin saya tingkatkan. Saya coba memantaskan diri untuk merayu Allah dan meminta belas kasihNya. Saya coba tertibkan lagi puasa senin kamis, sholat duha, dan membaca 3 surat pilihan setiap hari yaitu Ar Rahman, Al Waqiah dan Al Mulk. Selain itu Allah memberi hidayah sehingga saya menyukai pakaian syar'i. Untuk sosial, saya coba istiqomah aktif pada majlis taklim ibu-ibu cluster, meskipun hanya sebatas bantu-bantu menginisiasi jadwal dan menyiapkan undangan.

Tahun 2015 adalah tahun yang cukup sulit untuk bisnis, di perusahaan saya khususnya. Target tidak achieve, dapat bonus atau tidak pun kami pasrah. Namun selama tahun tersebut saya berhasil meniatkan diri untuk menabung ONH secara rutin tiap bulan. Dan dengan niat yang kuat untuk menjadikan keinginan duniawi jadi yang ke sekian, serta dengan prinsip "kaya sebelum miskin dan sehat sebelum sakit", pada awal tahun 2016 ini saya (dan suami) mendaftar ibadah haji. Pada saat itulah keajaiban mulai terjadi.

Bila seorang hamba mendekat kepada-Ku (Allah) sejengkal, maka Aku mendekat kepadanya sehasta. Bila dia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan bila dia mendekatiku dengan berjalan, maka Aku mendekatinya dengan berlari.“ (HR Bukhari)

“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkannya (mencukupkan keperluannya)." (QS. Ath-Tholaq: 2-3)

Persis pada H-2 sebelum jadwal saya cuti untuk mendaftar haji ke Depag, tiba-tiba sebuah pesan masuk dari seorang kawan lama, menginformasikan bahwa ada salah satu bank syariah (bahkan Allah memberi lebih dari baik karena ini bukan sekedar unit usaha syariah) yang sedang mencari staff dengan spec yang saya miliki. Hari itu pun saya langsung mengirimkan CV via email sesuai alamat yang diinfo.

Malam harinya, saya diundang interview, besok. Namun karena saya sudah menjadwalkan cuti pada hari lusa-nya, saya menawarkan untuk interview sekaligus pada hari cuti tersebut. Alhamdulillah tawaran saya diterima. Maka setelah pagi hari ke Depag dan siang mengantar anak kegiatan sekolah, sore harinya saya memenuhi janji rangkaian interview saya yang pertama.

Alhamdulillah setelah beberapa interview lanjutan, pemenuhan dokumen dan beberapa proses, saya dinyatakan lolos untuk join di bank syariah tersebut.

Hijrah berawal dari suatu hidayah... setelah diberi kesempatan, hijrah menjadi sarat dengan amanah. Tujuan saya menulis kisah ini semoga tidak dianggap sebagai takabur... hanya sekedar berbagi, semoga dapat menginspirasi dan menambah motivasi... karena saya yakin sebagian dari teman-teman pasti juga sudah memiliki keinginan hijrah tapi belum diberikan kesempatan. Semoga tetap diberikan hidayah... tetap semangat.

Dan untuk yang sudah berhijrah seperti saya semoga dapat lebih memaknai hidup menjadi lebih nermanfaat dengan berdakwah, mengajak masyarakat ber-banking secara syariah dan yang paling utama selalu istiqomah... karena walaupun baru join seumur jagung sebagai praktisi perbankan syariah saya meyakini dengan pasti bahwa tidak mudah untuk bertahan di jalan dakwah.

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.” (At-Taubah: 111)

Tidak mudah untuk bertahan di jalan dakwah, karena itulah Allah swt telah menyiapkan balasan yang besar bagi siapa saja yang dengan tulus ikhlas tetap istiqamah berjuang dijalan Allah. Allah swt telah menyiapkan surga untuk mereka yang dengan ikhlas menginfaqkan harta dan jiwanya dijalan Allah.

Yang mesti kita pahami bersama, sejatinya ujian dan cobaan yang diberikan oleh Allah swt itu adalah proses “screening” yang dilakukan oleh Allah swt. Ujian dan cobaan adalah “seleksi” tersendiri yang dilakukan oleh Allah swt untuk melihat siapakah di antara hamba-Nya yang memiliki kualitas amal terbaik.  Dan di surat lain, Allah swt juga menegaskan bahwa ujian dan cobaan yang diberikan itu untuk membuktikan keimanan seseorang.

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (Al-Baqarah: 214)

Penutup :
Hijrah saya pun ternyata juga secara harfiah, yaitu berpindah lokasi kantor, yang mengharuskan saya berpindah moda transportasi dari kendaraan pribadi menjadi kendaraan umum, resmilah saya bergabung menjadi 'roker' rombongan kereta :)




Sabtu, 26 Maret 2016

Book review month 3 : #NasihatDiri by Teddi Prasetya

#NasihatDiri
Untuk Para Pekerja

By Teddi Prasetya Yuliawan

Buku motivasi yang selanjutnya setelah bulan lalu saya baca BATIC

Lagi-lagi buku ini adalah hadiah. Hadiah yang pas sekali di tengah kondisi ekonomi saat ini; di saat para pekerja harus tetap bersyukur dengan hasil yang mungkin kurang sesuai dengan yang diharapkan ^_^

Berbeda dengan BATIC yang penulisnya senior semua... buku ini ditulis oleh "junior" saya... masih se almamater meskipun beda jurusan.

Meskipun tidak ada "tanda-tanda" islami di judul atau cover... ternyata buku ini bernafaskan islam.

Buku ini mencatat 100 nasihat, maka untuk review kali ini dari 100 nasihat yang dicatat oleh penulisnya, saya coba ambil 5 yang paling menarik untuk saya.

#Memilih makna
Nasihat pertama... memilih makna... bermakna... berarti... bermanfaat. Meskipun tidak ditulis pada bagian ini, namun nasihat pertama ini menurut saya sangat erat kaitannya dengan prinsip dasar hidup seorang muslim, yang pada salah satu hadist disebutkan "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalamShahihul Jami’ no:3289).

#Garis itu bernama keberanian mencoba
#Niatlah pembedanya
Dua nasihat ini berurutan. Menurut saya keduanya saling terkait. Pada saat kita yakin bahwa kita punya niat baik untuk dunia dan akherat... maka beranilah... kita tidak perlu takut. InsyaAllah semesta akan mendukung.

#Tinggalkan jejak kebaikan
Nasihat ini menarik karena senada dengan quote favorit saya. "Goodness is the only investment that never fails." - Henry David Thoreau quotes. Kutip dari chapter ini... "Sebab memang janji-Nya akan menambahkan ilmu tak disangka-sangka kepada insan yang rajin mengamalkan sebuah ilmu" insyaAllah.

#Ia pun rindu kepadamu
Ini adalah nasihat ke-100 yang mak-jleb sekali. "Jikalau engkau hanya mendekati-Nya ketika dalam kesulitan, jangan heran jika kesulitan akan semakin sering menimpamu. Jikalau engkau sering lari padaNya kala dalam kebahagiaan, jangan heran jikan kebahagiaan akan senantiasa meliputimu. Sebab di balik kekuasaanNya, Ia pun rindu padamu"
Yang terakhir ini mengingatkan kita untuk senantiasa beribadah secara maksimal dalam kondisi apapun.
Tetap semangat!





Kamis, 03 Maret 2016

Panggilan Ke-2

Dari beberapa artikel islam yang saya baca, ada yang menyebutkan, setidaknya Allah SWT memanggil hamba Nya sebanyak 3x, yaitu :

1. PANGGILAN SHALAT KETIKA ADZAN
Sahabat Ibnu Abbas adalah orang yang sering menangis manakala mendengar panggilan adzan bergema. Sorbannya sering basah oleh tetesan air matanya yang terus mengalir mengiringi aluanan suara sang muadzin.
Ketika ditanya kenapa sampai begitu? Ibnu Abbas menjawab seandainya setiap orang tau makna seruan sang muadzin itu, pasti tidak akan dapat beristirahat dan tidur dengan nyenyak. Kalimat Allahuakbar saja mengandung makna panggilan kepada orang yang beriman yang sedang sibuk mengurusi harta duniawi agar berhenti sejenak mengistirahatkan badan dan segera beramal demi meraih kepentingan dan kebahagiaan yang hakiki

2. PANGGILAN HAJI
Firman Allah : " Dan berseterulah kepada manusia untuk mengerjakan haji niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang datang dari segenap penjuru" (QS AL-Hajj (22):27)
Oleh karena itulah mereka yang menunaikan ibadah haji menjawab seruan itu dengan kalimat talbiyah : Labbaika Allahuma Labbaik, Labbaika la syarika laka labbaik, inal Hamda wanni mata laka wal mulk la syarika laka yang artinya Aku penuhi panggilan-MU ya Allah, aku penuhi, aku penuhi panggilan-MU tiada sekutu bagi-MU. Aku penuhi panggilan-MU. sesungguhnya segala puji nikmat dan kekuasaan hanyalah milik-MU semata. Tiada sekutu bagi-MU

3. PANGGILAN KEMATIAN
Manusia sering kali menunda nunda panggilan adzan, begitu juga ketika panggilan haji telah tiba. Ia belum tergerak untuk memenuhinya walau sudah mampu sekalipun. Tapi, terhadap panggilan yang satu ini tak ada satupun yang sanggup menghalanginya apalagi menundanya.
Firman Allah "Dan Allah sekali kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah maha mengetahui apa apa yang kamu kerjakan" (QS Al-Munafiqun(63):11)
Dengan penuh kesadaran diri dan keinsyafan iman marilah kita penuhi panggilan Allah berupa shalat ketika adzan memanggil, berhaji bagi yang mampu, dan demikian pula halnya dengan panggilan kebaikan-kebaikan lainnya. sebelum datang panggilan yang tidak dapat ditawar tawar lagi, yaitu Kematian.

---

Alhamdulillah tahun ini Allah memberikan hadiah spesial menjelang ulang tahun saya... yaitu kemudahan untuk saya dan suami meniatkan diri untuk memenuhi panggilan Nya, yang ke-2. #syukur

Catatan ini semoga bukan dinilai sebagai riya atau apa... apalah yang bisa disombongkan dari kami, manusia-manusia kecil yang sehari-harinya beraktivitas di tower tinggi dan bayangkan kalau Allah sewaktu-waktu menyentil tower itu; hanya bisa berikhtiar dan bersandar pada doa, karena Allah yang maha menentukan segala sesuatu. #tendensi

Catatan ini niatnya untuk sekedar nambah wawasan buat yang baca aja, karena saya sempat cari info daftar haji dari baca beberapa blog juga dan menurut saya bermanfaat banget, selain itu untuk memotivasi aja... syukur2 ada yang tergerak setelah baca tulisan ini ^_^ #inspirasi

Ada sebuah buku yang pernah saya baca, yang mengingatkan bahwa haji adalah rukun islam yang ke-5 , tapi beberapa orang (termasuk saya), terjerembab juga, contohnya saya yang orang rantau (ngeles.com) menjadikan haji sebagai rukun islam yang ke 7 atau ke 8 ya... setelah nge-DP rumah (meski kecil), mobil (meski seken), dan (bisa jadi) liburan ke luar negri, sungguh sebuah kesadaran yang terlambat. #realita

Beberapa minggu lalu saya bercerita ke salah seorang teman tentang pendaftaran haji ini, ternyata teman saya kurang faham bahwa untuk membuka tabungan haji tidak perlu kita punya full dana sebesar BPIH 1 , yaitu rp 25 jt / kepala, atau rp 50 jt / 2 kepala. Padahal nggak lhooo.... Dan dia juga terkejut mendengar berapa lama masa antrinya (berapa lama? sabar ya, nanti dulu). Makanya saya coba buat catatan di sini barangkali ada yang mampir, karena sebagian orang mungkin lebih suka "kepo" in catatan orang lain daripada "kepo" in web kemenag ^_^ #ternyata

Jadi ceritanya... waktu itu sekitar akhir tahun 2014, ada petugas bank kasih tau reksadana di rekening saya dananya sudah mencapai rp 25 jt; akhirnya saya request untuk cairkan, niatnya buat daftar haji entah gimana caranya waktu itu belum kepikir (biasa... ibu rumah tangga jabatannya menteri keuangan meskipun kurang jago bikin perencanaan anggaran). Uangnya masih kurang rp 25 jt lagi untuk daftar haji 2 (dua) orang (dengan suami tentunya). Anak saya yang besar sudah masuk SD, yang kecil insyaAllah masih 3 tahun lagi masuk SD, jadi uang daftar sekolah insyaAllah masih bisa tabung-tabung lagi. #niat

Pertama-tama yang terlintas di kepala saya adalah minta ijin orang tua saya... apakah boleh uangnya saya gunakan untuk mendaftar, karena saya rasa2nya tidak akan pernah cukup membalas hutang budi... kedua orang tua yang senantiasa mendoakan saya sejak di dalam kandungan sampai sekarang, melahirkan dan membesarkan saya. Barangkali mereka punya keinginan lain yang bisa saya bayar dengan sejumlah uang itu. Alhamdulillah orang tua merestui niat saya. #bakti

Setelah memperoleh info tentang dana talangan haji, hampir saja saya daftar program dana talangan haji dari suatu bank; namun belum sempat saya daftar, programnya sudah diberhentikan oleh pemerintah. #jalan

Dari suatu event sharing session tentang Ibadah Haji yg pernah saya hadiri, sangat betul dikatakannya, bila sudah niat, bukalah rekening tabungan haji dulu, berapapun dana yang kita punya. Memang mungkin menyimpan aset dalam bentuk investasi saham, deposito, logam mulia, atau yang lain memungkinkan return yang lebih besar, namun potensi kita tergoda mengkonsumsi untuk keinginan lainnya juga sangat tinggi. Beda dengan bila dana sudah kita setor ke rek tab haji, maka kita tidak akan menggunakannya lagi karena rek tab haji pada umumnya tidak dapat dilayani transaksi penarikan dana. #nafsu

Akhirnya setelah membulatkan tekad, pada awal tahun 2015 saya buka rekening tab haji di salah satu bank swasta (saat ini tidak hanya di bank pemerintah, sudah ada bank swasta syariah yang bekerjasama dengan kemenag untuk tabungan haji) sudah pasti 2 account, a.n saya dan suami, karena tab haji harus dibuka masing2 a.n calon jamaah haji.
Saya langsung setor dana ke masing2 rekening @rp 12,5 jt, sesuai uang yang saya punya waktu itu. #action

Saya niatkan setiap bulan akan saya sisihkan rp 2 jt untuk disetor ke rek tab haji ke masing2 rek @rp 1 jt, dengan demikian maka secara kalkulasi, pada awal tahun 2016 BPIH 1 sebesar rp 25 jt per rekening sudah terpenuhi sehingga kami bisa mendaftar. #tertib

Alhamdulillah Allah memberi kemudahan. Setelah terkumpul dananya rp 25 jt di masing2 rek, awal Februari 2016 lalu, karena untuk pendaftaran calon jamaah haji harus datang langsung dan tidak dapat diwakilkan, kami mengambil cuti kantor, guna mendaftar ke kantor Kemenag. Kantor Kemenag Tangerang Selatan, saat ini lokasinya di cluster Kencana Loka BSD. #finally
Tips : Jangan lupa cari info yang pasti terkait lokasi kantor kemenag, karena saya sempat salah info kantor kemenag tangsel ternyata sudah pindah, sedangkan pada saat browsing awal yang saya dapati info lokasi kantor lama.

Apa saja yang dibawa?
- Copy KTP
- Copy KK
- Copy Buku Nikah
- Copy Akta Lahir
- Copy Print out Buku Tabungan yang memuat info saldo (minimum Rp 25 Jt per rekening)
(Siapkan masing-masing 1 bundel dok tersebut untuk 1 pendaftar calon jemaah haji) #syarat

Di kantor kemenag, petugas meminta kami mengisi form pendaftaran yang berisi data-data umum dan ciri fisik. Setelah itu cap jari, dan foto, karena saya memilih untuk foto di kemenag daripada foto sendiri khawatirnya tidak sesuai persyaratan. Tentu saja dikenakan biaya foto ya... #prosedur

Bila tidak keberatan bayar biaya foto di kemenag, pakailah baju selain putih, karena foto berlatar belakang putih. Siapkan biaya foto @90rb per orang, akan diperoleh CD master file foto, dan puluhan print out foto sesuai kebutuhan. Bila ingin foto sendiri silahkan cek syaratnya ke web kemenag. File foto harus disimpan baik-baik karena pada saat akan berangkat naaaantiii... (panjang karena masih lama) bila dibutuhkan tambahan foto, harus dengan foto yang sama, tidak boleh ganti foto. #cekrek

Waktu itu kami datang sekitar jam 8 pagi, karena kami antrian pertama, sekitar jam 9.30 urusan sudah selesai. Setelah proses di kemenag selesai, diperoleh lembar "Surat Pendaftaran Pergi Haji". Selanjutnya kami harus membawa surat tersebut ke bank dimana tabungan haji kami dibuka, untuk proses setoran biaya haji ke Kemenag. #bukti

Setelah proses di bank dilakukan, kami memperoleh lembar "Setoran Awal BPIH". Lembar tersebut sudah mencantumkan nomor porsi di sisi kiri atas, dan nomor itulah yang dapat diinput ke web kemenag untuk mengetahui prediksi tahun keberangkatan. #antri

Lembar setoran yang diperoleh sejumlah 4 lembar, 3 lembar copynya harus dikembalikan ke kemenag. Pengembalian harus dilakukan paling cepat 1 hari dan paling lambat 1 minggu setelah pendaftaran. #birokrasi

Pada saat pengembalian ini petugas menginformasikan prediksi tahun keberangkatan, dan hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan, salah satunya terkait penggunaan foto. Proses pengembalian lebih cepat dari pendaftaran, sekitar 30 menit beres.
Untuk pengembalian dapat diwakilkan, jadi tidak harus hadir kedua belah pihak suami istri. #closing
Tips : bila anda pekerja kantoran yang waktu kerjanya tidak fleksibel dan kantor kemenag jauh dari kantor anda... untuk urusan ini lebih santai kalau ambil cuti 2 (dua) hari ya...

Dengan mengembalikan lembar setoran ke Kemenag, maka selesailah sudah rangkaian pendaftaran haji untuk mendapatkan nomor porsi. #yaay

Ooo yaaa... prediksi tahun keberangkatan hampir ketinggalan... Sesuai KTP, saya mendaftar di Kemenag Tangsel, dan sesuai informasi petugasnya, untuk pendaftaran di area Tangsel pada Februari 2016 prediksi keberangkatannya adalah... tahun... dengderengdeeeng... 2032... yaaa... 16 tahun antrinya, jadi harus banyak doa semoga Allah mencukupkan umur kami ^_^
Saatnya mulai nabung lagi untuk persiapan BPIH 2 (pelunasan). #sabar

Demikian... semoga infonya membantu dan menginspirasi :)

---

Menuju Allah: perintahnya adalah “Berlarilah”

“Maka berlarilah kalian menuju Allah” (QS. Adz Dzariyat : 50)

Menjemput Rizki (Duniawi): perintahnya adalah “Berjalanlah”

"Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” (QS. Al Mulk: 15)

---

"Mengerjakan haji itu adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (ke-wajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam." (QS. Ali 'Imran: 97)


--- Pic from Hajj 2015 live report in twitter @Basma_ by Basma Atassi - Al Jazeera

Minggu, 28 Februari 2016

Book review month 2 : BATIC - 4 Motivator berbagi inspirasi

Saya sebenarnya tidak terlalu suka baca buku motivasi, tapi karena waktu beberes nemu buku ini... mungkin memang harus saya baca. Buku ini adalah souvenir dari acara motivational session yang diadakan kantor saya tahun lalu (2015); yang bersamaan dengan acara buka puasa bersama dengan motivator Remaja Tampubolon (Bang Jaja); Beliau adalah salah satu penulis buku ini.

Ada satu orang lagi motivator penulis buku ini yang pernah saya ikuti sesinya, yaitu Yasier Utama, waktu itu tahun 2008 sesinya bertajuk "Awareness Before Change".

Selain mereka berdua ada Irwan Prasatya dan Purwanto Edi.

BATIC; Buku ini bercover depan 4 orang motivator berbaju batik, dan berisi motivasi yang mereka summarykan pada poin-poin yang diringkas menjadi 4 huruf yaitu B, A, T, I dan C; yaitu Be Brave, Action Oriented, Totality, Integrity, Committed to Excellence.

Pertama sekali saya terkesan dengan Brave... karena berani ini sebenarnya sangat banyak cakupannya, berani berubah lah, berani bicara lah, ternyata berani yang ada di bab pertama ini adalah... berani mati. Dengan berorientasi pada ujung kehidupan manusia ini menunjukkan bahwa penulis buku memiliki tingkat religiusitas yang tinggi, dengan selalu memikirkan kematian maka seseorang sewajarnya akan selalu berbuat terbaik untuk meninggalkan legacy yang baik untuk penerusnya.

Action... pada bab ini diingatkan bahwa hal yang terpenting adalah terus berkarya dan fokus ke depan, tidak banyak energi untuk masa lalu.

Totality... pada bab inj dituliskan salah satu hasil penelitian Gallup bahwa orang yang bekerja sekedar mencari uang, energi dan vitalitasnya tidak prima. Sehingga mindset kerja harus diganti dengan karya.

Integrity... yang paling berkesan adalah konsep I'm the legend, kembali pada brave yang pertama, setiap orang pasti ingin meninggalkan kenangan dengan menjadi legenda yang indah. Untuk menjadi legenda maka harus bermental pemenang.

Excellent... yang paling berkesan adalah kekuatan memberi. Permudahlah urusan orang lain, dan Allah akan mempermudah urusan kita. Seperti quote yang sampai saat ini masih saya pasang di email saya "Goodness is the only investment that never fails." - Henry David Thoreau.

Book review month 1 : Asiyah "Sang Mawar Gurun Firaun"

Asiyah "Sang Mawar Gurun Fir'aun" karya : Sibel Eraslan

Asiyah istri Pare-amon.

Kisah di novel ini dengan ending berbeda dengan kisah kebanyakan yang dibaca di web tentang asiyah istri firaun dimana Asiyah disiksa oleh suaminya.

Kisah di novel ini dimulai dari kota Armana yang merupakan perwujudan dari kenangan akan hari-hari nabi Yusuf, di antara kota memphis dan teb di negri mesir, yang saat itu dikuasai oleh seorang raja pengikut nabi Yusuf yaitu Akhenaten. Kota ini diserang oleh pemberontak bernama Horemheb yang akhirnya membunuh raja dan semua penduduknya. Dikisahkan bahwa dari penyerangan itu tersisa Apa, seorang guru yang ditugaskan mengajar anak2 yg tersisa dari pemberontakan Amarna di akademi kerajaan yang dibentuk oleh Horemheb sang penguasa baru di memphis, 4 orang anak didiknya di antaranga Yes, Ra, Ka dan Ha. Yes adalah Asiyah yang merupakan cucu dari raja Reyyan bin melik dari amalika yang menyelamatkan mesir dari kekeringan di masa nabi Yusuf, dan merupakan putri raja Muzahim putra pangeran Abidin.

Akhirnya tibalah waktunya Mesir harus menunjuk raja baru, Ra, atau Pareamon menjadi raja dan Yes menjadi ratu.

Ibis adalah salah satu hewan yang muncul pada cerita ini, dikisahkan pada saat pernikahannya perhiasan ratu yesiyis adalah burung ibis.

Ra sebagai Firaun, menahbiskan diri menjadi tuhan, sedangkan Yes tetap menjadi pengikut nabi Yusuf yaitu percaya pada Tuhannya yang satu. Yes tidak mencintai harta, hari-harinya dia lalui bersama Apa, melihat kehidupan mesir. Yes tidak menyukai kekerasan, salah satunya saat melihat rakyat diperbudak di kota sakkara, Yes sangat sedih.

Setelah Apa meninggal dunia, Yes mencari 2 abdi, dan akhirnya terpilihlah Tahnem dan Sare. Pada saat itulah Yes menginginkan bayi yg ditemukan di sungai Nil. Yes memberi nama bayi itu Musa, karena dia menariknya dari perairan.

Musa adalah putra pasangan Imran dan Yakobed, adik dari Harun dan Maryam. Pada saat itu bayi laki2 yg lahir hrs dibunuh sehingga Yakobed yang dikisahkan mendapat petunjuk dari Allah memutuskan untuk menjatuhkan anaknya ke sungai nil. Dikisahkan pada saat kelahiran Musa, berkah berlebih pada keluarga Imran. Hewan ternak kambing dan sapi terlahir kembar, air susu perahan melimpah dan pohon serta tanaman berbuah lebat.

Di istana, bayi musa menangis terus sehingga akhirnya Yes membawanya berkeliling mesir sampai ke kota gosen, kota tempat keluarga Imran tinggal dan Musa kembali dipertemukan dengan ibunya Yakobed dan dikenal sebagai ibu susu.

Sampai suatu ketika Musa dituduh sebagai pelaku pembunuhan di memphis dan akhirnya harus pergi untuk melarikan diri dari kejaran raja memphis.

Pada masa-masa itu Ra, Pareamon meninggal dunia dan penggantinya adalah Menmatre.

10 tahun kemudian Musa kembali ke memphis bersama istrinya. Selama 10 tahun Musa dipersiapkan untuk menjadi nabi. Musa diutus oleh Allah swt untuk mengajak rakyat Firaun menyembah Allah. Dikisahkan Musa dengan kuasa Allah dapat mendatangkan ular besar yang memakan semua ular para penyihir Firaun. Firaun sangat marah dan dalam kemarahannya itulah Asiyah , Tahnem dan Sare mengakui keimanannya kepada Allah. Tahnem akhirnya dibunuh oleh Firaun, Asiyah dan Sare dipenjara, sebelum akhirnya diikat di tonggak kayu di atas pasir panas dan dibakar, akhirnya meninggal dunia.

Rabu, 27 Januari 2016

Book review month 12 : Ciputra, From Zero to Hero

Ciputra, From Zero to Hero

Ini adalah buku yang terakhir yang dibaca tahun inj
Buku enterpreneurship
Ciputra adalah salah satu contoh pengusaha yang berasal dari orang "susah". Kepandaiannya membawanya menjadi mahasiswa ITB, dan jiwa dagang yang sudah dipelajari sejak lahir membawanya menjadi seorang pengusaha.

Sepak terjangnya berawal dari proyek2 pemerintah... sehingga tak heran sampai saat ini pun perusahaan ciputra masih terkenal dengan birokrasinya yang tidak seluwes perusahaan properti besar yang lain.

Yang diperoleh dari buku ini adalah... yaa... seorang bintang bukan dilahirkan... tetapi dibuat... semua orang sukses pasti banyak ditempa pada masa lalunya sehingga bisa mencetak achievement demi achievement...

Dan salut dgn ciputra yang selalu melakukan langkah2 riil untuk menciptakan lebih bnyk lagi enterpreneur di indonesia

Selasa, 22 Desember 2015

Book review month 11 : "Aku bersyukur ibuku pikun" by Irna Permanasari

Aku Bersyukur Ibuku Pikun
By : Irna Permanasari

Buku ini sebenernya dibeli untuk bacaan ibuku, yang saat ini menghabiskan waktunya untuk merawat nenek yang pikun.

Banyak hal yang bisa diketahui dari buku ini, mulai dari ciri orang pikun dan penyebabnyanyang tidak pernah diketahu pasti secara medis.

Yang paling memprihatinkan adalah orang pikun hidup pada 2 masa, yaitu masa lalu dan pada waktu yang sedang dijalani. Yang sudah terlewat 5 menit yang lalu, lupa... karena bukan termasuk pada 2 masa tersebut...

Lantas kenapa Chili bersyukur? Karena dengan merawat orang pikun semakin mendewasakan dan menambah rasa sabar.

Yang pasti dengan membaca buku ini dan mengalami sendiri punya nenek pikun, akan menambah motivasi kita sbg anak untuk selalu memaksimalkan waktu yang ada untuk membahagiakan orang tua, karena kita tidak pernah tau, kapan pikun menyerang.

Artikel lainnya :