Sabtu, 27 November 2010

Lebih memahami rejeki (bukan uang ataupun materi)...

Lebih memahami rejeki (bukan uang ataupun materi)...
by Marina Gardenia on Friday, August 27, 2010 at 2:46pm

Mengingat isi ceramah Aa’ Gym di hari Rabu 24/08/10 kemarin, salah satu yang diingatkannya adalah rejeki mendekati manusia, dan bukan manusia mendekati rejeki… Contoh yang diceritakannya adalah rejeki makan, makan sehari-hari itu sepele, ambil uang hasil kerja, belanja bahan baku di pasar atau supermarket, dimasak, lalu dihidangkan…

Padahal...di balik semua bahan baku itu… beras, padi ditanam oleh petani di cianjur…lalu diolah dengan berbagai macam proses yang panjang sampai jadi beras…lalu dimasukkan karung, lalu dikirim ke distributor, lalu sampai ke retailer…; garam, garam dibuat di laut lepas sana…disublimasi dengan bantuan matahari…lalu diproses lagi, di packing…lalu dikirim ke distributor, lalu ke retailer; ayam, induk ayam dipelihara di peternakan di pedesaan sana…diberi makan, lalu bertelur, jadilah anak-anak ayam…tumbuh jadi besar, dikirim ke distributor, disalurkan lagi ke retailer, dipotong, dibersihkan, lalu dijual retail…; masih banyak lagi sayuran, kecap, saus dan yang lain semuaaa melalu proses yang sangat panjang.

Semua proses itulah jalannya suatu rejeki berupa makanan yang kita makan... uang itu hanyalah alat… yang kita miliki tiada akan berarti apapun bila Allah tidak meridhoi semua proses yang diperlukan untuk jadi rejeki berupa makanan yang kita makan hari ini.

Kalau yang dibawah adalah salah satu artikel tentang rejeki yang full version nya bisa lihat di http://mediabilhikmah.multiply.com/journal/item/90
Semoga bermanfaat…

- - -

QS Nuh ayat 10-12 : “Maka aku berkata (kepada mereka); Mohonlah ampun kepada Tuhan-mu, Sungguh, Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.’’

Jika kita merujuk dari ayat diatas kata rezeki memiliki arti yaitu memberian Allah kepada makhluk-makhluknya. Allah menganugerahkan rezeki kepada siapa pun dan meliputi berbagai macam aspek kehidupan baik secara jasmani dan rohani dalam bentuk rohaniah dan batiniah. Dari segi jasmaniah Allah mewujudkan rezeki dalam bentuk makanan. minuman, pakaian, kediaman dan segala hal yang berkaitan dalam memperolehnya. Kebutuhan rohani yang diberikan Allah kepada hambanya bisa berupa ilmu pengetahuan, kecerdasan, taufik serta hidayah dalam kehidupan. Rezeki dalam bentuk jasmani diberikan kepada setiap makhluk yang bernyawa di dunia baik beriman ataw kafir, baik atau jahat.

Jaminan rezeki yang di janjikan Allah kepada makhluk-Nya bukan berarti memberi tanpa usaha.

• Istigfar dan Taubat
QS Nuh ayat 10-12 : “Maka aku berkata (kepada mereka); Mohonlah ampun kepada Tuhan-mu, sungguh, Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari lanit kepadamu,dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan menagadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu..’’

• Shodaqoh di jalan Allah
QS Al-baqarah ayat 216 : “ Perumpamaan orang yang meninfakan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yan menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipat gndakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha luas, Maha mengetahui.’’
QS Saba’ayat 39: Katakanlah “Sungguh, Tuhan ku melapangkan rezeki dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hambaNya.”Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang terbaik.’’

• Taqwa
QS At-Talaq ayat 2-3 ;”… barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Allah lah yang memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka serta bagi mereka yang bertaqwa Allah mencukupkan segala keperluaanya.”

• Berhijrah di jalan Allah
QS An-nisa ayat 100 : Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang Luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), Maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

• Bertawakal kepada Allah
QS Hud ayat 6: Dan tidak satu pun makhluk bererak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamanya dan tempat penyimpanan. Semua tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuh).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Artikel lainnya :